
Dante Boselli.Pria berumur 25 tahun ini adalah kakak tingkat Nicolette.Ia berkuliah di tempat yang sama dengan Nicolette.Hanya saja beda jurusan.
......................
Di mansion keluarga Mateo.
Malam ini Luzio baru saja tiba di mansionnya itu.Ia langsung menuju kamarnya, menanggalkan pakaiannya lalu mandi.Setelah mandi dan berganti pakaian ia duduk di balkon kamarnya sambil membawa sebotol vodka dan tak lupa beserta gelasnya.Ia menuangnya sedikit lalu meminumnya.Ia berharap pikirannya sedikit membaik dengan menikmati minuman beralkohol.
Pikirannya masih kacau,dan prang!.Ia membanting gelasnya ke sembarang tempat.Ia mengusap wajahnya kasar.Banyang foto Nicolette bersama laki-laki itu memenuhi kepalanya.Ia benci sekali melihat wanitanya dekat dengan laki-laki lain.
"Nicolette,Nicolette.Kau senang sekali memancing amarahku rupanya.Tunggu besok aku akan menemui ",sorot mata Luzio berubah menjadi sorot mata elang yang tajam,lalu ia tersenyum tipis.
......................
Di sebuah cafe.
Tampak Nicolette dan Dante sedang memikirkan kopi mereka sambil bercengkrama.Sepulang kuliah Nicholette ke perpustakaan,namun kali ini bukan tanpa tujuan,tapi ia sambil mengerjakan tugas dari dosennya.Dan kebetulan sekali ia bertemu Dante lagi.Dante membantunya mengerjakan tugas tersebut.
Setelah selesai mengerjakan tugas,Nicholette mengajak Dante untuk ke kafe dan berniat meneraktirnya sebagai ucapan berterimakasih karena tadi Dante sudah membantu Nicolette untuk mengerjakan tugas.
"Terimakasih ya,Dante.Tugasku jadi cepat selesai"Ucap Nicolette sambil tersenyum ke arah Dante.
"Sama-sama.Lagi pula aku kebetulan saja tadi sedang mencari buku juga"Balas Dante.
Dante terus memandangi Nicolette,ia seperti tersihir dengan kecantikan sang gadis.Siapa yang tidak terpesona melihat gadis secantik dan semanis Nicolette?
Nicolette asik meminum kopi panas.Ia sangat suka sekali dengan kopi cappucino panas.Saat ia hendak menaruh cangkir kemeja,byur! tiba-tiba saja kopi itu tertumpah mengenal celana Nicolette dan pakaiannya pun menjadi kotor dan basah.
"Astaga,Nic.Kau tidak apa-apa?"Dante tampak panik lalu membantu membereskan kekacauan itu.Nicolette meringis kesakitan karena kopi itu memang masih agak panas.
"Waiterss,maaf dia tidak sengaja menumpahkan ini,bisa tolong bersihkan dan ini untukmu"Ucap Dante kepada seorang perempuan pelayan cafe tersebut.Kemudian ia memberikan uang selembar sebagai tip untuknya.
"Mari aku antar ke rumah sakit"Ajak Dante sambil menarik tangan Nicolette.
__ADS_1
"Tidak perlu,ini hanya perih saja,aku bisa mengobatinya dengan salep"
"Tapi aku takut akan parah"
Tiba-tiba saja
Bug!
Seseorang memberi Dante bogeman dan berhasil membuat Dante jatuh tersungkur dan melukai sudut bibir lelaki itu.
"Jangan sentuh dia bereng-sek!" ucap laki-laki itu yang ternyata adalah Luzio.
Nicolette tercengang,ia benar-benar terkejut dengan kelakuan Luzio.Ia lalu membantu Dante untuk berdiri.
"Kau ini kenapa ha!? datang-datang langsung memukul orang.Kau ada masalah apa?"Nicolette tampak marah.
"Aku tidak mengenalmu sama sekali.Kenapa kau memukulku?"Tanya Dante sambil mengelap darah di sudut bibirnya.
"Cih,jauhi gadisku sekarang juga atau nyawaku menjadi bayarannya"Ucap Luzio lagi dengan sorot mata yang tajam.Ia lalu menarik paksa tangan Nicolette untuk keluar dari kafe tersebut.Luzio tidak perduli semua mata tertuju padanya.
"Lepaskan aku sialan!"Nicolette mengumpat.Ia benar-benar tidak habis pikir,kenapa seorang CEO terpandang seperti Luzio melakukan hal bodoh seperti tadi.
"Ini ada sedikit hadiah untuk kalian,Tapi,lupakan kejadian yang terjadi hari ini dan jika ada yang membuka mulut,tamatlah riwayat kalian"ucap Benvolio kepada orang-orang di kafe tersebut.Dan mereka hanya mengangguk setuju.
Di luar,Luzio tetap menarik tangan gadis itu dan memasukkannya kemobil.Lalu ia melesat dengan kecepatan tinggi membuat gadi tersebut menjerit ketakutan.
"Luzio ini kenapa ha!?,jika kau mau mati jangan ajak-ajak aku!".Luzio tetap diam dan terus menyetir mobil miliknya hingga tiba di tepi sebuah taman yang sepi.
Bahkan Nicolette sampai memanggil namanya karena gadis itu memang benar-benar marah padanya.
Ia lalu memukul stir mobilnya dan memejamkan matanya.
"Bisa katakan siapa dia?" tanya Luzio pelan namun dengan intonasi yang mematikan.
"Dia temanku,memangnya kenapa?"
__ADS_1
"Cih,teman kau bilang.Lalu ini apa?"Luzio menunjukan sebuah foto Nicolette sedang berdiri seolah sedang berciuman dengan Dante di perpustakaan."Jadi ini alasanmu mengabaikan aku selama aku di New York!?Kau berciuman dengan lelaki lain?"tanya Luzio lagi.
Nicolette menatap Luzio penuh amarah dan kebencian.Lalu ia berkata "Dia hanya temanku dan untuk foto itu aku sama sekali tidak berciuman dengannya,jika kau tidak percaya terserah kau,itu urusanmu!" jawab Nicolette ketus.
"Kau tau,aku paling benci milikku di sentuh orang lain,apa kau lupa jika kau itu milikku ha!?"
"Hahaha"Gadis itu tertawa."Apa?aku milikmu?hei ayolah,kau bahkan tidak pernah menyatakan perasaanmu dan kini kau mengklaim aku milikmu?"lanjutnya lagi.
"Bukankah semua yang sudah ku lakukan sudah mencerminkan bahkan kau milikku?"tanya Luzio lagi.
"Ah,kau itu bereng-sek! sakit kepalaku lama-lama berurusan dengan mu.Kau masih tidak mengerti mauku rupanya"Ucap gadis itu lalu membuang muka.
"Aku bukan bocah yang harus mengungkapkan dengan mengatakan kata-kata yang menggelikan untuk di dengar" balas Luzio.Ia paham arah pembicaraan gadis itu kemana.
"Oke,oke.Baiklah kau memang sudah tua dan aku yang masih anak kecil ini tidak pantas untukmu.Jadi mulai sekarang jauhi aku!"Ucap Nicolette lagi dengan menggebu-gebu
"Tidak akan,aku akan segera menikahi mu agar kau tidak bisa lari kemana-mana lagi!".Lalu Luzio mengendarai mobilnya lagi dengan kecepatan tinggi menuju mansionnya.
"Turunkan aku di sini sialan,aku tidak mau menikah denganmu!" gadis itu terus memaksa agar Luzio menurunnya,namun Luzio tidak akan membiarkan gadis itu lepas.
......................
Di mansion keluarga Mateo.
Tampak Luzio sedang menggendong Nicolette menuju kamar utama.Ia tidak perduli gadisnya itu meronta-ronta di gendongannya.Bahkan Nicolette mengigit bahu lelaki itu,dan empunya hanya diam saja.Ia memasang wajah datar dan sorot matanya seperti orang yang tengah kerasukan setan.
Sampai di kamar ia menurunnya gadisnya itu di ranjangnya lalu mengunci pintu.Ia memandangi gadis itu sambil melepas jasnya dan membuka kancing kemejanya.Nicolette yang melihat itu merasa takut sekarang.Ia segera mundur hingga sampai di headboard ranjang milik Luzio.
"Luzio! jangan kau berbuat macam-macam padaku!"Ucap gadi itu dengan intonasi yang tinggi.
Luzio tersenyum devil dan terus berjalan ke arah gadi itu.Setelah wajah mereka berdekatan Luzio berkata"Hust! pelankan suara mu.Berteriaklah nanti ketika kau sudah di bawah kungkungan ku" ucap Luzio.
"Tidak,Luzio.Jangan lakukan hal gila itu"Wajah manis gadis itu tampak pucat sekali.Ia sangat takut dengan Luzio saat ini.
...****************...
__ADS_1
Segini dulu ya guys.Lanjut bab selanjutnya.Budayakan baca dulu sebelum like ya.Terimakasih yang sudah mampir,jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya🤗
BORAHAE SELAUT 💜