
Dua hari telah berlalu,semenjak kejadian di restoran tersebut Nicolette memutuskan untuk tidak bertemu dan menghubungi Luzio.Ia benar-benar ingin menenangkan pikirannya.
Nicolette lebih memilih menyibukkan diri dengan menyusun skripsinya dan pergi hang-out bersama teman-temannya.
......................
Mansion keluarga Mateo...
Tampak Luzio sedang mengurung diri di kamar.Rambut yang berantakan,baju kusut,kamar yang begitu berantakan.Semenjak Nicolette mengabaikannya,ia nyaris gila.Bahkan beberapa hari ia tidak bisa makan.Ia hanya menenggak puluhan botol minuman beralkohol.
Para maid sudah kehabisan cara untuk membujuk suaminya itu bahkan Benvoliopun tidak mampu melunakkan hati Luzio agar ia mau keluar kamar dan makan.
......................
Markas Black Devil...
Kim tersenyum sumringah,ia begitu senang mendapatkan semua data yang ia cari.
"Bos pasti senang!" Ujarnya tersenyum.
Semua kebenaran tentang data surat keterangan dari rumah sakit perihal kehamilan Ruby sudah ia dapatkan.Bahkan sang dokter pun berhasil terendus keberadaannya oleh Kim.
Ya,Kim memang masih muda,tapi keahliannya dalam masalah mencari sesuatu yang tersembunyi tidak dapat di ragukan lagi.Kecuali mencari jodohnya yang tersembunyi,karena sampai saat ini Kim masih single.
Kim sebenarnya turut prihatin dengan keadaan rumah tangga bosnya itu.Walau bagaimanapun,Nicolette dan Luzio sama-sama orang terdekatnya dalam waktu yang cukup lama.Alasan tersebut pulalah yang membuat ia begitu berapi-api menyelidikinya Ruby.
......................
Di sebuah restoran Jepang
Nicolette dan Dante tampak sedang makan ramen bersama.Mereka tidak sengaja bertemu di sebuah toko buku.Dante mengajaknya makan ramen,ia yang kebetulan lapar pun mengiyakan ajakan Dante.Lagi pula beberapa tempo hari lalu ia gagal menikmati ramen lezatnya.
Ia mengambil foto lalu mempostingnya di akun WhatsAppnya.Ia menyelipkan tulisan kecil "Back" di foto tersebut.Itu bermakna ia kembali lagi setelah beberapa hari yang lalu ia gagal menikmati ramen tersebut.
Ia tampak sangat menikmati makanan itu dengan lahap.Dante tersenyum memandang Nicolette yang tengah makan dengan lahap.
"Oh ya Nic,kau pulang sendiri nanti?." Tanya Dante di sela-sela makan.
"Iya,Luzio sedang berada di luar negeri jadi aku pulang sendiri." Jelasnya lagi,padahal ia tengah berbohong.Namun ia sangat hebat bisa menutupi lukanya dengan senyuman,bahkan ia sanggup melindungi suaminya dari keluarganya.
"Mau aku antar?." Tawar Dante kepadanya.
"Tidak usah Dante.Nanti biasanya kak Marcello akan menjemput ku."
"Oh,begitu ya." Ujar Dante agak sedikit kecewa.
Setelah mereka selesai makan,Dante pergi kekasir untuk membayar makanan mereka.Dante memang sering meneraktir Nicolette.
Nicolette menunggu jemputan di depan restoran tersebut.Tiba-tiba Dante memberikan paper bag yang berisi makanan.
"Ini untukmu,ambil lah."
"Itu ada cookies dengan toping mix berry kering buatanku,dan beberapa susu stroberi kemasan kotak kecil." Ucapnya lagi setelah Nicolette menerima paper bag tersebut.
__ADS_1
Mata Nicolette berbinar mendengar penjelasan dari Dante.
"Wah ini kesukaanku, terimakasih Dante." Ia tersenyum manis.
Tak lama kemudian jemputannya datang.
"Dante,aku duluan ya.Da." Ujarnya sambil melambaikan tangan lalu masuk kemobil.Ia meninggalkan Dante yang tersenyum melihat tingkah lakunya.
......................
Mansion keluarga Mateo...
Benvolio tampak tengah bersama Kim,mereka berusaha membobol password pintu kamar Luzio.Sudah dua jam ia tidak bersuara sama sekali.
Lima menit kemudian,Kim berhasil membuka pintu tersebut.Merekapun masuk.
Mereka terkejut melihat tuannya tengah terbaring di lantai dengan keadaan yang begitu menyedihkan di tambah kamar yang terlihat seperti habis di rampok orang dengan barang yang sudah berserakan di lantai dan beberapa guci pecah.
Mereka berduapun memapah Luzio menuju kamar sebelahnya.Kim segera memanggil dokter Bryan sementara Benvolio menjaga bosnya itu.Suhu tubuh Luzio sangat tinggi.
"Ashley,tolong kau dan beberapa orang bereskan kamar tuan, kemudian siapkan air hangat dan pakaian untuk tuan." Titah Benvolio.
"Baik Tuan." Ashley pun pergi menjalankan tugasnya.
Setelah Dokter Bryan memeriksa dan menulis resep obat,ia mengobrol sebentar dengan Benvolio dan Kim.
Ia sangat terkejut mendengar penuturan Benvolio dan Kim perihal keadaan sahabatnya itu.Menurut Bryan,Luzio adalah seseorang yang dingin dan keras kepala.Jadi,ia tidak mengira sama sekali jika Luzio akan mangalami depresi sampai seperti ini.Bahkan penampilannya sudah seperti gembel.
Beberapa menit kemudian,Bryan pamit pulang.
"Kau sudah bangun,makan dan minum obatmu." Ujar Benvolio sambil menyiapkan makanannya.Sementara Kim membantunya duduk.
"Aku tidak mau apa-apa.Aku hanya mau Nicolette!." Ujar Luzio lemah.
"Tapi tuan,tuan harus makan,minum obat dan membersihkan diri dulu.Bagaiman Nyonya muda mau menemui anda dengan penampilan anda yang,uh seperti gelandangan." Ujar Kim kepada tuannya itu.
"Kim benar,Zi.Nicolette tidak akan mau menemuimu.Kai bau sekali."
Setelah di paksa akhirnya Luzio pun mau makan dan meminum obat,lalu mandi dengan air hangat.
"Nah sekarang kau sudah rapih, kamarmu juga sudah rapih,aku akan menjemput istrimu.Kim,kau jaga dia ya?"
Lalu Benvoliopun pergi menemui Nicolette.
......................
Di mansion keluarga Nicole...
Benvolio baru saja sampai dan langsung di antar salah seorang bodyguard menuju halaman belakang.Nicolette sedang di halaman belakang.
Melihat kedatangan Benvolio, Nicolette pun menyambutnya.
"Oh,hai,Ben.Sudah lama aku tidak melihatmu.Apa kabar mu?."
"Aku baik-baik saja Nyonya."
__ADS_1
"Duduk dulu Ben,kau mau teh,kopi, atau wine? Aku punya semua." Tawar Nicolette kepadanya.
"Ah,tidak perlulah repot-repot nyonya.Kedatanganku kesini sebenarnya ingin menyampaikan sesuatu....."
Kemudian Benvolio menceritakan semuanya tentang keadaan Luzio dan tentang kebenaran yang baru saja ia dapatkan dari Kim.
Nicolette menangis.Hatinya sensitif sekali akhir-akhir ini.
"Nyonya,jangan menangis.Tuan baik-baik saja.Jadi mari ikut aku.Kita kembali ke mansion Mateo."Ajak Benvolio.Ia panik melihat nyonyanya itu menangis.
Nicolette pun kemudian masuk kedalam.Sampai di dalam mereka bertemu keluarga Nicole yang tengah berkumpul.
"Hai Ben.Tumben kau kemari?." Tanya Marcello.
"Tuan apa kabar?."
"Baik Ben."
"Ada apa Ben.Apa ada masalah?." tanya tuan Lucas.
"Tidak ada tuan,saya kemari ditugaskan oleh tuan Luzio untuk menjemput Nyonya.Tuan tidak bisa menjemput karena sedang di perjalanan." Ujarnya berbohong.
"Oh,ya sudah.Sampaikan salam kami dengan Luzio." Ujar nyonya Laurenzio lagi.
Setelah berpamitan, merekapun berangkat ke mansion utama keluarga Mateo.
......................
Di mansion keluarga Mateo...
Tampak Luzio sedang gusar menunggu istrinya itu yang tak kunjung datang.
"Sabar tuan,tidak lama lagi mereka sampai." Kim mencoba menenangkan tuannya itu.
Tak berapa lama kemudian terdengar hentakan sepatu memasuki kamar.
Wajah Luzio langsung berbinar melihat kepulangan istrinya.Ia melempar selimutnya lalu berdiri dan berlari memeluk erat istrinya itu.
Sementara Nicolette masih terkejut karena mendapat Kim ada di sini.
"Sayang, akhirnya kau kembali.Aku nyaris mati tanpamu."
"Aku ini hiperbola sekali.Bisakah kau lepaskan aku? Ada Ben dan Kim di sini"Ujarnya malu.
Kemudian Luzio melepaskan pelukannya.Setelah semuanya duduk.Benvolie menjelaskan semuanya,mulai dari Kim yang tiba-tiba bisa berada di sini,Luzio yang sakit hingga tentang Ruby.
"Hiks....hiks....Maafkan aku yang sudah berburuk sangka padamu." Ujar Nicolette sambil menangis sesenggukan.
"Shuuuut,it's okay babe.Yang penting semua sudah jelas sekarang dan maaf aku telah membuatmu menangis." Kemudian Luzio menarik istrinya itu di pelukannya.
Benvolio dan Kim memilih pergi daripada harus melihat keromantisan mereka.Maklum mereka jomblo.Tapi baru saja mereka akan keluar, tiba-tiba datang seorang wanita.
"Sayang,aku datang.Dan oh hai calon mantan istri Luzio." Ujar wanita itu.
......................
__ADS_1
BORAHAE SEKEBON SEMUANYA 💜