My Crazy and Possesive Mafia

My Crazy and Possesive Mafia
BAB 49 (Bagian Dari Masa Lalu Luzio)


__ADS_3

Pagi ini setelah Luzio berangkat ke kantor, Nicolette bersiap-siap pergi ke rumah sakit.Ia pergi bersama dengan dua orang bodyguardnya.


Setelah sampai di rumah sakit,dengan bantuan dokter kandungan ia bisa menemui wanita itu.Nicolette terpaksa berpura-pura sakit perut agar bodyguard itu tidak mengikutinya.Sang bodyguard masih setia menunggu di luar ruangan dokter kandungan sedangkan Nicolette sudah berapa di ruangan wanita itu.


Nicolette merasa iba melihat kondisi seorang wanita yang terbaring lemah dengan beberapa selang dan alat medis terpasang di tubuhnya.Wanita itu tampak kurus,pucat dan menyedihkan sekali.


"Duduklah,dia adalah mantan kekasih Luzio dan ini adalah anaknya." Ujar wanita yang ia temui di kafe kemarin.


Mata hazelnya kembali meneteskan air mata.Ada beberapa perasan yang tengah mendominasi hatinya saat ini.Sangat menyakitkan ketika ia baru saja merasakan kebahagiaan yang luar biasa dan kini harus hancur karena bagian dari masa lalu suaminya.


Nicolette duduk di sofa yang sudah tersedia di sana.Ia memandang anak perempuan yang memang tampak mirip dengan suaminya.Mata anak itu menatapnya dengan tatapan takut.


"Aku tau ini sangat menyakiti hatimu,aku minta maaf.Tapi aku sungguh tidak bisa lagi membiarkan ibunya terus seperti itu.Ia sering memanggil nama Luzio di koma panjangnya.Aku hanya ingin Luzio tau bahwa dia memiliki anak" Ujar wanita itu lagi.


Ia buru-buru menyeka air matanya.


"Tidak apa-apa,maksud anda juga baik.Jika boleh tau,siapa nama anda,anak manis ini dan ibunya?." Nicolette berusaha tersenyum palsu.


"Namaku Elena dan itu adikku Helena.Sedangkan anak ini bernama Clarissa.Aku ingin bercerita panjang padamu,tapi mungkin belum saat ini."


"Bolehkah aku menyentuh anak itu.?" Pinta Nicolette.


Elena mengangguk lalu mempersilahkannya.


"Hai cantik,kau tidak perlu takut.Perkenalkan aku Nicolette,kau bisa memanggil aku Tante Nic." Nicolette berusaha tersenyum sambil menyentuh pipi anak tersebut.Ia tidak mau anak tersebut ketakutan karenanya.


"Sudah hampir lima bulan Helena koma,aku tidak tau apakah dia bisa bangun lagi atau tidak,aku hanya ingin Luzio untuk menjenguknya.Dan....." Wanita itu tampak ragu-ragu untuk meneruskan ucapannya.


"Mengakui anaknya.Itu kan yang ingin kau katakan?." Ia meneruskan ucapan Helena.


"Kau tau,aku juga seorang wanita.Ini memang menyakitkan untukku tapi aku tidak boleh egois memisahkan anak dari ayahnya."Ia kembali meneteskan air matanya.


Kini suasana di sana hening beberapa saat.


"Tante,kau cantik sekali.Jika kau menangis maka cantiknya bisa hilang." Ucap gadis kecil itu sambil mendekatinya.


Nicolette mencoba tersenyum.Sejujurnya sangat menyakitkan ketika tahu bahwa suaminya memiliki anak.Meskipun ia tidak berselingkuh tapi tetap saja sakit rasanya.


"Aku harus pergi,jika lama-lama aku takut bodyguard akan mencari ku,aku janji besok aku akan mempertemukan mereka."


Nicolette lalu membungkuk dan pamit pergi.


......................

__ADS_1


Di mansion utama keluarga Mateo...


Nicolette melangkahkan kakinya memasuki bangunan yang bak istana bergaya klasik itu.


"Dari mana saja kau?." Suara husky milik suaminya itu mengagetkannya.


"Dari rumah sakit." Jawabnya acuh lalu naik ke atas menuju kamar.


Suaminya mengikutinya dari belakang.Setelah mereka sampai di kamar,suaminya memandangnya penuh pertanyaan dan sedikit menampilkan wajah yang emosional.


"Katakan sejujurnya,kau habis dari mana?"


"Dari rumah sakit.Apa kau tidak mendengarkan ketika aku menjawab tadi?." Ia tampak begitu kesal dengan suaminya.


Suaminya lalu mencengkram kedua lengan tangannya.


"Ada apa dengan mu,ha?! Apa aku melakukan kesalahan?! Sudah dua hari ini kau bertingkah sekali mengabaikan aku." Amarah sang suami pecah sehingga mengeluarkan suara agak tinggi.


Nicolette tidak menjawab.Sudut matanya terus meneteskan buliran bening.Entah karena hormon kehamilannya atau karena memang suaminya sudah keterlaluan,tapi ia sangat kecewa dengan sikap suaminya yang agak kasar kepadanya.


"Baguslah,kau sudah menunjukkan sifat aslimu sekarang." Ia tersenyum getir.


Suaminya lalu melepaskan cengkraman tangannya.Ia lalu mengusap kasar wajahnya.


"Taukah kau Zi,di dunia ini aku paling benci penghianatan dan ketidakjujuran.Kau memang tidak berkhianat,tapi kau tidak jujur padaku." Ia menatap sendu suaminya.


"Kenapa kau tidak pernah bercerita tentang Helena? Dan kenapa kau mengelak dari sebuah fakta besar bahwa kau sudah memiliki seorang putri?!."


Sang suami lalu terdiam,wajahnya penuh marah bercampur rasa terkejut.


"Anak?aku punya anak? Apa yang aku katakan? Aku sama sekali tidak mengerti." Ujar sang suami.


"Cih,kau dan Helena memiliki anak di luar nikah tapi kau tidak mengakuinya!."


"Dari mana kau tau tentang Helena,siapa yang memberitahu mu?."


Nicolette tidak menjawab,ia mengigit bibirnya menahan rasa sakit di hati dan rasa nyeri di perutnya.Ia hampir saja melupakan bahwa kini ada nyawa di perutnya.Ia duduk di sudut ranjang sambil memegangi perutnya.Sungguh rasa nyeri itu sangat menyakitkan hingga ia tidak perduli lagi dengan sang suami.


"Hei,kau kenapa?." Suaminya tampak panik melihatnya yang kesakitan.


Ia tidak menjawab apapun.Ia merasa saat ini perutnya begitu sakit dan ia merasakan ada sesuatu yang mengalir di selangkangannya.Dan perlahan kesadarannya menurun hingga semuanya menjadi gelap.


......................

__ADS_1


Rumah sakit Mateo Group...


Nicolette membuka matanya perlahan.Ia tidak akan bertanya saat ini sedang di mana.Ia sudah tahu karena ruangan ini tampak tidak asing baginya.Ya,ini ruangan VIP yang ia tempati beberapa bulan lalu ketika ia terluka.


Ia mendesis sambil memegangi perutnya.


"Apa kau baik-baik saja sayang?." Gumam Nicolette sambil memegangi perutnya.


"Kau sudah sadar?.Maafkan aku jika aku tadi terlalu kasar.Kita hampir saja kehilangan anak kita." Suaminya itu ikut mengusap perutnya.


Suaminya meneteskan air matanya.Ini yang pertama kali ia melihat suaminya menangis.


"Kata dokter,kau kontraksi karena terlalu banyak pikiran.Aku mohon jangan berpikir macam-macam.Aku tidak mau kehilangan kalian berdua,kalian segalanya bagiku.Aku sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi selain kakek dan kalian.Maafkan aku" Suaminya lalu menangis di perutnya dengan posisi menunduk.


Melihat suaminya menangis,ia pun ikut menangis.Ia tidak tahu harus bagaimana sekarang.Semuanya tampak rumit.


"Zi, berhentilah menangis.Aku akan memaafkan mu tapi ada syaratnya."


"Apa itu?" Luzio mengangkat kepalanya.


Ia diam sejenak memberi jeda untuk berbicara.Ia harus menguatkan hatinya karena ini bukanlah hal yang mudah baginya.


"Tolong temui Helena dan anakmu Zi.Helena sedang berjuang antara hidup dan mati dan anakmu tolong kau akui dia,dia sangat mirip dengan mu Zi jadi berhentilah mengelak.Aku tidak apa-apa dan aku janji tidak akan memberi tahu keluarga kita tentang ini."Tuturnya pelan.


Suaminya memandang wajahnya yang tampak sedang memohon.


"Aku tidak tau hatimu terbuat dari apa.Kenapa kau begitu lembut dan pemaaf?.Tapi baiklah demi mu apapun akan aku lakukan.Tapi tolong tetaplah di sisiku."


"Iya Zi."


Luzio kemudian memeluknya.


......................


Sementara di suatu tempat...


Tampak seorang lelaki tengah duduk sambil memegang batu nisan.


"Tenang,aku akan membalaskan dendam mu mom.Akan ku pastikan keluarga Mateo hancur."


Tangannya kemudian mengepal erat.Sorot matanya menyiratkan bahwa ia sedang menyimpan dendam dan kemarahan yang tinggi.


...****************...

__ADS_1


Hi,maaf ya kalo di cerita ini banyak typonya.🙏


BORAHAE SEMUANYA 💜


__ADS_2