My Crazy and Possesive Mafia

My Crazy and Possesive Mafia
BAB 61 (Sebuah Ide Gila)


__ADS_3

Kini di dalam ruangan itu terasa hening.Semua orang memijat pangkal hidungnya kecuali Nicolette yang berdiri dengan cengengesan.


"Jadi sayang,bisa kau jelaskan semua ini?." Tanya sang suami sambil menatapnya.


Nicolette kemudian duduk di sofa dan menjawab."Sebenarnya aku sudah lama belajar coding dan dunia per-hackeran,hanya saja aku kurang percaya diri dan memilih menyembunyikannya.Mami,papi dan kak Marcello pun tidak ada yang tau."


"Anda sudah membuat kami kelimpungan nyonya muda." Ujar Benvolio lagi.Mengingat kejadian di markas tadi,tentu saja ada rasa kesal di hati Benvolio.


"Ah maafkan aku,aku melakukan itu karena aku merasa curiga dengan seseorang.Aku mulai mencari informasinya dan mencocokkan dengan berbagai fakta dan,ya akhirnya aku tau Dante itu siapa." Ujarnya lagi.


"Bro,jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya?." Tanya Benvolio kepada Luzio.


"Kita sudah mendapatkannya bukan,nah kita hanya perlu mengikuti permainannya hingga dia tidak sadar bahwa dialah yang sedang di permainkan." Luzio kemudian menyeringai.


"Kim,kau terus awasi dia dan segala pergerakannya." Titahnya kepada Kim.


"Baik Tuan."


"Aku punya ide!." Seru Nicolette tiba-tiba.


"Ide?ide apa?." Tanya Luzio.


Lalu Nicolette mengisyaratkan agar mereka mendekat lalu Nicolette berbicara pelan.Padahal meskinya berbicara dengan suara kuat tidak ada yang akan mendengarkan selain mereka,dan bodohnya juga sang suami berserta bawahnya mengikuti instruksinya.Nicolette sebenarnya menahan tawanya.


"Kau gila sayang!.Aku tidak setuju." Ujar sang suami emosi setelah mendengar ide gilanya.


"Tapi,tuan bukankah hanya cara ini yang paling mudah untuk menjebaknya?.Kita sudah tidak ada pilihan lain lagi,kalaupun ada itu lebih rumit dan belum tentu si bereng-sek itu berhasil kita tangkap." Ujar Kim yang lain tampak setuju kecuali Luzio.


Nicolette kemudian memegang tangan suaminya itu dan tangan sebelah mengelus rahang tegas milik sang suami.


"Zi,lihat aku." Ia berusaha menenangkan suaminya.


"Ini hanya sebuah permainan tanpa melibatkan perasaan serius.Kita hanya perlu berpura-pura." Ujarnya lagi.


Suaminya terdiam beberapa saat,ia tampak memejamkan mata dan berpikir.Sejurus kemudian,"Oke,baiklah.Tapi jika kau kenapa-kenapa dan dia berbuat yang tidak-tidak.Aku tidak akan mentoleransi siapapun yang terlibat di rencana ini Termasuk juga Ben dan Kim."


Benvolio dan Kim melotot kearah Luzio.


"Oh ayolah bro,ini semua demi mu juga." Ucap Benvolio lagi.


Mereka terus berdebat, sementara Nicolette hanya tersenyum memandang mereka.


......................


Mansion utama..


Nicolette baru saja mandi,.Hanya mengenakan underwear,ia langsung memakai beberapa bodycare sebelum mengenakan pakaiannya.Dengan telaten ia mengusap permukaan kulitnya.Setelah itu ia mengenakan piyama tidur lengan pendek.Meskipun sebenarnya hari masih sore.


Ia lalu mencepol rambut,berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil dua kotak kecil susu stroberi kesukaannya.Ia mengambil buku lalu duduk di sofa kamar.


Terdengar suara password pintu di tekan dan tak lama kemudian tampaklah sosok mahluk tampan.Ya,suaminya tercinta itu baru saja selesai bermain pingpong dengan Benvolio dan Kim di halaman belakang.

__ADS_1


Melihat sang suami datang,ia tersenyum.


"Cepat mandi, setelah itu temani aku di sini." Ujarnya.


Sang suami duduk mendekatinya lalu mencium wajahnya bertubi-tubi.


"Ah,Zi kau bau keringat." Ujarnya lagi sambil berusaha menjauhkan wajahnya.


"Kenapa kau malah mende-sah sayang?kau menggoda ku ya?."


"Tidak,kau saja yang over hormon!." Jawabnya ketus.Sang suami menatapnya gemas.Ia lalu pergi ke kamar mandi.


"Dasar om-om kelebihan hormon!" Gerutunya setelah sang suami masuk kamar mandi.Ia kemudian melanjutkan membaca bukunya.Kali ini ia membaca buku tentang bunga dan berbagai manfaat dan bahaya yang terkandung di dalam bunga tersebut.


......................


Keesokkan harinya...


Hari ini Nicolette harus menjalankan rencana kemarin.Ia tampak begitu bersemangat.


Luzio sudah ke kantor,jadi ia berangkat sendiri.Nicolette menyetir mobil sendiri tapi tidak lupa dengan bodyguardnya yang mengikutinya dari belakang dan juga kamera tersembunyi yang sudah di pasang Kim untuk mengintai.


Hari ini Nicolette sengaja membuat janji ngopi di kafe bersama Dante.Ya semua ini adalah bagian dari rencana mereka.


......................


Di kafe.


"Uh rupanya dia sangat antusias." Gumamnya pelan dengan smirk sambil berjalan menghampiri Dante.


"Hi,Dante.Sudah lama?" Tanya Nicolette lalu duduk.


Dante tersenyum dan menjawab."Belum,baru sekitar sepuluh menit."


Mereka kemudian memesan kopi dan beberapa toast bread.


Di sela-sela makan,Dante tiba-tiba menyentuh sudut bibirnya dan itu membuatnya membeku beberapa saat.


"Em,maaf.Kau makan belepotan." Ujar Dante kepada Nicolette.


"Sial! menggelikan sekali!." Ujar Nicolette di dalam hatinya.


"Em,lain kali tidak perlu,kau hanya cukup mengatakannya saja." Ujarnya sambil tersenyum.Ia terpaksa harus pura-pura tersenyum.


Mereka kemudian melanjutkan menikmati menu yang mereka pesan.


"Oh ya Nic,setelah ini kita ke GrandBook's saja ada buku-buku bagus tentang botani di sana.Aku yakin kau pasti menyukainya." Ajak Dante.


GrandBook's adalah toko buku terbesar di negara mereka.


"Boleh, kebetulan aku juga perlu mencari beberapa informasi tentang tumbuhan yang ampuh untuk membunuh hama." Jawab Nicolette tanpa menoleh sedikitpun ke arah Dante

__ADS_1


"Hama?apa kau mulai berkebun?." Tanya Dante lagi,ia tidak sadar jika yang di maksud hama oleh Nicolette adalah dirinya.


"Tidak,hanya saja di lahan ku akhir-akhir ini banyak sekali hama." Jawab Nicolette lagi.


Mereka lanjut mengunyah toast bread yang mereka pesan dan sesekali meminum kopinya.Setelah selesai, merekapun pergi ke GrandBook's.


......................


Kantor pusat Mateo Group.


Luzio sedang di lingkupi rasa emosi, bagaimana tidak ia melihat dari CCTV yang di pasang di kafe tersebut bahwa lelaki bereng-sek itu menyentuh wajah istrinya.


"Awas saja,jika sudah dapat nanti akan ku potong jari-jarinya." Ujar Luzio kesal.


Kini ia mulai agak sedikit ragu dengan rencana yang di buat istrinya itu.Ia juga takut jika hal yang tidak-tidak akan terjadi.Tapi ia buru-buru menepis semuanya.Ia mengingat apa-apa yang telah ia lalui bersama istrinya juga penderitaan dan rentetan masalah.Ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk menangkap musuh lamanya itu.


Ia lalu sedang memikirkan,jika musuhnya itu nanti berhasil di tangan,cara apa yang paling "enak" untuk membunuhnya.Haruskah ia mengulitinya terlebih dahulu lalu erendamnya terlebih dahulu di air garam sebelum di bunuh?Atau memotong jari-jarinya kaku memisahkan anggota geraknya terlebih dahulu?.Ah ada banyak sekali cara bukan?.Ia lalu tersenyum dan menyeruput kopinya lalu kembali berkutat dengan beberapa dokumen.


......................


GrandBook's...


Nicolette dan Dante sedang berkeliling sambil mencari beberapa buku.


"Jadi apa sebenarnya kegiatan mu Dante?.Tidak adil bukan kau tau semuanya terjadi ku,tapi aku tidak."Ujar Nicolette santai.


Dante tertawa lalu menjawab,"Saat ini aku sedang fokus menyelesaikan pendidikan S2 ku dan aku juga sedang belajar mengelola perusahaan dan beberapa bisnis milik ayahku."


"Oh.Kau pasti repot sekali ya?."


"Tidak,semua sudah ada yang handle.Aku hanya memantau tanpa terjun langsung,kecuali kepada darurat baru aku terjun langsung.Nanti kapan-kapan aku ajak kau main ke sana." Ujar Dante dengan santainya.


"Benarkah?." Tanya Nicolette.


"Ya,tentu saja.Kau adalah teman ku.Aku bahkan tidak pernah memberitahukan ini kepada siapapun bahkan mengajak orang untuk kesana.Hanya padamu."


Dante tidak tahu bahwa pembicaraan mereka sudah di sadap dan segala gerak gerik merek dipantau dari kejauhan.


"Oh iya Nic,kau tumben tidak di kawal bodyguard.Apa kau sudah mulai bosan dengan peraturan suamimu."


Mendengar itu, Nicolette segera menjawab,"Tidak,aku hanya ingin freetime saja.".Kemudian ia mengembangkan pipinya sambil memilih buku


"Dih apa-apaan mulutnya itu.Sungguh aku ingin memukulnya dengan sepatu ku." Gerutu Nicolette dari dalam hati.


"Oh begitu,kau begitu menggemaskan sekali Nic.Aku semakin menyukai mu." Ujarnya pelan.


"Kau bilang apa tadi?." Tanya Nicolette...


"Em,hehehe.Anu,em,itu..............".....


...****************...

__ADS_1


*Terimakasih untuk kalian semua,semoga kalian selalu sehat ya.T*E AMO SEMUANYA 💜


__ADS_2