My Crazy and Possesive Mafia

My Crazy and Possesive Mafia
BAB 25 ( Insiden di Kantor Mateo Group)


__ADS_3

Suara pintu kamar Nicolette yang di buka kasar oleh seseorang.Nicolette terkejut.Laki-laki dengan aura seperti ingin membunuh datang dan menghampiri Luzio lalu menghajarnya lagi.


Ya, laki-laki itu adalah Marcello.


"Kau sungguh bereng-sek, bia-dap,kepa-rat!.Susah payah aku menjaga adik ku kau malah merusaknya"ucap Marcello sambil memegangi kerah baju Luzio.Ia begitu marah sekarang.


"Kak,sudah hentikan.Kasian dia"Nicolette tampak memohon kepada sang kakak.


"Cih,kau bahkan membelanya.Aku kecewa padamu princess" ucap Marcello.


"Tapi apa mau di kata.Semua sudah terjadi.Dulu kepa-rat ini berjanji padaku jika dia menyentuh mu sebelum kalian menikah dia akan menyerahkan kepalanya untuk ku penggal tapi aku juga tidak mungkin membunuh lelaki baji-ngan ini.Aku tau kau juga sangat mencintainya bukan?"


"Maaf kak,aku tau aku salah juga di sini"tangis gadis itu pecah lagi.Marcello lalu menarik adiknya itu ke pelukannya.


"Ya,aku tau itu.Jadi sekarang hapus air matamu.Dan kau lelaki kepa-rat,jangan mentang-mentang aku menyetujui pernikahan kalian lantas kau akan berbuat seenaknya saja pada adikku.Ingat aku mengawasi mu.Kau buat adikku lecet sedikit saja,nyawamu bayarannya!".Mata Marcello menatap nyalang ke arah Luzio.


Luzio kemudian bangkit lalu berkata dengan mantap"Tenang saja,aku akan menjaganya dengan segenap jiwa dan ragaku.Tak akan ku biarkan siapapun menyakitinya.Aku akan membunuh siapapun yang menyakitinya.


......................


Satu hari setelah kejadian menghebohkan itu,pernikahan Nicolette dan Luzio akan di adakan dua hari lagi.Semua sudah di persiapkan oleh sang kakek.Mulai dari gedung tempat berlangsungnya acara hingga vendor Wedding Organizer.


Hari ini Nicolette dan Luzio sedang berada di sebuah toko pakaian ternama.Mereka sedang mencoba baju pengantin.


"Bagaimana,apa yang ini bagus?"tanya Nicolette.Ia memperlihatkan gaun pengantin putih yang ia pakai.Ia memilih gaun pengantin dengan model off the shoulder wedding dress.Gaun pengantin itu memiliki model tanpa lengan.Hannya sebatas dada saja,ini sangat cocok dengan Nicolette yang memiliki leher jenjang.


"Tidak.Aku tidak suka aset bulatmu itu di lihat oleh orang lain.Ganti gaun yang lain!" jawab Luzio.


"Tapi ini bagus"


"Bagus apanya.Lihat,milik ku menyembul seperti itu"


"Is,dasar pengatur!"gadis itu mengerucutkan bibirnya kesal.Ia lalu masuk ke ruang ganti dan mengganti gaun di bantu dengan dua orang asisten wanita.


"Apakah ini sudah pas dengan ku?"tanya Nicolette malas.Kali ini ia mengenakan gaun model ball gown dengan bagian dada yang tidak terlihat seperti tadi.Model gaun ini setidaknya memiliki lengan dan bagian atasnya membentuk v neck yang tidak terlalu panjang,sehingga aset bulat miliknya tidak akan menyembul seperti gaun yang tadi.


"Nah,yang ini lebih cocok untuk mu"Jawab Luzio


"Nih,ying ini libih cicik intik mi,dasar pengatur!" ucap Nicolette kesal sambil menirukan ucapan Luzio tadi.Ia kemudian kembali masuk ke ruang ganti.Sementara Luzio hanya terkekeh melihat kelakuan gadisnya itu.


......................


Selesai memilih gaun,mereka makan siang bersama di sebuah restoran mewah bintang lima.Luzio telah memesan satu lantai hanya untuk makan siangnya bersama Nicolette.


"Makan yang benar,lihatlah di sudut bibirmu ada saus steak"Ucap Luzio sambil mengusap lembut bibir Nicolette dengan tisu.Nicolette hanya mendengus kesal.


"Habis ini aku akan mengajak mu ke kantor ku"

__ADS_1


"Ha?kenapa kau mengajak ku ke kantormu?".Gadis itu kini tampak bingung.


"Sore nanti aku ada rapat penting dan tidak bisa di tunda.Kau harus ikut aku" jawab Luzio sambil mengelap tangannya dengan sapu tangan yang sudah di sediakan di sana.


"Kenapa aku tidak pulang saja?"


"Tidak,kau harus ikut aku"


"Kau ini benar-benar pemaksa sekali ya!"gadis itu tampak kesal.


Setelah selesai makan,merekapun menuju ke kantor pusat Mateo Group.


......................


Mateo Group.


Luzio dan Nicolette baru saja memasuki kantor pusat Mateo Group.Gedung pencakar langit lima orang lantai ini, seluruhnya adalah milih Luzio.


Semua orang membungkuk melihat bos mereka datang.Luzio hanya diam saja dan memasang wajah datarnya.Namun berbeda dengan Nicolette,sejak masuk ia sudah memasang senyuman manis.Mereka menuju lift untuk naik ke lantas paling atas.Di sanalah ruangan milik Luzio berada.


Tidak butuh waktu lama,mereka sudah sampai di ruangan pribadi milik Luzio.


"Kau tunggu di sini ya,aku ada rapat.Di kulkas ada minuman kesukaan mu dan di laci nakas itu ada camilan kesukaanmu.Kau bebas melakukan apapun di sini.Jika kau butuh apa-apa, bodyguard ku ada di luar."Ucap Luzio pada gadis itu.


"Baiklah,tapi kau lama-lama"


Sementara Luzio sedang rapat dengan beberapa orang, Nicholette tengah rebahan di sofa sambil menonton film kesukaannya dan menikmati camilan.Tak lupa susu stroberi kesukaannya juga.


Satu jam telah berlalu,dan gadis itu tampak bosan.Lalu ia keluar dari ruangan tersebut


"Nyonya muda anda mau kemana?"tanya seorang bodyguard.


"Oh hai,jangan panggil aku dengan sebutan nona muda.Itu menggelikan bagiku"Ucap Nicolette kepada para bodyguard itu.


"Tapi itu perintah dari Tuan,nyonya.Kami tidak mau melanggarnya.Kami masih sayang nyawa kami"jawab salah satu bodyguard.


"Cih,kalian takut dengan dia.Tenang saja,jika yang meminta kalian tidak akan kenapa-kenapa"tutur gadis itu sambil tersenyum.


"Aku tengah bosan,bisakah kalian temani aku berkeliling dan melihat-lihat gedung ini?"Ajak gadis itu lagi.


"Baiklah,tapi kami harus izin dahulu dengan Tuan Luzio"Mereka lalu menghubungi Luzio.Setelah mendapatkan izin,merekapun menemani Nicholette untuk berkeliling.Nicolette ingin memulai dari loby terlebih dahulu.


Setelah sampai di loby, Nicolette tampak girang sekali.Entah mengapa ia menyukai desain interiornya.Perpaduan warna hitam dan gold yang epic juga ada beberapa tanaman indoor menambah kesan Nicolette menjahili bodyguard Luzio,ia berlari sambil sembunyi agar mereka tidak tahu dimana dirinya berada.


Saat Nicolette sedang berjalan sambil menoleh kebelakang tiba-tiba saja, bruk! Nicolette menabrak seseorang dan es kopi orang tersebut tumpah dan sedikit mengenai pakaiannya.


"Hei,gunakan matamu ketika berjalan"ucap orang itu yang ternyata adalah seorang wanita.

__ADS_1


"Oh maaf Bu,saya tidak sengaja"Lalu Nicholette membungkuk sopan.


"Apa!?kau panggil aku apa!?Bu?aku bukan ibu-ibu bocah sialan"


Nicolette terdiam sambil memandangi wanita itu dari bawah ke atas.Pakaian wanita itu lebih mirip seorang ***-*** dari pada karyawan kantor.


"Apa kau lihat-lihat hah!? karena kau sudah menumpahkan minuman ku dan mengotori pakaianku rasakan ini" wanita itu kemudian menumpahkan segelas kopi ke kepala Nicolette.


"Apa yang anda lakukan kepada Nyonya muda?" tanya bodyguard yang ternyata sudah ada di belakang Nicolette.


"Apa,nyonya muda?hahahaha" tawa wanita itu pecah.


"Akulah nyonya muda,aku calon istri Luzio"Lanjutnya lagi.Ia tampak percaya diri sekarang.


Nicolette tampak meremat tangannya.Ia tampak marah.Seumur hidupnya belum pernah ada orang yang berani melakukan ini padanya.


Plak!


Nicolette mendarat tamparannya di pipi mulus wanita itu.Mata wanita itu membola kaget.Seluruh karyawan memandang kearah mereka.


"Hei,ja-lang! dengarkan baik-baik.Aku sudah meminta maaf dengan mu,tapi kau malah keterlaluan kau pikir aku takut ha!?"Ucap Nicolette sambil menjambak rambut gadis itu.


"Ada apa ini?" pemilihan suara bariton khas itu adalah Luzio.


"Hei,kau kenapa?" Luzio kaget melihat pakaian sang gadis menjadi kotor dan rambutnya basah.


Nicolette tidak menjawab.Ia lalu melepaskan jambakannya pada rambut wanita itu.


Kemudian wanita itu langsung berhambur memeluk Luzio.


"Lihat,Zio ia menamparku,menjambak ku padahal aku sudah minta maaf saat menabraknya"Ucap wanita itu dengan nada yang menjijikkan.


"Lepaskan!" Luzio menghempaskan tangan wanita itu.


"Jelaskan apa yang terjadi?"tanya Luzio kepada bodyguardnya yang kini tengah ketakutan.Mereka takut di hukum tuannya itu karena lalai menjaga kesayangannya.


Lalu salah satu bodyguard itu menjelaskan ceritanya dari awal hingga akhir.Setelah mendengar semua lalu Luzio menarik Nicolette kepelukannya.Ia lalu menatap tajam ke arah wanita itu.


"Kau bawa ja-lang ini ke markas"titah Luzio kepada bodyguardnya.Ia lalu berjalan sambil memeluk gadisnya itu meninggal wanita tadi yang terus berteriak minta agar Luzio melepaskannya.Namun Luzio tidak perduli sama sekali dengan wanita itu.


"Kalian semua lihat apa!?,cepat bubar dan kembali bekerja.Lupakan apa yang barusan kalian lihat!"ucap salah satu bodyguard.Kerumunan itupun bubar.Mereka masih sayang dengan nyawa mereka.Mereka tahu betapa mengerikannya bos mereka ketika marah.Bahkan Luzio pernah membunuh koruptor di depan mata karyawan mereka.


...****************...


Hay guys,sekian dulu ya.Lanjut besok🤗


BORAHAE SELAUT PARA READERS KU 💜

__ADS_1


__ADS_2