My Crazy and Possesive Mafia

My Crazy and Possesive Mafia
BAB 62 (Sisi Lain Dante)


__ADS_3

"Oh begitu,kau begitu menggemaskan sekali Nic.Aku semakin menyukai mu." Ujarnya pelan.


"Kau bilang apa tadi?." Tanya Nicolette...


"Em,hehehe.Anu,em,itu..............".....


"Aku tidak mengatakan apapun,hanya mengatakan bahwa aku lapar,ya aku lapar.Jadi ayo kita pergi mencari makan".Ujar Dante gugup sambil menarik tangan Nicolette untuk mencari makan.


"Tiba-tiba sekali?,aku harus membayar buku ini dulu." jawab Nicolette lagi.


Nicolette lalu menuju kasir untuk membayar bukunya lalu pergi ke cafe yang berada di seberang toko buku tersebut.


Sesampainya di sana ia dan Dante memesan beberapa menu.Setelah makan ia lanjut pergi ke sebuah taman.


Sebenarnya Nicolette sudah tampak jengah, bagaimana tidak ia sedang harus berpura-pura biasa saja dengan lelaki yang paling ia benci saat ini.


......................


Taman ..


Nicolette dan Dante tampak sedang membaca sebuah buku dengan serius hingga tiba-tiba terdengar suara tangisan seorang anak kecil.


"Oh hei kenapa kau menangis?." Tanya Nicolette sambil bersimpuh dan memegang dagu anak kecil itu


"Balon ku tersangkut di sana tante." Ujar anak kecil itu sambil menunjuk ke arah pohon.


"Tenang anak manis,biar om saja yang mengambilnya." Ujar Dante tiba-tiba.


Dante dengan cekatan memanjat pohon dan mengambil balon tersebut lalu memberikannya kepada anak tersebut.


"Terimakasih om dan Tante." Ujar anak kecil itu.


Diam-diam Nicolette tersenyum memandangi Dante dan anak kecil tersebut.Ternyata di balik sifat bereng-sek Dante,ia juga memiliki sisi baik.


Jalan-jalan mereka tetap lanjut,hingga sampailah mereka di sebuah depan food court.Suasana sedang hujan,Dante lalu mengeluarkan patung lipat dari dalam rasanya bermaksud untuk memanyungi mereka berdua.


Namun seorang gadis remaja tampak sedang terburu-buru dan akan hujan-hujanan .


Daniel menahan tangan gadis itu.


"Hei,jangan hujan-hujanan.Seragam sekolahmu pasti besok masih kau pakai kan?.Nah pakailah payung ini." Ujar Dante lagi yang mampu membuat Nicolette mengulas senyumannya.


"Tapi nanti kakak dan kekasih kakak akan kehujanan " Ucap gadis itu.


"Apa?!kekasih!?Cih malas sekali aku." Gumam Nicolette dalam hati.

__ADS_1


Dante tertawa mendengar ucapan gadis itu,lalu ia memberikan patung tersebut dan berkata,"Kami tidak akan kehujanan,lihat aku punya payung lain"


Gadis itu akhirnya menerima payung tersebut dan mengucapkan terimakasih lalu pergi.


Setelah hujan reda mereka pergi ke sebuah tempat makan lalu pulang kerumah masing-masing.


......................


Mansion Mateo..


Jam dinding menunjukkan pukul lima sore.Nicollette baru saja selesai mandi dan berganti pakaian.Ia lalu menyisir rambutku dan menjepit longgar.Setelah itu ia lanjut membaca buku.


Beberapa kemudian,terdengar suara password pintu kamar di tekan.Menandakan bahwa suaminya sudah pulang.


"Hai Zi,tumben kau pulang cepat?." Tanyanya kepada sang suami.


Luzio tidak menjawab.Ia melemparkan jasnya dan tasnya ke sembarang tempat,lalu memandangi istrinya dengan sorot mata tajam.


"Sudah puas sayang berduaan dengan si bereng-sek itu!?" Ujar suaminya.


Nicolette tertawa gemas.


"C'mon Zi,ini adalah bagian dari rencana kita.Lagian kau pikir aku gila menyukai lelaki yang sudah menyebabkan anak kita tiada."


"Tapi aku tetep cemburu.Apa tidak bisa kita pakai cara yang lain?."


Suaminya terdiam,ia membalas pelukannya sambil memejamkan matanya.


"Kau mandilah dulu,aku menunggumu." Ujarnya lalu mengigit kecil telinga suaminya.


Sang suami pun mandi.


Setelah mandi.


Betapa terkejutnya Luzio melihat istrinya tengah terbaring di ranjang dengan posisi menggoda dan tubuh mungil istrinya itu hanya terbalut lingerie.


Luzio menelan ludahnya kasar.


"Sayang,apa yang kau lakukan.?"


"Kemarilah Zi,tidak kah kau rindu?" Ujar Nicolette dengan nada manja nan seductive.


Nicolette pun bangkit lalu berjalan mendekati Luzio.Ia langsung menyambar sesuatu kenyal berwarna cerry Luzio.Tak butuh waktu lama mereka saling melu-mat halus di iringi deruan nafas yang memburu.


Luzio yang awalnya sedikit terkejut dengan sikap sang istri pun kini malah semakin berhas-rat.

__ADS_1


Sambil saling melu-mat,Luzio mengangkat sang istri ke gendongan ala koala.Lalu mengarahkan ke ranjang king size milik mereka.Ia membaringkan Nicolette perlahan.


Suara decapan dua orang yang sedang di mabuk has-rat terus menggema hingga .


"Ahhhh,Zi" Satu desa-han lolos begitu saja saat jari-jari kekar Luzio mengelus area miliknya.Seakan di buat mabuk oleh suaminya.


Luzio menge-cup leher jenjang istrinya itu hingga ke area dada dan meninggalkan beberapa tanda kepemilikan di sana.


"Uhh Zi,ja-ngan di gigit." Ujar Nicolette terbata karena kini Luzio tengah menyesap dan mengigit kecil aset bulatnya.Dan seakan menuli,Luzio justru malah semakin ganas menyesap.


Setelah puas,Luzio pindah ke area milik Nicolette.Memasukkan lidahnya hingga empunya hanya mampu mengerang pasrah sambil meremas rambut Luzio untuk menyalurkan rasa nikmatnya.


"Ahhh,Zi uhh yes.Do more please." Ujar Nicolette.


Luzio lalu berhenti dan memandang wajah istrinya yang kini tampak sangat seksi.


Ia berbisik di telinga istrinya," Sure sayang,akan ku buat kau meneriakkan namaku."


Lalu mengenakan pengaman dan mengesekan ujung miliknya ke milik istrinya.Luzio mengunakan pengaman karena sang istri masih terauma dengan kehamilan.


Luzio terus mengesekannya hingga membuat mereka berdua melenguh dan mengerang gila,Hingga


Jleb.


AHHHHH!


Tertanam sempurna di dalam sana.Luzio lalu memompa dengan pelan dan cepat berirama sehingga membuat Nicolette mendesah gila sambil meremat seprai untuk menyalurkan rasa nikmatnya.


Sambil memompa,Luzio menyesap bibir kadang aset bulat Nicolette secara bergantian.


"Ziii,uhhh ahhhh.Kau sung...guhhh gila sayanghhhhh." Rancau Nicolette di bawah kungkungan suaminya itu


Kini kamar itu penuh dengan suara de-sahan dari dua manusia yang sedang di mabuk akan nikmatnya surga dunia.Mereka terus mengulanginya lagi dan lagi hingga beberapa pelepasan bahkan terkadang Luzio mengalami pelepasan di mulut milik istrinya.


......................


Jam dinding kamar menunjukkan pukul delapan malam.Entah sudah berapa lama pasangan suami-istri itu memadu kasih.


Saat ini mereka masih terlelap karena kelelahan.Bagaimana tidak mereka berkali-kali mengalami pelepasan.


Tiba-tiba nada smartphone milik Nicolette berdering.Itu membuat Luzio terbangun dan mengambil Smartphone milik istrinya yang terletak di nakas.


Ia begitu marah saat tau siapa yang menghubungi istrinya.......


...****************...

__ADS_1


Halo guys,maaf karena udah setengah bulan lebih ngga up๐Ÿ™ author bingung mau lanjutin/ngga cerita ini๐Ÿ˜ญ.Tapi isya Allah tetep aku lanjutin.Teruntuk kalian yang selalu nungguin,terimakasih banyak ya.Tanpa dukungan kalian mungkin udah lama cerita ini aku hapus.BORAHAE SEKEBON SEMUANYA ๐Ÿ’œ


__ADS_2