
Hari ini Nicolette berhasil memaksa suaminya untuk menemui Helena.Mereka berdua baru saja tiba di rumah sakit dan langsung menuju ruangan tempat Helena di rawat.
Cklek.
Suara daun pintu di buka.Dan tampaklah di ruangan VIP rumah sakit tersebut seorang wanita bertubuh kurus dengan wajah yang pucat dan tubuhnya terpasang banyak alat medis.Dan di sofa terlihat ada gadis kecil sedang terlelap.Wajahnya mirip sekali dengan suaminya.
"Akhirnya kalian datang." Ucapan Elena yang langsung berdiri.
Mereka saling menatap,tapi berbeda dengan suaminya yang tampak tidak suka.
"Duduklah." Elena mempersilahkan mereka duduk.
Elina kemudian menceritakan semuanya dari awal di mana Luzio dan Helena terlibat salah paham hingga Helena yang kabur keluar negeri dan berusaha membesar Clarissa sendirian.Saat itu Helena sempat di diagnosa menderita kanker serviks stadium awal namun setelah usia kandungannya mencapai usia 4 bulan,puji Tuhan kanker itu perlahan menghilang sehingga ia bisa melahirkan Clarissa dengan selamat.
Namun satu tahun terakhir penyakitnya tiba-tiba muncul kembali dan membuat kesehatannya semakin terpuruk.Helena akhirnya koma selama berbulan-bulan.
Nicolette dan Luzio diam menyimak cerita dari Elena.Air mata Nicolette mengalir begitu saja.Ia sedih mendengar cerita perjuangan seorang Helena dalam membesarkan anaknya sendiri.Namun tidak dapat ia pungkiri hatinya juga merasa sakit.
"Jadi aku mohon,tolong kau ajaklah dia berbicara.Meskipun ia tengah koma,tapi aku yakin ia akan mendengarkan suaramu." Elena bersimpuh di kaki suaminya sambil menangis.
Hati suaminya perlahan melunak.
"Ya, baiklah." Jawab Luzio singkat.
Suaminya lalu berjalan mendekati Helena yang tengah koma lalu duduk di kursi tepat di sebelah ranjangnya.
"Ele.Aku Luzio.Aku tak tau harus mengatakan apa tapi jika memang benar dia anakku maka aku akan bertanggung jawab sepenuhnya dan aku juga minta maaf atas kesalahan ku dulu.Sebagai gantinya aku akan membiayai biaya perawatan mu sepenuhnya dan juga akan menanggung semua biaya yang bersangkutan dengan anak itu sampai ia lulus kuliah dan sukses" Suaminya lalu diam.
Sedangkan Helena entah kenapa ia menangis dalam komanya.Dan perlahan terciptalah senyum kecil seolah merasa senang karena akhirnya sang anak mendapatkan pengakuan.
Luzio kemudian menggenggam tangan Helena.
"Kau tau Ele,saat ini aku merasa seperti seorang baji-ngan rendahan.Maafkan aku karena saat itu aku tidak mengakui anak kita."
Nicolette yang menyaksikan itu memilih untuk pergi.Hatinya begitu sakit menyaksikan semuanya.Munafik rasanya jika ia tidak cemburu dan sakit hati melihat suaminya menggenggam tangan wanita lain.Sindrom kehamilannya juga mendukungnya untuk selalu menangis.Bahkan meskipun tidak ada darah yang memperlihatkan bahwa ia sendang terluka,tapi rasanya sangat menyayat hati.
Nicolette memilih untuk duduk di bangku yang sudah tersedia di depan ruangan tersebut.Ia mengelus perutnya.
"Sayang,kau baik-baik saja kan?Mommy harap kita bisa hidup bahagia dan semoga sifat buruk Daddy mu tidak menurun kepada mu ya sayang.Hati Mommy sangat sakit saat ini,tapi demimu Mommy akan mencoba agar selalu bahagia dan tidak berpikiran buruk agar kau selalu sehat di dalam sana." Ia mencoba berbicara dengan nyawa yang tengah berada di rahimnya.
Kemudian terdengar suara pintu di buka.
__ADS_1
"Sayang,kenapa kau di sini?" Tanya Luzio lalu ikut duduk di sebelahnya.
"Sayang kau menangis lagi?." Suaminya panik melihat wajah istrinya yang tampak memilukan.
"Tidak apa-apa Zi.Ayo kita pulang jika urusan mu sudah selesai." Ia kemudian menghapus air matanya dan bangkit.
Greb.
Suaminya memeluknya tiba-tiba.
"Aku tau kau pasti sangat terluka.Aku minta maaf tolong jangan seperti ini,hatiku sakit ketika melihatmu menitikkan air mata.Tolong maafkan aku sayang." Suaminya itu tampak sangat merasa bersalah.
"Zi,kita lanjutkan bicaranya di mansion saja ya,aku lelah Zi."
Akhirnya suaminya pun membawanya untuk kembali ke mansion.
......................
Mansion utama keluarga Mateo
Sepasang suami istri itu kini sudah berada di kamar utama.
"Aku tidak mau egois Zi,aku tidak mungkin memisahkan mu dengan Clarissa.Jika aku ingin membesarkannya sendiri,maka aku rela kau membawa ke mansion ini."
"Aku akan bertanggung jawab dengan anak itu sayang.Tapi Elena melarang ku untuk membesarkannya sendiri jadi aku hanya perlu menjamin pendidikannya dan hidupnya."Jelas Luzio kepadanya.
"Elena bilang itu pesan dari Helena.Mengingat umur Helena yang mungkin tidak lama lagi,tadi kami sekalian membahas semuanya.Jadi aku akan membiayai semua biaya perawatan Helena selama di rumah sakit dan akan menjamin semuanya tentang Clarissa." Tutur suaminya lagi.
Nicolette mengangguk.Ia setuju dengan itu yang penting saat ini adalah suaminya bertanggung jawab penuh atas anaknya.
"Jadi berhentilah menangis sayang.Aku tidak mau kau dan Luzio junior kenapa-kenapa." Suaminya mengelus lembut perutnya.Ia merasa sangat nyaman sekali sekarang.
Perlahan keadaan mulai tenang.
Tiba-tiba suara deringan smartphone Nicolette membuyarkan momen mereka berdua.Nicolettepun melepaskan pelukan suaminya lalu segera mengambil smartphonenya,di lihatnya kakaknya menelpon.
"Halo,iya kak.Ada apa?" Nicolette berusaha berbicara sebaik mungkin agar kakaknya tidak tahu bahwa ia sedang menangis.
"Tidak apa-apa,aku hanya rindu dengan adik manis ku." Jawab Luzio dari seberang sana.
"Kau ini kak.Katakan saja ada apa kakak menelponku?."
__ADS_1
"Hahahaha,kau ini.Tentu saja karena aku rindu makanya aku menelponmu.Princess bolehkah aku berkunjung ke mansion suamimu?."
"Tentu saja boleh.Aku menunggumu kak." Jawab Nicolette girang.Jujur ia juga sangat rindu dengan kakaknya itu.
"Baiklah,aku akan kesana nanti sore.Jaga diri ya jangan lupa makan agar kau dan calon ponakanku sehat.Aku harus melanjutkan pekerjaanku,bye."
"Iya kak,bye."
Klik,panggilan telponpun berakhir.
"Apa kakak akan kesini?." Tanya suaminya dan hanya di jawab anggukan oleh Nicolette.
Jam dinding menunjukkan pukul satu siang.Itu tandanya Nicolette harus segera makan dan meminum vitaminnya.
"Sayang,ini sudah waktu makan.Ayo kita turun." Suaminya lalu mengandeng tangannya dan lalu mengajaknya turun.
Sampai di bawah mereka langsung menuju ruang makan.Tampak berbagai hidangan yang menyehatkan tersaji di meja tersebut.
Nicolette sangat suka dengan Ravioli Kimchi yang di buat Koki Leo.Ia memakannya dengan lahap membuat suaminya tersenyum gemas memandang ke arahnya yang tengah menguyah makanannya.
......................
Sore hari pun telah tiba dan kakaknya sudah sampai di mansion.
Kakaknya itu masuk dan ke taman belakang sambil menenteng beberapa paper bag.
"Kakak!." Pekik Nicolette lalu berlari memeluk sang kakak.Sementara Luzio khawatir jika ia akan terjatuh karena berlari.
"Ini untukmu dan untuk adik iparku yang sedingin es itu." Ucap kakaknya lalu mengulurkan beberapa paper bag tersebut.
Mata Nicolette berbinar melihat apa yang di bawa kakaknya.Cake stroberi,susu kotak stroberi dan susu ibu hamil.
"Wah terimakasih kak.Kau baik sekali."
"Terimakasih atas cake nya bro." Ujar Luzio setelah menerima sekotak cake rasa coklat tiramisu.
"Sama-sama.Do'akan rapat dengan tender besarku berhasil,maka aku akan mengajak kalian jalan-jalan." Timpal Marcello.
Mereka lalu menikmati cake tersebut.
"Wah bagaimana bisa kalian tidak mengajak aku " Suara seorang lelaki yang sedang berjalan mendekati mereka itu tampak tidak asing.....
__ADS_1
......................
...Hy everybody! Terimakasih buat kalian yang masih dukung author sampai saat ini.Aku ngga berharap lebih,aku cuman nyalurin hobi ku aja.Buat kalian kalo mau ngasih masukan boleh kok,di kolom.kementar.Maaf kalo typo bertebaran TE AMO SEMUANYA 💜...