My Crazy and Possesive Mafia

My Crazy and Possesive Mafia
BAB 54 (Berita Duka)


__ADS_3

Siang ini Nicolette dan Luzio mengunjungi Helena dan Clarissa.Sebelum ke rumah sakit, Nicolette memaksa suaminya itu untuk membeli baju sebagai hadiah untuk Clarissa.


Setelah sampai di rumah sakit mereka langsung menuju ke ruangan tempat Helena di rawat.


Mereka masuk lalu dipersilahkan duduk.


"Duduk lah." Ucap Elena.


Keduanya mengangguk dan langsung duduk.


"Oh iya,ini ada sesuatu untuk Clarissa aku tidak tau ini akan cocok atau tidak untuknya." Ia kemudian menyerahkan paper bag yang berisi dua stelan baju.


"Sungguh kalian tidak perlu repot-repot seperti ini,Sayang ucapkan terimakasih mu."


"Te,terima kasih Tante dan ayah."Cicit gadis kecil itu malu-malu.


Clarissa dan Luzio tampak canggung,karena meskipun Luzio ayah kandungnya tapi ia baru pertama kali melihatnya secara langsung.


"Jadi,ini benar ayahku Tante?Ayah memang tampan bahkan lebih tampan dari yang mommy ceritakan.Mommy bilang suatu saat ayah akan datang menjemput ku tapi kenapa ayah tidak menjemput ku?."


Pertanyaan lugu dari gadis kecil itu sontak membuat semua terdiam.Apa lagi Nicolette, perasaannya campur aduk.Tapi ia berusaha tersenyum dan mencairkan suasana.


"Em,begini cantik.Ayah mu selalu sibuk,kau pasti sangat rindu bukan?Nah peluklah ayahmu."


Dengan takut-takut Clarissa mendekati suaminya.Insting seorang ayah membuat Luzio langsung bersimpuh dan memeluknya Clarissa erat-erat.


"Maaf kan ayah ya sayang." Kata-kata itu lolos dari bibir Luzio.Meskipun Luzio masih kaku,namun pelukan mereka membuat haru suasana.


Lama sekali mereka mengobrol,bahkan Luzio menyempatkan diri untuk mengajak Helena berbicara.Meskipun Helena sedang koma,tapi Luzio yakin ia pasti akan mendengarkannya.


Setelah beberapa jam mereka pamit pulang.Sebelum pulang Luzio memeluk Clarissa dengan hangat.Nicolette dan Elena tersenyum hangat melihat mereka berpelukan.


......................


Kafe Purple...


Setelah pulang dari rumah sakit, Nicolette minta untuk di temani makan cafe.


Ia memesan menu favoritnya.Mereka terus mengobrol sambil menikmati menu yang sudah tersaji.Luzio sesekali memandang wajahnya dengan perasaan yang campur aduk.


"Sayang." Suaminya lalu memegangi tangannya.


"Terimakasih ya,kau sudah berbesar hati menerima Clarisa dan memaafkan aku.Aku memang tidak salah memilih mu sebagai istriku.Maaf jika aku berkali-kali menyakitimu sungguh aku tidak bermaksud seperti itu.Kau tau aku ini orang yang bereng-sek pasti masa lalu ku pun tidak baik-baik saja."

__ADS_1


Nicolette kemudian menangkup rahang tegas milik suaminya itu.


"Hust,hentikan Zi.Aku menyangimu apapun yang terjadi dan seperti apapun kau di masa lalu mu aku tidak perduli.Kita akan terus bersama dan terus seperti ini."


suaminya tersenyum hangat mendengar perkataannya.


"Mari makan lagi,kau harus segera pulang dan minum vitamin mu lalu tidur siang." Ucap sang suami sambil mengelus rambutnya.


Ia mengangguk lalu kembali memakan cakenya.


......................


Tiga hari berlalu begitu cepat.Hubungan Nicolette dan Luzio semakin menghangat.


Siang ini Nicolette sedang berada di kantor suaminya.Tadi pagi ia menangis memaksa untuk ikut Luzio bekerja.Luzio tidak bisa menolak permintaannya dan akhirnya ia di perbolehkan ikut.


Di dalam ruangan Luzio,ia hanya menonton tv sambil mengunyah camilan sehat dan sesekali menyedot susu kotak rasa stroberi favoritnya.


"Sayang,apa kau tidak lelah Hem?jika lelah kau bisa tidur di kamar.Kasian baby kita jika kau sampaikan lelah" Ucap sang suami sambil mengelus perutnya.


Ruangan kerja Luzio di kantornya memang mirip apartemen,hanya saja tidak memiliki pantry.


"Tidak,aku tidak lelah.Mana mungkin aku lelah sedangkan aku dari tadi hanya duduk,menonton,dan makan."Jawabnya sambil memegang rahang suaminya.


Ia mengangguk tanda menyetujui kemauan suaminya.Suaminya kemudian kembali duduk di kursi keberadaannya sambil mengerjakan lembaran dokumen yang menumpuk.


Selang beberapa lama, Benvolio masuk dengan tergesa-gesa.


"Maaf jika aku mengganggu kalian,ada berita duka.Dokter Bryan baru saja memberi kabar bahwa Helena sudah berpulang."


Sontak saja berita duka yang di bawa Benvolio membuat Nicolette bersedih.


"Zi ayo, kita harus menghadiri pemakamannya." Ajaknya kepada sang suami.


"Baiklah,tapi berjanjilah dulu jangan mengis terlalu banyak sayang,aku tidak mau kau dan baby kenapa-kenapa."


Ia kemudian menghapus kasar air matanya,"Aku tidak akan menangis lagi."


Luzio kemudian merangkul pinggang istrinya itu.


"Ben,siapkan mobil.Kita kepemakaman.".


Benvolio kemudian segera menyiapkan mobil dan beberap bodyguard untuk mengawal mereka.

__ADS_1


......................


Pemakaman.


Langit mendung dan rintikan gerimis yang mulai turun menambahkan kesan bahwa langitpun ikut bersedih atas kepergian Helena.


Sekelompok orang dengan pakaian serba hitam lengkap dengan payung mulai pergi satu persatu hingga kini tersisa lah ia,suaminya,Elena dan Clarissa yang tampak tengah sangat bersedih.


"Kenapa kau meninggalkan kami Hem?apa kau tega melihat kakakmu dan anakmu menjalani hari tanpa mu?." Elena terus menangis di makan adiknya sambil tangannya memegang nisan Helena.


Ia tidak bisa melihat Elena terus begini.Ia coba memeluk Elena dan Clarissa.


"Sudah jangan terlalu bersedih,Helena pasti sedih jika kakaknya terus begini.Kau harus semangat karena kini Clarissa hanya punya kita."


Sementara itu Luzio tampak memandang ke arah nisan tersebut.Raut wajahnya menyiratkan rasa menyesal dan bersedih.Tapi ia tidak mau terus larut dengan masa lalunya karena saat ini ia sudah punya keluarga yang harus ia pertahankan.


Langit semakin gelap tanda hari makin sore.Merekapun pulang meninggalkan jejak kaki dan air mata kesedihan atas berpulangnya Helena ke sisi-Nya.


......................


Dua hari setelah kepergian Helana,Elena memutuskan untuk pindah ke luar negeri membawa Clarissa.Mengingat poin perjanjian yang ia tanda tangani dengan suka rela,ia benar-benar akan membawa Clarissa jauh dari Luzio.


Helana tidak mau menganggu kehidupan mantan kekasih adiknya itu.Baginya apa yang di berikan Luzio sudah lebih dari cukup.


Nicolette dan Luzio mengantarkan mereka ke bandara.Luzio yang memesankan mereka tiket pesawat bussines class.


"Kami pergi dulu.Terimakasih atas kebaikan kalian,aku tidak akan melupakannya." Ucap Helena sambil memeluk Nicolette dan Luzio bergantian.


"Em, Clarisa sini ayah peluk." Yang di panggil pun langsung memeluk Luzio dengan erat.Luzio menetes air mata sambil memeluk anaknya.


Mereka melepas kepergian Elena dan Clarissa.


Sebenarnya Luzio dan Nicolette mau mengurus Clarissa secara langsung,tapi Elena keberatan dengan alasan ia akan benar-benar sendirian jika Clarissa tinggal bersama mereka.Mengingat Elena sudah yatim piatu dan tidak memiliki siapa-siapa lagi selain Clarisa,akhirnya Luzio merelakan mereka.


Ya,kehidupan seorang Luzio Mateo memang rumit dan akan membawa siapapun yang di sekitarnya dengan kerumitan.Masa lalunya penuh dengan luka,darah dan air mata.


Bos Mafia bukanlah orang yang seratus persen baik dan suci.Segala yang berhubungan dengan dunia bawah tidak lepas darinya.Membunuh dan menyiksa sudah menjadi kewajiban jika ada yang berani mengusiknya.Terkadang Luzio berpikir,apakah yang ia lakukan ini benar?dan apakah Tuhannya tidak akan menjatuhkan hukuman berupa karena kepadanya dan keluarganya?.


...****************...


Segini dulu ya readers,lanjut besok.Semoga aja Elena ngga manfaatin Clarissa pas udah gede nanti buat ngerusak kebahagiaan Nicolette dan Luzio 😇


ILY SEMUA READERSKU 💜

__ADS_1


__ADS_2