My Crazy and Possesive Mafia

My Crazy and Possesive Mafia
BAB 38 (Wanita Perusak)


__ADS_3

Setelah sampai di ruang depan,Nicolette terkejut melihat siapa yang datang.Wajahnya langsung berubah dan matanya memerah.....


Seorang wanita cantik dengan make up bold yang menambah kesan dewasa namun tetap terlihat anggun.


Wanita itu tiba-tiba saja berhambur lari ke arah suaminya dan memeluk suaminya dengan erat.Luzio kaget dan langsung menghempaskan kasar pelukan wanita itu.


"Kau jangan gila!." Ujar Luzio.


Kemudian wanita itu tersenyum lalu berkata,"Sayang,kau masih ingat aku kan?.Kau harus ingat kejadian malam itu telah menghasilkan benih cinta."


Bak di sambar petir di siang bolong, Nicolette maupun Luzio terkejut dengan perkataan wanita itu.Nicolette terdiam,ia berusaha mencerna apa yang barusan di katakan wanita itu.


"Pergi dari sini atau aku akan menyeretmu dengan tanganku sendiri!."


"Kau jangan kasar padaku,atau kau akan melukai calon anak kita!." Ujarnya lagi.


Air mata Nicolette mengalir begitu saja,runtuh sudah tembok pertahanannya.


"Kalian selesaikan dulu masalah kalian." Ujarnya pelan lalu meninggal mereka berdua.Nicolette sama sekali tidak meggubris teriakan suaminya yang terus memanggil namanya.


Setelah Nicolette pergi,Luzio menatap wanita tadi penuh amarah.


"Kau kenapa tidak berhenti menggangguku wanita ular?!."


Wanita itu bernama Ruby,ia adalah wanita yang tergila-gila dengan Luzio.


"Bagaimana aku tidak mengganggumu jika benihmu tertanam sempurna di rahimku.Aku hamil anakmu sudah empat bulan,kau seharusnya tidak melupakan kejadian malam itu Zio." Ujar perempuan itu sambil menangis.Entah itu air mata asli atau palsu.


Luzio mengusap wajahnya kasar.Ia mengingat kejadian beberapa bulan lalu,saat ia dan wanita itu sedang berada di New York.


......................


Flash back di New York.


Saat itu Luzio mengurus beberapa bisnisnya.Ternyata pemilik tender yang akan bekerja sama adalah Ruby Robinson,wanita yang tergila-gila padanya semenjak beberapa tahun lalu.


Luzio meladeni sekedarnya saja,berbeda dengan Ruby yang selalu menggodanya bahkan ia membuka tiga kancing bajunya memperlihatkan dua bulatannya berharap Luzio tergoda.Namun sayangnya Luzio merasa jijik dengan Ruby.Buru-buru Luzio mengakhiri pertemuan itu dan bergegas pulang.


Namun tiba-tiba tangan Ruby mencegahnya.Ruby mengajaknya untuk makan siang bersama di sebuah restoran mewah di loby hotel tempat Ruby menginap.Luziopun terpaksa mengiyakan ajakan Ruby.

__ADS_1


Setelah makan siang bersama,Ruby memaksa untuk minum wine bersama.Luziopun menurutinya.


Setelah beberapa teguk,ia merasa kepalanya berat dan beberapa menit kemudian ia jatuh pingsan.


Luzio tidak tahu apa yang terjadi setelahnya,tapi saat ia bangun,ia sudah berada di sebuah kamar dengan Ruby di sebelahnya.Parahnya lagi,mereka sama sekali tidak memakai sehelai benang apapun selain selimut yang menutupi tubuh mereka.


Dengan keadaan yang masih pusing,Luzio memaksakan diri untuk bangun,ia memakai kembali pakaiannya dan pergi meninggalkan Ruby sendiri.


Yang ada di dalam pikiran Luzio saat itu adalah rasa marah.Ia merasa jijik dengan wanita tersebut.Bahkan ia takkan sudi bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.Ia tahu Ruby adalah wanita ular.Ia juga merutuki dirinya yang bodoh dan dengan mudahnya masuk ke perangkap Ruby.


......................


Kembali ke sekarang,


"Tapi aku kau jebak,aku bukan orang bodoh yang dengan gampangnya bisa kau tipu!." Ujar Luzio penuh amarah.


"Tapi ini darah dagingmu Luzio." Ujar wanita itu sok memelas.


"Oke,aku akan bertanggung jawab.Tapi bisakah kau pergi dulu,aku harus menjelaskan semuanya dengan istriku."


"Baiklah,aku akan pergi.Tapi jika kau ingkar janji,akan ku publish semuanya dan akan ku pastikan Mateo Group hancur dan jangan lupa,tuan Lucas tidak akan tinggal diam atas kejadian ini." Ujar Ruby tersenyum miring lalu pergi.


Sementara di kamar utama...


Terbesit di hatinya rasa menyesal telah mengenal Luzio.Andai saja ia tidak mengenal Luzio pasti sekarang ia masih menjadi Nicolette yang bebas berteman dengan siapa saja,menjalani hari-hari sebagai mahasiswa tanpa harus memikirkan permasalahan rumah tangga.Ia terus menangis sejadi-jadinya.


"Sayang,aku akan menjelaskannya." Suara suaminya itu membuatnya menghapus kasar air mata di wajahnya.


Ia bangkit dari kasur,lalu menatap tajam kearah suaminya itu.Sorot matanya menampakkan rasa kecewa,marah sekaligus sakit.


"Apa lagi yang ingin kau jelaskan?.Aku tidak ingin kau menjadi lelaki pengecut yang lepas tanggung jawab begitu saja.Jika memang benar kalian melakukannya,maka nikahi dia ceraikan aku.Dia sudah pasti mengandung anakmu sedangkan aku,aku belum bisa memberikan mu keturunan.Tak mengapa Zi,aku,aku bisa melepaskan semuanya." Ujar Nicolette sambil sesekali mengusap air matanya.


Luzio tertunduk,ia sangat menyesal dan merasakan sakit melihat istrinya itu menangis.


Ia memeluk erat istrinya itu lalu berkata,"Sayang,aku tidak akan pernah melepaskan mu.Bagaimapun kau istriku satu-satunya dan sampai kapanpun akan tetap begitu.Aku berani bersumpah,aku di jebak tidur dengannya.Aku bahkan tidak bisa mengingat dengan pasti kejadian itu"


"Zy,izinkan aku menjernihkan pikiranku dulu.Antar aku kerumah mami.Aku tidak akan menceritakan apapun kepada mami dan papi.Aku hanya butuh waktu Zy." Pinta Nicolette kepada suaminya itu.


Luzio terdiam sesaat,ia memejamkan matanya menimbang permintaan Nicolette.Ia menghembuskan nafas kasar.

__ADS_1


"Baiklah,aku akan mengantarmu.Aku janji secepatnya akan menyelesaikan semuanya.Tapi tolong jangan ceraikan aku Sayang.Aku segalanya bagiku." Mata Luzio berkaca-kaca.Entah kenapa sejak mengenal Nicolette sifat dingin dan kejamnya menjadi punah jika berada di depan istrinya itu.


......................


Sementara di suatu tempat....


Tampak seorang wanita yang sedang menerima telepon dari seseorang.


"Kerja bagus,cek saldo rekening mu.Aku sudah meneransfernya." Suara laki-laki di seberang sana tampak puas.Kemudian ia langsung mematikan teleponnya.


Wanita itu tampak menyeringai.Ia begitu puas bisa mendapatkan apa yang ia mau.


"Aku tidak bersalah,aku hanya mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku!." Gumamnya pelan namun berapi-api.


......................


Mansion keluarga Nicole.


Tuan dan nyonya Nicole tampak terkejut dengan kedatangan anak dan menantu mereka yang datang tiba-tiba tanpa mengabari terlebih dahulu.Apa lagi saat melihat raut wajah Nicolette seperti orang yang baru saja selesai menangis.


"Ada apa princess?!." Tanya tuan Lucas panik.Sementara nyonya Laurenzio memeluk putrinya itu.


"Kita bicara di ruang keluarga saja." Ucap Nyonya Laurezio.


Merekapun pergi ke ruang keluarga.Nicolette berjalan sambil di peluk maminya sementara Luzio membawa koper membuntuti mereka.


Setelah sampai dan duduk,Tuan Lucas menatap curiga kepada mereka.


"Coba kalian jelaskan ada apa ini?."


"Em,begini Pi,aku sebelumnya minta ma......." Ujar Luzio namun di potong oleh istrinya.


"Biar aku saja." Sergah Nicolette.


Ia menarik nafas dalam-dalam sebelum berbicara.


"Sebenarnya kedatangan kami kemari........"


...****************...

__ADS_1


Gantung dulu ya guys😁 terimakasih yang sudah menunggu 🤗


BORAHAE SEMUANYA 💜


__ADS_2