My Crazy and Possesive Mafia

My Crazy and Possesive Mafia
BAB 31 (Medan Tempur)


__ADS_3

"Di mengerti!" balas regu 4 yang akan menyerang lewat selatan.Merka terus berkomunikasi lewat earphone mereka.


Regu empat mebidik ke arah pengintai yang ada di tower dengan senapan yang sudah di beri peredam.Sehingga tidak akan menimbulkan suara yang bising.


Seketika dua orang tersebut tumbang.


"Lapor,pengintai berhasil di lumpuhkan"


"Sip,lanjut"Jawab Kim.


ragu empat menyelinap lewat tembok markas.Di bagian atas tembok markas tersebut di aliri listrik tapi sudah di putus mengunakan keahlian Kim yang membobol password aliran listrik markas tersebut.Mudah saja baginya karena meraka yang menciptakan semua sistem di markas tersebut.


Sementara di bagian belakang pintu markas,Luzio dan timnya sedang baku tembak dengan musuh.


Dengan lincahnya Luzio memainkan pistol nya hingga menewaskan beberapa orang,setelah semuanya tewas mereka pun menyusup lewat pintu belakang.


"Kim,apakah akses pintu belakang sudah kau buka?" tanya Luzio lewat earphonenya.


"Sudah,semua password pintu di markas itu sudah ku buka.Oh tuan Zi di arah jam dua belas ada musuh berjumlah tiga orang.Hati-hati" ucap Kim kepada tuannya itu.


Kim memantau pergerakan lewat layar monitornya dari dalam mobil.Ya,Kim memang seorang hacker yang bisa di andalkan.Meskipun usianya tidak jauh berbeda dengan istri Luzio,tapi keterampilannya bisa di andalkan.


Sementara regu Ben sudah berhasil masuk lewat pintu depan.


"Tuan Ben dan yang lain,harap hati-hati dengan lampu sorot.Lampu itu akan menembakkan basoka otomatis jika berhasil mendeteksi manusia" jelas Kim lewat earphone.


"Di mengerti Kim"


Benvolio dan regunya berhasil masuk lewat pintu depan.Mereka terus menyelinap dan tetap waspada dengan lampu sorot markas itu.


Regu yang lainpun sudah berhasil masuk ke dalam markas lewat tembok bagian Utara dan Selatan.


Kini Luzio dan Benvolio juga regu yang lain berhasil memasuki markas tersebut.Mereka terus baku tembak dan baku hantam dengan musuh.


Beberapa orang Luzio ada yang terluka dan Kim memerintahkan yang lain untuk mengevakuasi mereka.


Luzio dan Benvolio masuk ke dalam markas dan sisanya melumpuhkan musuh yang tersisa.


"Kim,di mana ketua mereka berada?" tanya Ben kepada Kim yang berada di seberang sana.


"Dia berada di kamar utama lantai atas Tuan dan ada beberapa penjaga di luar kamar itu.Harap anda dan semuanya berhati-hati"

__ADS_1


"Kurang ajar sekali, berani-beraninya menempati tempat tidur ku".Luzio geram sekali dengan musuhnya itu.


Lalu ia dan Benvolio diikuti beberapa orang naik ke lantai atas.


Suara senjata anak buah Ben menembus dada dan kepala penjaga kamar itu.


Lalu terdengar suara pintu terbuka.Mereka semua waspada.Laki-laki bertopeng muncul dari balik pintu tersebut dan menghujani mereka dengan Machine Gun.Dengan cekatan Luzio dan rombongannya mengelak.


"SH-IT!" umpat Luzio,ia nyaris saja tertembak.


"Lebih baik kalian menyerah saja.Tidak ada gunanya kau terus bersembunyi seperti itu!" ucap lelaki bertopeng tersebut dengan lantang.Ia seolah menantang Luzio.


"Tuan,lebih baik ada yang memancingnya dan kalian bisa menyerangnya ketika dia lengah"Kim mengarahkan mereka dari kejauhan.


"Ben kau ajak lah beberapa orang untuk mengecohnya"titah Luzio.


Ben dan empat orang lainnya akhirnya memunculkan diri.


"Hei Joker palsu ayo kejar aku jika kau bisa"ucap Benvolio dengan nada mengejek.


"Kau meremehkan ku ya?rasakan ini!"


Lelaki bertopeng itu terus menghujani Benvolio dan yang lainnya dengan peluru.Sementara Luzio berusaha menyerang dari belakang.


Dan Greb! Brak!


Luzio berhasil menangkap dan membanting tubuh lelaki itu dari belakang.Ia berusaha menjauhkan lelaki bertopeng itu dari Machine Gun.


"Gawat,tuan regu yang di luar mulai melemah karena banyak yang terluka!" ucap Kim dari seberang sana.


"Ben,kau urus sisanya,biar ini aku yang urus!" titah Luzio kepada sahabatnya itu.


"Tapi bro,bagaimana dengan mu?"


"Cepat lah Ben,waktu kita tidak banyak"ucap Luzio sambil memegangi lelaki bertopeng tadi.


Tanpa ba-bi-bu lagi Benvolio dan yang lain meninggalkan bos mereka itu.Ia tidak mungkin membantah perintah bosnya itu.


Luzio terus membabi buta mengajar lelaki bertopeng itu.Tanpa ia sadari,lelaki itu mengambil sebilah pisau kecil dari balik sakunya dan jleb!.Luzio tertusuk di bagian tangannya sehingga ia refleks melepaskan cekalannya.Melihat kesempatan itu,lelaki bertopeng itu hendak lari namun dengan cekatan Luzio menembak lengan lelaki itu.


"Jika kau memang pemberani jangan kabur.Caramu seperti anak kecil yang sukanya bermain petak umpet.Cih memalukan sekali!" ujar Luzio dengan nada mengejek.

__ADS_1


Lalu Luzio kembali mengejarnya dan mereka berbaku hantam kembali.Luzio berhasil menduduki dada lelaki tersebut dan terus menghajarnya..Kini Lelaki bertopeng itu sudah babak belur tidak karuan.Dan Luzio melepas topeng lelaki itu.


"Ukhuk!ukhuk!" Lelaki bertopeng itu batuk darah.


"Ma,maafkan saya tu tuan.Saya hanya di perintah dan lelaki bertopeng sebenarnya bukan saya" .Lelaki itu berusaha menjelaskan dengan terbata-bata.


Mendengar perkataannya itu Luzio mencengkeram erat kerah baju lelaki itu.


"Apa buktinya?!"


"Izinkan saya menjelaskannya tapi sebelumnya saya mohon lepaskan saya dahulu tuan,saya tidak akan kabur karena keadaan saya sudah seperti ini" ucap lelaki tersebut dengan memelas.


Luzio pun bangkit dan memberikan kesempatan kepada lelaki itu.


"Cepat katakan,jika kau berusaha untuk kabur,maka peluru dari tokarev kesayanganku ini akan menembus jantung mu!."


"Sebenarnya saya hanya pancingan saja Tuan.Pelaku sesungguhnya selalu memerintahkan saya lewat telpon dengan nomor sekali pakai.Saya berani bersumpah saya tidak tau apa-apa tuan"Jawab lelaki itu ketakutan.


Luzio mengamati wajah lelaki itu sambil memikirkan apakah perkataan lelaki itu benar atau tidak.Lama sekali ia memandangi lelaki itu.


"Baiklah,setidaknya tunjukkan bukti yang kau punya.", Pinta Luzio.


Lalu lelaki itu mengambil ponsel dari balik saku jasnya.Ia menunjukkan daftar panggilan dan pesan singkat yang berisikan perintah dari nomor yang berbeda.Melihat bukti itu,Luzio yakin bahwa musuh yang sesungguhnya bersembunyi dan mengendalikan semuanya di balik layar.


Lalu lelaki itu di tahan di markas Luzio untuk informasi lebih lanjut.Dan regu lainnya membersihkan medan tempur.Markas Luzio harus di bersihkan dari sisa-sisa mayat mereka.


Mayat mereka di masukan jadi satu dalam sebuah lubang besar lalu kemudian di bakar hingga menjadi abu.Bagi Luzio mayat orang-orang seperti mereka tidak pantas di makamkan dengan layak.


......................


Sementara di mansion keluarga Mateo.


Tampak Nicolette baru saja bangun dari tidurnya.Entah kenapa pagi ini ia begitu malas untuk melakukan apapun.Dan tiba-tiba ia teringat dengan Luzio,suaminya itu tak kunjung memberinya kabar.


Buru-buru ia mengambil ponsel dari atas nakas dan mengecek apakah ada pesan dari Luzio atau tidak dan ternyata tidak.Ia menjadi khawatir dengan suaminya itu mengingat ia pamit untuk menyerbu musuh.


Ia lalu mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi suaminya itu namun,tidak ada jawaban sama sekali karena nomor Luzio tidak bisa di hubungi.Sudah satu jam dia berusaha namun tetap saja nihil.


Ia berjalan bolak-balik di kamar itu hingga deringan ponsel mengangetkannya.Senyuman merekah dari bibirnya.Ya,itu sebuah panggilan video dari Luzio


...****************...

__ADS_1


Hi guys! Happy new year ya walaupun udah telat ngucapinnya .Semoga di tahun ini kita semua lebih happy dari tahun sebelumnya 🤗


BORAHAE READER SETIAKU💜


__ADS_2