
Sinar matahari menyebar perlahan di bumi,suara kicauan burung turut meramaikan pagi yang cerah ini.
Nicolette bangun dari tidurnya,ia melirik jam dinding menunjukkan pukul tujuh pagi.Hari ini kebetulan ia libur kuliah dan berencana akan mengunjungi mami dan papinya.
Ia terdiam sejenak memandangi wajah lelaki yang sedang tertidur pulas sambil memeluk pinggangnya itu.Hidung mancung,rahang tegas semakin menambah kerupawanan parasnya.Nicolette tersenyum,ia merasa bahagia sekali bisa menjadi istri dari seorang Luzio Mateo.Meskipun baginya suaminya itu menyebalkan,namun tetap saja ia sangat mencintai suaminya itu.
Setelah puas memandangi wajah tampan suaminya,ia lalu bangun,ke toilet sebentar lalu turun ke dapur.Ia berniat membuat sarapan untuk suaminya.
"Selamat pagi nyonya" Sapa para maid seraya membungkuk.
"Pagi juga,eits ingat jika Luzio tidak ada kalian tidak perlu seperti itu.Biasa saja kepadaku.Oke." Ucapnya sambil tersenyum.
"Em,maaf nyonya,eh maksudku kak Nicolette "ucap Ashley.Dia adalah maid yang termuda di sini dan Nicolette sangat suka dengan Ashley.Baginya Ashley adalah seorang gadis imut yang lucu.
"Hari ini aku ingin memasak nasi goreng untuk Luzio.Jadi biarkan aku yang memasak ya."
"Baiklah kak,silahkan memasak"jawab Ashley
Nicolette pun langsung mengenakan apron lalu dengan cekatan ia memotong sayuran,sosis dan daging sapi.Ia berniat membuat nasi goreng daging sapi.
Meskipun ia manja ketika sedang tinggal bersama orang tuanya,tapi gadis sangat pandai memasak.Ia bisa memasak berbagai makanan dari berbagai negara.
Kali ini juga ia membuatkan para maidnya nasi goreng.Nicolette memang sangat senang berbagi tak jarang ia membuatkan semua orang di mansion makanan.
"Nah sudah siap." gumam Nicolette setelah menata nasi goreng untuk sarapan ia dan suaminya.
Ia lalu naik keatas untuk membangunkan suaminya itu.
"Zi,ayo bangun.Aku sudah menyiapkan sarapan untuk mu."Ucapnya seraya menusuk lembut pipi suaminya itu dengan tangannya.
Suaminya itu hanya menggeliat lalu tidur kembali.
"Bangun,atau tidak ada jatah selama satu bulan!." Bisiknya di telinga suaminya itu.
Ancaman Nicolette itu berhasil membangunkan Luzio.Luzio bangun dan langsung duduk bersandar di headboard.
"Em,iya sayang.Ini aku sudah bangun." Jawab Luzio dengan suara berat khas orang bangun tidur.
"Aku tunggu di bawah ya." Ucapnya sambil tersenyum lalu pergi keluar kamar.
Tak berapa lama kemudian Luzio menyusul sang istri.Mereka menikmati sarapan bersama.
Setelah sarapan mereka pergi untuk mengunjungi mami dan papi.
__ADS_1
......................
Di mansion keluarga Nicole.
Luzio dan Nicolette baru saja tiba di mansion keluarga Nicole.Mereka langsung di sambut hangat oleh tuan dan nyonya Nicolette dan langsung di bawa ke ruang keluarga.
"Ini mi,kemarin aku membuat cookies coklat." Ucap Nicolette sambil menyerahkan dua paper bag kepada maminya.
"Ah sayang, terimakasih ya." jawab nyonya Nicole sambil tersenyum dan menerima uluran tangannya.
"Kalian kenapa baru mengunjungi kami hem? Apa kalian tidak rindu papi?." ujar tuan Lucas.
"Maaf Pi, akhir-akhir ini kami sibuk.Nicolette sedang fokus menyusun skripsi dan aku akhir-akhir ini juga sering berpergian untuk mengurus beberapa bisnis ku."Jelas Luzio kepada mertuanya itu.
"Hem,iya tidak apa-apa.Aku hanya bercanda saja tadi.Sering-sering lah berkunjung ke sini.Mamimu merasa kesepian semenjak Nicolette di bawa ke mansion Mateo.Meskipun ada Marcello,ia jarang di rumah.Ia sering keluar negeri untuk mengurus bersama bisnisnya." Tutur tuan Lucas lagi.
"Iya Pi,kami akan sering-sering mengunjungi kalian." ucap Luzio.
Mereka terus mengobrol hangat.Tak bisa di pungkiri,selama Nicolette menikah dengan Luzio dan ikut Luzio ke mansion keluarga Mateo,tuan dan nyonya Nicole merasa kesepian.
"Haloooo, Marcello tampan pulang!." teriak sang kakak.Marcello pulang lebih awal karena jika hari Minggu ia hanya ke kantor sebentar atau bahkan tidak sama sekali.
"Hish kau ini,mami sumpal mulut mu pakai sandal nanti." Ucap nyonya Laurenzio yang geram melihat anaknya itu berteriak.
"Heh kau ini,tidak pernah berubah kak selalu saja terlalu percaya diri." Nicolette ikut menimpali kakaknya itu.
"Tapi putra papi memang tampan kan, mirip papi." Ujar tuan Lucas.
"Ah kalian sama saja!." jawab Nicolette.
Yang lain hanya terkekeh.Nicolette dengan kakaknya memang selalu berisik jika bertemu.Mereka bagaikan sepasang sepatu,saling melengkapi.
Setelah puas bercengkrama mereka makan siang bersama.
Nyonya Laurenzio dan Nicolette memasak makan siang untuk mereka.Siang ini mereka semua ingin makan siang spaghetti bolognese.
Sebenarnya di mansion itu ada beberapa maid,namun terkadang mereka tidak akan memasak jika nyonya Laurenzio ingin memasak sendiri.Mereka membantu saja dan selebihnya nyonya Laurenzio yang mengerjakannya.
Ibu dan anak itu sangat cekatan sekali membuat menu makan siang untuk mereka.Tak butuh waktu lama hidangan makan siang sudah tersaji di meja.
"Selamat menikmati semuanya." Seru Nicolette sambil tersenyum.
Mereka semua menyantap hidangan tersebut dengan lahap.
__ADS_1
Selesai makan,mereka duduk di taman belakang mansion.Di taman tersebut ada sebuah gazebo untuk tempat mereka biasa bersantai sambil menghirup udara segar.Mereka terus mengobrol hangat.Kadang di iringi canda tawa.
Selang beberapa lama,Tuan Lucas mengajak Marcello dan Luzio memancing di kolam belakang mansion.
"Ayo kita lomba,yang kalah harus membayar makan malam.Nanti malam kita dinner di Purple Restourant."Ujar Tuan Lucas.
Purple Restourant adalah sebuah resto makanan Eropa yang paling terkenal di kota itu juga paling mahal.Mereka mematok harga mahal karena semua yang di jual di sana berasal dari bahan-bahan berkualitas premium dan yang pasti organik,bahkan dengan daging sapi.
"Oke,siapa takut!." Ujar Marcello.
"Zio,ayo kita ke kolam." ujarnya lagi.Mereka bertiga pun pergi ke kolam ikan untuk memancing.Sementara Nyonya Laurenzio dan Nicolette asik merajut di gazebo.
"Mi,kau membuat apa,?kenapa kecil sekali seperti itu.?" Tanya Nicolette heran.Ia melihat maminya itu sedang merajut sebuah baju hangat berukuran kecil.
Maminya tersenyum lalu menjawab,"Mami sedang merajut baju hangat untuk anakmu nanti.Sengaja mami pilih warna minta cerah agar bisa di pakai oleh bayi laki-laki atau perempuan."
Mendengar ucapan itu Nicolette terdiam,matanya sudah membendung air mata.
"Hei,princess mami.Kau kenapa heum?!." Nyonya Laurenzio terpekik kaget melihat anaknya itu dan refleks langsung melempar rajutannya.Lalu ia memeluk putrinya itu.
"Maaf jika perkataan mami menyingung mu.Mami tidak bermaksud seperti itu sayang." Tutur nyonya Laurenzio lembut sembari mengelus rambut putrinya itu.
"No,my.Aku yang minta maaf belum bisa kasih mami cucu."
"Tidak sayang,wajar saja lagi pula umur pernikahan kalian baru beberapa bulan.Sudah hapus air matamu dan maafkan mami."
Nicolette mengangguk pelan.Ia paham maksud maminya itu.Ia tahu bahwa maminya tidak sengaja mengatakan itu,tapi entah mengapa hatinya menjadi sedih.Padahal wajar-wajar saja jika ia belum hamil mengingat pernikahan mereka baru seumur jagung.
"Ayo lebih baik kita bermain tenis lapangan saja." Aja nyonya Laurenzio.Ia tidak mau melanjutkan merajutnya karena takut putrinya akan semakin sedih.
Akhirnya nyonya Laurenzio dan Nicolette pun bermain tenis di lapangan belakang mansion.
Mansion keluarga Nicole sangat luas.Halaman belakang ada taman yang luas lengkap dengan gazebo,kolam ikan,kolam renang,dan arena tempat olah raga dan ada juga arena gym pribadi karena keluarga Nicole gemar sekali berolahraga.
Tuan dan Nyonya Nicole meskipun sudah berumur paruh baya lebih,tapi stamina mereka tetap terjaga.Mereka sering berolahraga raga tenis lapangan,bulu tangkis bahkan basket.
Tak terasa hari sudah menjelang malam.Mereka semua mandi lalu bersiap untuk dinner bersama.
Hasil lomba mancing tadi,Marcello kalah jadi ia akan membayar bill makan malam mereka di Purple Restourant.
......................
Hi guys, terimakasih banyak untuk kalian yang masih stay baca novel ini🤗
__ADS_1
BORAHAE TO YOU ALL GUYS💜