
Sore ini,Luzio sendiri yang menjemput istrinya.Ia pulang lebih cepat dari biasanya.Ia mendapatkan kabar bahwa markas barat miliknya di serang musuh.
"Ben,siapkan jet.Malam nanti kita harus berangkat.Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi" titah Luzio kepada Benvolio lewat teleponnya.
"Baiklah,sesuai keinginanmu"jawab Benvolio.
"Agak cepat sedikit ya Ben"pinta Luzio lagi.
"Okay".Mobil itupun melaju cepat membelah jalan perkotaan.
Sesampainya di kampus Nicolette,Luzio langsung menghampiri istrinya itu yang tampak sedang kesal.
"Hei baby,ayo pulang" ajak Luzio sambil memegang tangan istrinya itu.
"Tidak usah!"Nicolette menepis kasar tanaman suaminya itu.Dan Suaminya hanya bisa menggelengkan kepalanya.Nicolette masuk mobil terlebih dahulu.Merekapun pulang menuju mansion di iringi beberapa mobil bodyguard lainnya.
Sepanjang perjalanan Nicolette nanya diam sambil memandang ke arah luar jendela.Raut wajahnya menampakkan bahwa ia sedang kesal.Benvolio sesekali melirik lewat kaca spion.Ia sambil ia menduga-duga,ada apakah sepasang suami istri itu.
......................
Mansion keluarga Mateo.
Sepasang suami istri itu baru saja sampai di mansion.Nicolette langsung menuju kamar utama.Ia tidak perduli sama sekali dengan suaminya itu.
Sesampainya di kamar,Luzio berusaha bertanya agar suasana bisa sedikit mencair.
"Kau ini kenapa hem?apa kesalahan ku sangat besar sehingga kau tidak mau lagi berbicara denganku?" Tanya suaminya.
"Cih,haruskah aku menjawabnya?".
"Memang kesalahanku apa?coba kau katakan?", tanya suaminya lagi.
"Kau mengekang ku,aku tidak suka di kekang bahkan mami dan papi ku pun tidak pernah mengekang ku.Masalah aku berteman dengan laki-laki lain saja kau sampai heboh menyiapkan bodyguard untukku.Aku harusnya tau,aku ini istrimu dan aku tidak mungkin akan berpaling darimu.Apa kau anggap aku ini wanita gila yang suka berselingkuh ha?!"
Ya,ia marah sekali dengan suaminya itu.Ia merasa tidak nyaman di kawal oleh bodyguard.Meskipun kampus itu milik keluarga Mateo,tapi bukankah aneh kuliah di kawal bodyguard?bahkan anak presiden sekalipun tidak di kawal seketat itu.
Luzio lalu memeluk istrinya itu.
"Iya sayang,maafkan aku yang terlalu posesif ini.Aku hanya tidak mau kehilangan mu.Baiklah aku tidak akan menyuruh bodyguard untuk mengawal mu lagi saat kau di kampus.Tapi berjanjilah padaku,jangan terlalu dekat dengan lelaki lain"
Luzio harus bisa membunuh egonya demi kenyamanan sang istri.Ia harus bisa lebih mengerti istrinya mengingat memang umur mereka beda jauh.
Mendengar penuturan suaminya itu, Nicolette mulai mencair.
__ADS_1
"Ya,baiklah.Aku tidak akan terlalu dekat dengan lelaki lain.Maafkan aku juga yang beberapa hari ini acuh padamu"
Akhirnya sepasang pengantin baru itu berdamai.
......................
Balkon kamar utama.
Sepasang suami istri itu telah selesai mandi dan kini tengah bersantai di balkon.
"Baby,malam ini aku harus pergi karena markas barat di serang musuh.Aku harap selama aku pergi kau tidak berulah.Jadilah istri penurut.Aku janji aku tidak akan lama.Setelah urusanku selesai,aku segera pulang".Pamit Luzio kepada istrinya itu.
"Em,kenapa harus sekarang?"Kini ia tampak enggan berpisah dengan suaminya itu.
"Aku harus segera menyelesaikan urusan baby,dan nanti malam aku dan Benvolio akan berangkat"
"Tapi berjanjilah kau harus pulang dengan selamat.Aku tidak mau kehilangan mu.Meskipun aku keras kepala dan pemberontak tapi percayalah,aku sangat menyayangi mu.Kabari aku juga jika kau sudah tiba",Ucapnya sambil menyandar di dada Luzio.
"Ia sayang,kau tenang saja.Aku akan kembali dengan selama dan aku akan mengabari mu",Lalu kecupan lembut mendarat di keningnya.
Malam pun tiba,dan Luzio akhirnya berangkat meninggalkan Nicolette.Gadis itu tampak kesepian sekarang.
......................
Nicolette sedang duduk di meja makan.Ia hanya mengaduk-aduk nasinya dengan malas.Ia sungguh tidak nafsu makan sekarang.Hidangan makan malam yang tersaji di meja itu terlihat gambar baginya.
"Nyonya muda,anda harus makan"Ucap seorang maid.
"Ah,aku sedang tidak nafsu makan.Aku akan kembali ke kamar ku.Kalian makalah makanan ini"
"Tapi nyonya nanti Tuan akan marah dan memotong gaji kami" maid itu tampak takut.
"Tidak akan.Percayalah padaku "ucapnya sambil tersenyum kepada para maidnya itu.Lalu pergi kekamar meniggalkan para maid yang bertanya-tanya ada apa dengan nyonya mudanya itu.
......................
Di kamar.
Nicolette tampak sedih,ia tidak tahu kenapa ia begitu rindu sosok Luzio sekarang.Padahal ia baru saja beberapa jam di tinggal.Biasanya sehabis makan malam,ia dan Luzio akan bersantai di kamar sambil ia tidur di pangkuan Luzio.
Kadang juga mereka akan berdebat kecil karena ia tak kunjung tidur saat sudah malam.Luzio selalu menyuruhnya untuk cepat tidur dan ia tidak mau karena masih asik menonton film.
Kini ia merebahkan dirinya di kasur sambil memandangi langit-langit kamarnya.
__ADS_1
"Kenapa aku begitu merindukannya?apakah ini normal baru beberapa jam di tinggal dan aku sudah rindu?"Gumam Nicolette dalam batinnya.
Sementara jet pribadi milik Luzio baru saja landing di bandara kota X.Luzio langsung masuk mobil untuk menuju ke markasnya yang lain setelah terlebih dahulu mengabari istrinya tercinta bahwa ia sudah tiba.
Setelah siap,ia langsung mempersiapkan diri untuk bertempur dengan musuhnya.
"Ben,kau bawa barangnya kan?"tanya Luzio kepada sahabatnya itu.
"Ini barang yang kau pinta". Benvolio lalu menyerahkan kotak senjata.Luzio membukanya.Ia terpana dengan kecantikan pistol Desert Eagle dan Tokarev **-33 yang ada di dalam kotak tersebut.
"Ayo kita berangkat!" merekapun berangkat membawa rombongan dengan cukup banyak.
Luzio dan Ben yang akan memimpin peperangan kali ini.Dan kali ini Kim juga ikut,ia bertugas sebagai hacker yang melacak pergerakan musuh.
Beberapa mobil yang membawa rombongan mereka akhirnya tiba.Mereka sengaja berhenti di tempat yang agak jauh dari medan tempur agar kedatangan mereka tidak di ketahui musuh.
Mereka semua sudah terhubung dengan earphone sehingga bisa saling berkomunikasi meskipun berjarak jauh.
"Kita bagi menjadi lima regu sesuai dengan apa yang sudah kita bahas kemarin,regu 1 ikuti saya ke bagian barat area ini.Regu dua ikuti Benvolio ke arah timur dan dua regu lainnya ke arah utara dan selatan.Regu terakhir pergi ke depan markas.Dan Kim dan timnya tetap awasi pergerakan musuh.Paham!?"jelas Luzio kepada mereka semua.
"Siap, paham!" jawab mereka serentak.
"Go!" seru Luzio dan merekapun berpencar menuju bagian mereka masing-masing.
Markas Luzio yang di ambil alih musuh cukup luas.Karwna itu tergolong markas utama wilayah barat.Dan di dalam markas itu ada bunker rahasia yang untungnya musuh tidak tahu.
"Di pintu utama ada sekitar sepuluh penjaga,di pintu belakang ada lima belas penjaga.Mungkin mereka sengaja karena mereka menduga kita akan menyerang lewat pintu belakang dan awas robot drone kite mendeteksi ada ranjau di sana"Jelas Kim yang berkomitmen lewat earphone meraka.
"Zio,apa kau ingat beberapa ranjau yang kita pasangan?nah seperti mereka tidak mengubah posisinya sama sekali.Jadi kau dan regu mu bisa berhati-hati" jelas Kim lagi.
"Baiklah,di mengerti"Jawab mereka.
Di tower markas tampak ada dua orang pemantau.Tim mata-mata melihat mereka melalui teropong.
"Lapor dari tim tuan Kim,kami mendeteksi ada dua orang di tower markas.Kalian harus melumpuhkan mereka terlebih dahulu agar bisa menyelinap lewat tembok dan hati-hati dengan lampu sensor mereka" jelas seorang tim mata-mata.
"Di mengerti!" balas regu 4 tangan akan menyerang lewat selatan.Merka terus berkomunikasi lewat earphone mereka.
...****************...
Segini dulu ya guys,lanjut besok ya guys.😁
terimakasih buat kalian yang udah ngasih dukungan 🤗
__ADS_1
BORAHAE 💜