My Crazy and Possesive Mafia

My Crazy and Possesive Mafia
BAB 46 (Syndrom Cauvade)


__ADS_3

Di sebuah tempat di New York...


"Sudah berapa banyak yang kau curi?." Tanya Luzio kepada laki-laki paruh baya yang tampak sedang duduk bersimpuh di hadapannya sambil menunduk.


"Kau tau,aku ini paling royal kepada orang yang loyal kepadaku,tapi jika ada yang berkhianat aku tidak akan segan-segan musnahkan mereka." Tambahnya lagi.


Lelaki paruh baya itu gemetar hebat,ia tidak mungkin mengelak di situasi seperti ini.Apa lagi sudah ada bukti bahwa ia menggelapkan uang perusahaan.


"Ampuni sa,saya tuan.Saya khilaf." Ujar lelaki itu terus memohon sambil memegang kaki Luzio.


"Cih,jauhkan tangan kotor mu itu!." Luzio menendang kasar hingga laki-laki itu tersungkur.


"Ben,kau tau apa yang harus kau lakukan bukan.?" Luzio menyeringai tajam.


Benvolio mengangguk.


"Kau sudah berani mencuri 3M lebih uang ku,kau tau aku sangat benci penghianatan.Terima saja akhir hayatmu yang menyedihkan ini."


Luzio lalu pergi keluar dan Benvolio langsung mengeksekusi lelaki paruh baya tersebut.Ia di tembak di bagian kepalanya dan jantungnya.Tak butuh waktu lama,lelaki itu meregang nyawa.


......................


Keesokan harinya....


Di mansion keluarga Nicole...


Saat ini Nicolette tengah bersama sang kakak.Nicolette tiba-tiba saja ingin memancing di halaman belakang mansion di temani sang kakak.


"Maaf ya kak,gara-gara ngidamku yang aneh,kau harus mengorbankan waktu mu." Ucapnya kepada sang kakak.


Marcello tersenyum,"Tidak apa-apa,demi mu dan calon keponakan ku jangankan mancing,menyelami Palung pun akan ku lakukan."


"Ah kau ini kak."


Merekapun lanjut memancing.Nicolette sangat ingin makan ikan saus asam manis tapi ikannya harus dari hasil memancing kakaknya.Ya, akhir-akhir ini Nicolette memang suka meminta yang aneh-aneh.


"Kak,kau kapan menikah?maaf bukan maksud lu menyinggung kakak,tapi usia kakak sudah tidak muda lagi,kakak sudah waktunya mencari pasangan agar kakak ada yang merawat.Mami dan papi sudah tua,mereka pasti ingin melihat para anak dan cucunya hidup bahagia."Tuturnya penuh arti.


"Iya Nic,aku tau.Tapi kakak tak tau harus apa,kakak bahkan tidak punya teman dekat wanita saat ini."Ujar kakaknya sambil terus fokus melihat ke arah kolam ikan.


"Bukankah kakak pernah bercerita bahwa kakak memiliki teman dekat waktu itu?kenapa sekarang tidak punya teman dekat?."


"Dia sudah menikah,baru saja beberapa bulan yang lalu."Kakaknya menunduk lesu.

__ADS_1


"Aku punya banyak teman wanita yang baik kak,kau tidak coba mendekati mereka?"Saran Nicolette kepada kakaknya.


"Ah apa mereka mau denganku yang kaku ini?aku kaku sekali dengan orang lain dan akan lembut hanya dengan orang tertentu saja.Biarlah aku sendiri dulu sampai tahun depan Nic."


Nicolette pun terdiam.Ia tidak mungkin memaksa kakaknya untuk segera menikah karena baginya menikah bukan ajang balapan dan bukan juga lomba siapa cepat dia dapat.Pernikahan harus di jalani dengan kesiapan fisik dan materi dari kedua belah pihak.Apa lagi posisi kakaknya sekarang sedang single.


"Kakak sekarang hanya ingin kita sehat semua,dan kau juga calon ponakanku harus sehat selalu.Aku juga sangat ingin menggendongnya saat dia sudah lahir nanti."


Senyum di bibirnya kembali merekah setelah mendengar ucapan sang kakak.Harinya menghangat.


......................


Kembali ke New York.


Luzio baru saja menyuap makanannya sebanyak dua kali,namun ia terpaksa harus berlari ke kamar mandi karena rasa mual yang sangat tidak menyenangkan.


"Huek!,huek!....."


Luzio terus memuntahkan isi perutnya di closed sampai tinggal cairan bening saja yang keluar.Sememtara Benvolio sibuk memijit tengkuk bosnya tersebut.


"Oh,ada apa denganku?" gumam Luzio lalu berkumur dan membasuh mulutnya di wastafel.


"Sebaiknya ku panggilkan dokter saja ya?.Wajahmu juga terlihat pucat bro." Ujar Benvolio yang melihat sahabatnya seperti orang yang tengah sekarat.


Tubuh Luzio gemetar dan lemas,kepalanya juga sangat sakit bahkan perutnya juga masih sangat mual.


Setelah membaringkannya, Benvolio menelpon dokter untuk segera datang ke vila.


Tak berapa lama kemudian dokter pribadi mereka datang.Dokter memeriksa dengan teliti tubuh Luzio.Kemudian ia mengernyit heran.


"Apa kau punya riwayat asam lambung kronis?" Tanya dokter Marvel.Ia adalah dokter pribadi ketika Luzio sendang berada di New York.Bekerja atau tidak,ia tetap di gaji penuh oleh Luzio.


"Tidak ada.Aku selalu makan dengan baik.Atau jangan-jangan..... makanan tadi beracun.?"


"Tidak mungkin bro,semua bahan makanan yang masuk di sini sudah di cek terlebih dahulu dan bahkan saat di masakpun tidak luput dari pengawasan koki handal.


"Tapi bagaimana jika salah satu di antara mereka ada yang meracuniku?." Tanya Luzio lagi.


Mereka terus berdebat perihal makan beracun.Sementara Dokter Marvel hanya menyimak perdebatan mereka.


"Apakah sudah selesai,tuan-tuan?" Tanya sang dokter setelah mereka saling diam beberapa saat.


"Baiklah kalau begitu saya akan meneruskan pembicaraan saya lagi.Sepertinya tuan muda mengalami Syndrom Cauvade atau hamil simpatik.Dimana seorang suami akan mengalami hal yang sama seperti yang istrinya alami ketika sedang hamil,tidak hanya mual saja,itu juga dapat berupa ingin makan sesuatu atau meminta hal yang aneh-aneh bahkan tidak suka dan sangat suka dengan bau tertentu.Ini hal yang sering terjadi,jadi anda tidak perlu khawatir,aku akan meresepkan obat pereda pusing dan mual." Jelas dokter Marvel

__ADS_1


Luzio masih merasa asing dengan apa yang baru saja sang dokter jelaskan.Bagaimana bisa istrinya yang hamil tapi ia yang mengalami gejalanya?.Apakah ia telah melakukan kesalahan sehingga sebelum lahirpun Luzio junior mengerjainya?.


Setelah selesai memeriksa dokter Marvelpun pamit pergi.Benvolio juga harus pergi untuk menebus obat bos sekaligus sahabatnya itu.


Luzio teringat dengan istrinya.Ia lalu bangkit dari ranjang lalu duduk di sofa kamar tersebut.Ia mengambil smartphonenya lalu melakukan panggilan video.


"Hai,manisku? Sedang apa kau sekarang?apa kau sedang di luar Hem?" Tanya Luzio beruntun.


Istrinya terkekeh lalu menjawab," Ya,aku sedang di luar.Aku sedang memancing bersama kakak.Kau kapan pulang?."


"Apa kau merindukanku?"


"Tidak,em maksud ku iya." Nicolette gugup sekali.


"Zi,kenapa wajahmu pucat,kau sakit?." Tanya istrinya lagi.


"Aku tidak apa-apa sayang,aku hanya kelelahan saja.Kau jangan sampai kelelahan ya.Jaga dirimu dan anak kita baik-baik.Besok aku akan kembali.Bye manis."


"Bye,Zi."


Klik.Panggilan video pun berakhir.


Luzio lalu menelpon max,entah kenapa ia saat ini tiba-tiba ingin makan puding mangga yang lembut dan minum susu stroberi yang sama seperti kesukaan istrinya.Ia meminta max untuk membelikan semuanya.


Tak berapa lama kemudian, Benvolio masuk sambil membawa obat-obatan milik Luzio.


"Hei,bro.Minumlah ini dan istirahatlah."


Luziopun segera meminum obatnya.


"Ben,bisakah kau menjauh dari ku,Heukh..."Luzio menutup hidung sambil menahan rasa mual.


"Bau,bau parfum mu sangat tidak makanya jika kau beli parfum itu beli yang mahal." Gerutu Luzio kesal.


Benvolio tampak bingung dengan sahabatnya itu sambil menciumi aroma tubuhnya sendiri.Parfum yang ia gunakan selalu sama dengan yang ia gunakan setiap hari.


"Cepat kau ganti parfum mu itu!." Ujar Luzio kesal.


"Ya,ya,ya.Baiklah bos ku yang cerewet aku akan membeli parfum baru." Benvolio kemudian keluar meninggalkan Luzio yang masih menutup hidungnya dengan tangannya.


Benvolio ingat jika tuannya itu sendang mengalami sindrom yang aneh baginya.


...****************...

__ADS_1


Maaf ya telat up🙏 terimakasih banyak untuk yang masih stay nungguin.


BORAHAE SEKEBON SEMUANYA 💜


__ADS_2