
Ketika hati sudah menetapkan
Tak perduli apa pun
Kau harus jadi milik ku
______________
Sudah bukan hal baru Erick datang ke kelas Cinta untuk sekedar mengajaknya makan siang bersama. Terlihat jika Cinta asik mengobrol dengan Ines, Bella dan Cantika. Sepertinya sedang ghibah.
"Tik! Cantika!" Penggil Ines dengan kencang namun Cantika tidak terpengaruh sedikit pun.
Bella pun menghadiahkan sebuah tonyoran di kepala Cantika dan mendarat dengan sangat mulus. Cantika pun mengeluh kesakitan karena ulah Bella tersebut.
"Pantes ngalamun, pangeran dia dateng"
Sindir Bella tepat sasaran. Cantika malu mengakuinya. Tapi itulah kanyataannya jika Cantika tidak bisa mengalihkan pandangannya.
Ines yang mengerti maksud Bella, sontak melihat ke belakang. Dan benar saja trio rusuh berada di kelasnya. Pandangan Ines terhenti setelah melihat pujaan hatinya itu. Cowo tinggi yang menolongnya. Begitu mempesona.
Tatapan mereka bertemu dan terkunci persekian detik. Membuat Ines gelagapan sendiri dan mengalihkan pandangan secepat mungkin.
Membuat pipi ines merona dan suhu tubuh memanas. Jantungnya sekaan ingin melompat dari tempatanya.
__ADS_1
"Woi! Cogan mau ngajak monyet makan bareng nih"
"Najis! cogan!" sewot Bella dengan menekan semua kalimatnya
Erick menarik Cinta begitu saja membuat Cinta menyenggol tubuh Cantika. Cantika yang kaget pun terjatuh.
"Lo gak papa kan? Bisa berdiri kn?" Erick pun membawa Cinta menuju kantin tanpa memperdulikan Cantika
Ketika di kantin Cantika terjatuh kembali. Seorang cewe sengaja menabraknya dan membuat Cantika jatuh begitu keras.
Akibatnya lututnya pun terluka. Erick segera menggendong Cantika dan membawa Cantika ke UKS. Erick adalah tipe orang yang tidak tega ketika melihat seseorang terluka. Ia pasti akan menolong
Seperti biasanya mereka duduk di kantin dengan heboh dan tidak lupa bergosip atau sekedar ghibah.
Ines tidak menjawab apa pun. Sedari tadi dia hanya berkutat dengan pikirannya. Mengingat cowo yang dia sukai tepat di gadapannya saat ini.
Galuh, cowo itu tak henti-hentinya menatap Ines. Entah apa yang di pikirkannya. Tapi membuat perasaan Ines melayang.
"Yang cantika?"
Tanya Cinta tidak mengerti maksud apa yang Bella maksudkan. Dan Bella hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ho'oh aneh banget masa jatoh kaya gitu berdarah. Kasian Cantika pasti kesakitan tuh. Kulit dia tipis banget pastikan Bell. Untung krik-krik langsung bawa ke uks. Klo enggak kan bisa kena tetanus tuh si cinta kasian "
__ADS_1
Jelas Cinta yang tadi sempat kaget melihat lihat lutut Cantika lecet.
"Inveksi Cin bukan tetanus, jauh banget astaga. Tuh yang lemot aja paham, masa kalian gk paham juga"
Bisa di bilang Bella adalah cewe terpeka di muka bumi ini. Bagaimana mungkin hanya jatuh bisa terluka seperti itu? Meningangat Cantika terjatuh tidak cukup keras.
"Walau dia agak ngawur sih. Intinya itu hal aneh" lanjutnya
"Temen lo sakit bukannya di doain, malah di ghibahin" sindir galuh
"Bukan ghibah kampret. Gue cuma butuh penjelasan soal tadi, iya kn Nes. Lo juga bingungkan"
Bella menatap Ines dengan harap semoga cewe itu sependapat dengannya. Namun dia malah tidak bersuara sejak tadi.
"Udah jelas banget Bell. Gue sayang banget sama lo, dan lo cuma milik gue seorang. Butuh kejelasan apa lagi?"
Gombal Kevin yang membuat pipi Bella memerah dan terdiam pada saat itu juga. Dasar pasangan baru, bucin tidak tau tempat.
*********
Jgn lupa like and coment
See you next time
__ADS_1
-Red Eyes