My Lemot Girl

My Lemot Girl
2.0 | Bocah Sialan


__ADS_3

Menjaga bukanlah hal yang mudah


Lepas sedikit saja


Kita kehilangan semuanya


___________________


"Ta buruan elah. Ngapain masih di situ aja, udah gue beliin boneka juga" Erik menarik-narik tangan Cinta.


Mereka sekarang sedang berada di toko boneka didalam sebuah mall, Cinta merengek minta boneka yang menurutnya begitu lucu dan ingin sekali membawanya pulang. Satu tidak cukup, dia selalu minta dua.


Sudah lama Cinta tidak menghabiskan uang Erick, ini salahnya mengganggu tidur panjang Cinta. Misi pembalasan dilaksanakan.


"Itu buat temennya Kuki. Lucu bangat, Tata jamin pasti Kuki seneng kalo ada temennya. Kan sendirian itu gak enak Rik"


"Gue beliin kapan-kapan, duit gue abis entar" dengan muka melasnya


"Satu aja, murah kok. yaaaa" rengek Cinta lagi


Erick tidak tahan dengan rengekan Cinta yang tidak akan pernah berhenti. Sampai benar-banar apa yang di inginkan cewe itu terpenuhi.

__ADS_1


Alhasil Erick mengalah dan menuruti apa yang Cintanya itu inginkan. Erick hanya bisa mengelus dadanya.


"Erick mau ice cream"


Cinta berlari ke penjual ice cream yang ada di dekat mereka. Erick pun membuntutinya dari belakang dan membawa boneka-boneka Cinta.


Erick membelikan boneka yang tadi Cinta minta lagi, ia berinama Mochi. Entah nama dari mana. Mungkin karena bentuknya yang bulat dan di saat di peluk terasa sangat kenyal


"Astaga Ta lu mau ngerjain gue. Udah pulang" kesal Erick


"Kak ice cream coklat sama strowbery" pesan Cinta ke mbak-mbak di kedai itu.


"Taaaa... tataaaaa... ayok udah pulang duit gue udah abis elah. Itu ice cream lu gak ada niatan buat bagi gue gitu?"  Cinta menggeleng sebagai jawaban


Erick menarik baju Cinta dengan lembut, mengingat Cinta sedang memakan kedua ice cream itu dengan nikmatnya. Takut jika ice cream itu jatuh dan Cinta akan marah kepadanya. Itu hal yang menyeramkan.


Sedetik kemudian Erick merasakan panggilan alam. Ia harus segera ke toilet sekarang juga. Namun apakah Cinta akan baik-baik saja saat tinggal? Cewe itu sangat ceroboh, bisa-bisa Cinta tersesat.


"Tunggu sini. Jangan kemana-mana." tegas Erick


"Iya gak kemana-mana" lirihnya

__ADS_1


"Apa? Gue gak denger"


"Tata tungguin, gak kemana-mana!" Kesal Cinta


Dengan berat hati Erick meninggalkan Cinta. Bukan Cinta jika dia patuh begitu saja. Tidak lama Cinta sedikit berkeliling-keliling. Tidak begitu jauh, dia hanya tertarik untuk melihat orang-orang yang sedang menggunakan eskalator.


Tidak di sangka tiba-tiba mall menjadi lebih ramai. Malah bisa di bilang sangat ramai. Mengingat toko diskonan yang cukup besar baru saja di buka, membuat pembeli menjadi agresif. 


Cinta susah bergerak, bahkan terdorong kesana kemari tidak tentu arah. Ia hanya berusaha jangan sampai jatuh. Jika tidak Cinta bisa terinjak-injak, itu mengerikan.


And just information Cinta tidak suka tempat ramai, akibatnya Cinta sesak nafas dan pusing yang mulai mendominasi.


Tidak ada tanda-tanda keberadaan Erick sama sekali. Cinta benar-benar sudah tidak bisa tahan dengan semua ini lagi.


******


Jgn lupa vote, like and coment


See you next time


-Red Eyes

__ADS_1


__ADS_2