
Mendapatkan mu bukanlah hal mudah
Melakukan dengan cara kotor pun akan aku lakukan
____________________
Sore ini Cantika pergi ke rumah Cinta untuk menginap. Mengingat Cantika ingin merasakan pesta piyama dengan teman sekelasnya.
Tidak hanya Cantika. Bella dan Ines pun ikut serta dalam hal ini. Sepertinya ini akan menjadi malam yang indah bagi mereka semua.
Bella dan Ines pergi mengambil minum dan cemilan. Rasanya kurang seru jika tidak ada makanan. Bagi mereka rumah Cinta sudah seperti rumah mereka sendiri.
Mengingat mereka sering bermain di rumah tersebut. Entah itu mengerjakan tugas. Atau pun hanya bosan.
"Tik itu tangannya kenapa?"
Cinta tidak sengaja melihat pergelangan tangan Cantika yang tertutupi oleh beberapa hancaplast. Cantika menggeleng sebagai jawaban dan menutupi luka tersebut.
Tak lama Cantika pun membuka suaranya.
"Cin lo tau gak sifat asli Erick tuh gimana?" Tanya Cantika
__ADS_1
"Iya tau. Dia itu ngeselin banget, selalu gangguin Cinta. Tapi dia aslinya baik. Erick cowo yang perhatian banget. Kalo dia lagi marah serem banget, semua barang pasti di banting" jelasnya
"Tapi yang gue tau dari temen gue. Dia itu udah sakitin hati banyak cewe, dan lebih parahnya dia tidur sama cewe dan ngelakuin hal dewasa Cin. Udah gitu ya Cin, temen gue juga bilang. Kalo Erick tuh gak sayang sama temen-temennya. Apa lagi sama lo. Dia anggep lo selama ini itu beban"
"Erick gak mungkin gitu. Cinta tau Erick dari dulu" sanggah Cinta
"Tapi kenyataannya kaya gitu Cin. Udah banyak korbannya. Dan gue punya bukti-buktinya. Erick pernah cerita atau curhat ke lo?"
Cantika menyodorkan beberapa foto yang menampilkan Erick dengan banyak cewe yang Cinta tidak kenal. Dan memang ada beberapa foto yang menampilkan hal dewasa.
Cinta menggeleng sabagai jawaban. Erick memang tidak pernah cerita apa pun kepadanya. Apa lagi soal cewe atau pacarnya. Cinta tidak pernah tau akan hal itu.
"Erick tuh gak sayang sama lo. Dia anggep lo tuh selama ini beban. Dia benci ama lo Cin, karena lo cewe lemot. Aslinya Erick tuh gak mau deket-deket sama lo. Dia kepaksa aja lakuin itu. Jadi saran gue lo jauhin Erick. Dia gak baik buat lo"
Ini sangat membingungkan bagi Cinta
Matahari sudah mulai menampakan dirinya. Cinta terlihat di balkon kamarnya dan terus memandangi kamar Erick. Dia berfikir apa yang Cantika katakan sore itu.
"Cin"
Panggil Cantika yang sudah berada di dekatnya. Sepertinya Cantika baru saja bangun. Mengingat ini terbilang masih sangat pagi. Bella dan Ines pun belum bangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Lo mau jauhin Erick apa pura-pura gak tau soal masalah itu?" Tanya Cantika to the point
Cinta hanya diam. Tidak tau harus berekspresi seperti apa atau akan melakuakn apa kedepannya. Ini sangat membingungkan untuknya.
"Jauhin aja dia gak baik buat lo. Lagian dia juga gak suka lo ada di deket dia"
Entahlah Cinta bingung harus melakukan apa saat ini. Lebih baik dia menjauhi Erick saja sementara waktu, sampai dia tau harus melakukan apa. Mungkin ini lah yang terbaik.
Erik membuka tirai kamarnya. Terlihat Erick sepertinya baru bangun dan dia tidak sendiri. Ada Kevin dan Galuh yang juga tidur di tempat Erick.
Erick melambaikan tangannya di balik kaca pintunya dan keluar menuju balkon. Di tersenyum jahil yang di arahkan untuk Cinta.
"Tumben udah bangun. Padahal mau gue bangunin"
Namun Cinta masuk ke dalam kamarnya begitu saja. Seakan dia malas untuk sekedar melihat Wajah Erick. Ekpresinya pun hanya datar
Erick sangat bingung, itu seperti bukan Cintanya
********
Jgn lupa like and coment
__ADS_1
See you next time
-Red Eyes