
Episode kali ini mengandung kekerasa yang berlebihan untuk mendramatisir cerita. Bagi para pembaca di bawah umur untuk bijak dalam membaca
⚠××××⚠
Menyakitkan ketika melihatnya terluka
Menyakitkan jika kita tak bisa menjaganya
Menyakitkan saat melihatnya menangis
Perasaan ini sungguh rumit
________________
Darah sudah mengalir dengan bebasnya di perut Cinta. Noda merah mendominasi di bagian seragam yang sedang Cantika tusuk. Sakit yang menyeruak, tak tertahankan membuat Cinta menjerit. Tak lupa air matanya selalu lolos.
Apakah dia benar-benar akan mati saat ini?
Jika iya, maka bunuhlah secepat mungkin. Ini sangat menyiksa. Cinta sudah tidak kuat untuk menahan semuanya, dia ingin semua segera berakhir. Dia tidak ingin merasakan semua ini lagi.
"To-tolong..." rintih batin Cinta
"HAHAHAHA..... jerit yang kenceng!"
__ADS_1
Cantika terus tertawa terbahak-bahak. Baginya hal seperti ini adalah lelucon yang sangat menyenangkan dan lucu. Membuat dia ingin terus melakukan ini sampai Cinta menderita. Dia sangat bahagia saat ini. Tidak bisa di gambarkan, karena Cantika terlalu bahagia.
"Kita pindah tempat ya, perutnya entar lagi pas akhir. Gue tusuk sampe punggung, gak sabar gue"
Cinta terus tertawa melihat ekpresi Cinta yang sudah tidak karuan. Dia sangat senang Cinta menderita, inilah hukuman karena mendekati Ericknya.
"Tik udah, ini udah keterlaluan. Rencana awal kita gak kaya gini"
"Lo gak usah brisik deh, mau jadi pacar gue gak?"
Cowo itu tidak bisa berkutik saat ini. Dia tidak tega dengan keadaan Cinta, namun jika menghalangi dia tidak bisa mendapatkan Cantika. Dia hanya bisa berdiam diri dan menyaksikan kejadian tersebut.
Kesal Cantika karena cowo itu mengganggu kebahagiaannya. Bisa-bisanya cowo itu berani kepadanya, atau mungkin dia di jadikan korban berikutnya?
Itu ide bagus bukan?
Cantika mulai menunjuk-nunjuk paha Cinta dengan pisau lipatnya itu, mulai di dekatkan dengan paha kiri Cinta. Cinta terus mrnangis dan menggeleng jika dia meinginginkan Cantika berhenti.
Sepertinya inilah akhir dari hidupnya.....
Brak!
Terdengar suara pintu yang di dobrak oleh seseorang, entah siapa itu tidak ada yang tau. Namun, Cantika tidak merasakan panik atau ketakutan karena apa yang sedang ia lakukan di ketahui oleh orang lain.
__ADS_1
Namun baginya seseorang yang mendobrak pintu tersebut adalah mangsa selanjutnya. Nafsu Cantika untuk menyakiti seseorang bertambah dan tidak ingin terhentikan. Dia ingin lebih
Bian, dia lah yang datang untuk menolong Cinta. Dengan gagahnya mendobrak pintu hanya dengan menendang saja. Benar-benar pintu yang sangat rapuh.
"Lo ngapain diem aja! Halangin dia!" Perintah Cantika kepada cowo yang sedari tadi menonton dirinya.
"Penghianat ****!"
Kesal Bian ketika mengetahui jika cowo itu adalah Kevin. Bagaimana bisa cowo itu bekerja sama dengan Cantika untuk melukai Cinta separah ini. Dan dia hanya berdiam diri menonton kegilaan Cantika.
Apa dia juga sama gilanya dengan Cantika?
Adiknya sendiri, yang memiliki gangguan. Cantika sudah sejak SMP menjadi seorang masokis atau bisa di sebut masokisme. Adik Bian yang sangat tidak waras.
Melihat Cinta tak berdaya seperti sekarang ini. Bian tidak akan membiarkan Cantika lepas begitu saja karena Keluarganya yang memiliki kuasa untuk membuat Cantika bebas dari hukuman. Ini sudah di luar batas wajar jika sampai Cantika menjadi psycopath.
Apa yang akan Bian lakukan?
******
●| Bian Willson
__ADS_1
See you next time
-Red Eyes