
Ketika lo pura-pura gila
Tapi sahabat menganggap lo gila beneran
__________
Ines masih dalam posisi yang sama. Diam membatu dengan pandangan yang tidak dapat di artikan. Padahal cowo itu sudah pergi sejak tadi.
Namun dia masih saja diam membatu dan menahan nafasnya. Walau kadang dia mencuri-curi nafas sedikit demi sedikit. Karena tidak mungkin Ines dapat menahan cukup lama.
Dia hanya manusia biasa.
Bukan manusia super yang dapat menahan nafas semuanya. Dan bagaimana bisa perasaannya tidak bisa terkontrol seperti ini, sangat menyebalkan!
"Bell" panggil Cinta dengan senyum lebar
Bella hanya berdehem sebagai jawaban. Ia masih terus berkutat dengan benda pipih di tangannya. Pandangannya tidak lepas dari ponsel tersebut.
Dan jarinya terus memijit keyboard tanpa henti. Entah siapa yang sedang menjadi pusat dunianya saat ini.
"Itu Ines knp?"
Tanya Cinta dengan muka ceria seperti biasanya, muka ****** lebih tepatnya, seraya mengupil dengan jari kelingkingnya tanpa ada rasa malu sedikit pun.
__ADS_1
Dia pun membersihkan jari kelingkingnya di baju Bella dengan tidak tau dirinya itu. Namun Bella tidak perduli karena memang dirinya tidak tau. Jika tau Cinta sudah di hancurkan berkeping-keping saat ini.
Cinta benar-benar sangat jorok.
"Mana gue tau, gila kali" Bella mengedikan bahunya dan menjawab asal. Dia terus fokus dengan ponselnya
"Bentar Cinta telpon dulu"
Bella hanya berdehem kembali sebagai respon, yang aslinya tidak memperhatikan apa yang Cinta katakan. Bella terlalu asik chattingan dengan Kevin. Mereka masih dalam bucin.
Sedangkan Cinta sibuk mengotak atik benda pipih di tangannya dan tidak lama menelfon seseorang di sebrang sana. Entah apa yang Cinta lakukan. Namun ini bukanlah hal yang baik.
Kejadian buruk akan segera menghampiri mereka. Karena Cinta tidak seharusnya melakukan hal seperti ini sekarang. Tindakan yang ceroboh.
Ines meronta-ronta saat sedang di bawa masuk ke dalam ambulance. Dia tidak mau masa mudanya di habiskan di dalam Rumah Sakit Jiwa. Mengingat dia masih sangat waras saat ini.
Bisa-bisanya Cinta memasukan dirinya kedalam rumah sakit jiwa. Kenapa Cinta mudah sekali percaya dengan kata-kata yang tidak masuk akal.
"Ta, Ines kenapa tuh?" Tanya Erick panik
Erick tidak tau harus berbuat apa. Ini hal yang berada di luar nalarnya saat ini. Bagaimana bisa ambulace rumah sakit jiwa nyasar kedalam sekolahan?
"Ines diem aja dari tadi, pas tanya Bella katanya gila. Jadi Tata telpon ambulance Rumah Sakit Jiwa" jelas Cinta polos
__ADS_1
Buru-buru Erick lari dan mencoba ngobrol dengan perugas ambulance bahwa Ines masih waras. Lebih waras dari otak Cinta.
Harusnya Cinta yang di bawa ke rumah sakit jiwa. Mungkin saja otaknya kembali seperti semula. Atau memang otaknya hanya setengah?
Bella yang baru keluar kelas pun bingung melihat keadaan yang begitu ramai. Karena memang kejadian itu menjadi pusat perhatian seantero SMA Bintang.
"Ada apaan dah rame-rame"
"Kamu kemana aja sayang, Cinta mau masukin Ines ke Rumah Sakit Jiwa kamh baru nongol" jawab Kevin
"Gila bener nih bocah, minta di tabok kali ya"
Buru-buru Bella menonyor kepala Cinta agak keras agar dia sadar gobloknya sudah kelewat batas. Bagaimana mungkin Cinta mekakukan hal gila seperti itu.
Yang paling bodoh adalah kenapa Ines dan Bella mau berteman dengan Cinta?
*******
Jgn lupa like and coment
See you next time
-Red Eyes
__ADS_1