My Lemot Girl

My Lemot Girl
34.1 | Dylan 1


__ADS_3

Menjaga adalah kewajiban


Ketika dia terluka


Itu kebodohan


_____________________


"Cin" panggil Bian dari dalam mobil


Cinta pun menoleh ke arah sumber suara. Bian tampak tidak baik-baik saja. Sepertinya karena Cinta telah memutuskan hubungan mereka. Walaupun begitu Cinta masih ingin tetap menjadi teman.


Cinta memang egois. Tapi menurutnya, Bian tetaplah orang yang baik dan sudah berubah. Cinta yakin akan hal itu.


"Pulang sama siapa? Gue anter aja" tampak Bian sedikit memohon


Suara klakson membuat Bian dan Cinta menoleh ke tempat yang sama. Dylan,


Dylan sudah berada di gerbang tempat sekolah Cinta. Dia membawa motornya karena tergesa-gesa, sampai lupa jika Cinta tidak bisa menaiki motor tersebut.


"Naik" perintah Dylan mutlak, tidak bisa di ganggu gugat.

__ADS_1


"Gak mau! Entar Tata jatoh kaya dulu lagi. Tata gak mau pokoknya!" Raut wajah manis Cinta berubah, terlihat jika dia sangat kesal saat ini.


Dia takut jika harus menaiki motor kembali. Kejadian dulu seakan terjadi belum lama, ketika Cinta terjatuh dari motor waktu Dylan mengemudikannya.


Luka yang Cinta derita cukup parah, kaki kiri patah, terdapat pula beberapa luka lebam dan goresan di bagian tubuhnya.


Itu sangat menyakitkan bagi Cinta, belum lagi kejadian tersebut sangat menguras tenaga dan juga waktunya. Beraktivitaspun sangat sulit untuk di lakukan Cinta.


Cinta tidak ingin mengulang kejadian naas tersebut. Dia sebisa mungkin untuk tidak menaiki atau pun berdekatan dengan motor.


"Cin, balik sama aku aja" ajak Bian kesekian kalinya, membuat ekpresi Cinta tampak membaik saat ini.


Namun hal tersebut membuat Bian mendapatkan hadiah berupa tatapan membunuh dari Dylan. Sangat mengintimidasi


Atau mungkin memang Cinta lah yang sangat populer dan banyak di sukai cowo. Saingan Bian ternyata bukan cuma Erick, namun masih banyak lagi. Ternyata mendapatkan Cinta tidaklah mudah.


Suara klakson dari mobil di belakang Bian terus berbunyi. Sangat nyaring dan menggema di area tersebut. Membuat siswa dan siswi berteriak dan memaki pengendaranya.


Cowo itu turun dari mobil dan menghampiri Bian. Tampak dia kesal, karena Bian menghalangi jalannya.


"Minggir! Lu ngalangin jalan gue"

__ADS_1


Erick terlihat sangat keren saat ini. Ekpresi srius, tatapan tajam, dan kedua tangan di masukan kedalam saku celana. Membuatnya menjadi tontonan.


Sebenarnya memang beberapa orang yang berada di area tersebut menonton kejadian itu. Ada yang merekam atau mengambil foto mereka.


"Jalan luas ****" kesal Bian


"Singkirin mobil lo atau gue tabrak!"


Erick menarik Cinta kedalam mobil miliknya. Di sana ada Galuh dan Kevin terlihat sangat santai. Namun berbeda dengan Galuh yang terus mengotak atik leptopnya. Entah apa yang sedang dia lakukan.


Galuh menaikan sebelah alisnya, tanda jika dia bertanya kepada Cinta. Cinta hanya menggeleng dan duduk dengan tenang di jok depan.


"Erick ngapain dah sok keren. Kan gue kek kambing conge nonton doang, sialan!" Maki Dylan dalam hatinya


Erick membunyikan klaksonnya kembali berulang kali. Membuat Bian harus mengalah kali ini, dari pada mobilnya rusak. Dia malas jika harus memakai mobil yang lain, semua orang pikir Bian sedang memamerkan kekayaannya. Itu pasti yang orang lain pikirkan.


"Lo ikut gue!"


Dylan pun melajukan motornya entah dia akan pergi kemana. Tidak ada yang tau, begitu jiga Bian yang terus mengikutinya.


*****

__ADS_1


See you next time


-Red Eyes


__ADS_2