
Hanya melihatnya
Semua seakan baik-baik saja
****
Aroma kopi yang menyeruak di rongga hidung. Membuat rasa tenang sendiri di dalam hati Ines.
Awan hitam, rintik hujan. Perpaduan yang sangat pas untuk sekedar meminum kopi miliknya. Entah akan sampai kapan dia menunggu sosok yang tidak muncul sedari tadi.
Kevin. Kakaknya itu benar-benar melupakan dirinya. Bagaimana bisa dia meninggalkan adiknya sendiri demi pacarnya itu. Bella. Perempuan bak iblis yang sangat menyermakan.
Medusa. Panggilan yang cukup tepat untuk menggambarkan perempuan tersebut. Tapi Kevin seperti di santet membuat dia sangat tergila-gila dengan perempuan itu. Ines tidak habis pikir.
Lonceng di atas pintu berbunyi cukup nyaring. Tanda jika seseorang telah tiba. Ines melihat kearah tersebut, di perhatikannya seksama. Dia berharap jika itu Kevin.
Namun hanya ada seorang laki-laki bertubuh tinggi, dengan seorang perempuan yang jarak tinggi mereka terbilang jauh.
Persekian detik, Ines terkesima oleh ketampanannya. Sungguh tidak bisa di tolak. Jantungnya mulai berdegup beriringan dengan langkah mereka yang semakin mendekat.
"Ines sadar mereka mesra banget, udah jelas kan?" Ines membatin, tapi tidak membuatnya berhenti.
Otak memberontak
Namun hati terus menetap
"Nes"
"Ines!" Bentak Kevin yang sudah duduk di samping kanan Ines
__ADS_1
Ines menoleh kaget. Kakaknya ini seperti jin yang tiba-tiba muncul, dan pergi tanpa mengatakan apapun.
Begitu juga Bella yang sudah duduk di depan Kevin. Bagaimana mungkin kakaknya membawa iblis ke tempat ini.
Alis Kevin bertaut menanyakan apa yang terjadi dengan Ines. Namun Ines tidak mengatakan apapun. Hanya pipinya yang merona akibat suatu hal. Yang jelas Kevin saksikan.
Kevin beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri laki-laki yang tengah duduk dengan seorag perempuan tidak jauh dari meja mereka.
Kevin berbincang dengan laki-laki tersebut. Namun perempuan itu aneh, tidak bisa di gambarkan. Kevin-pun menyuruh Ines dan Bella untuk bergabung dengan mereka.
Membuat jantung Ines semakin tidak karuan. Apakah ini yang sering orang sebut dengan cinta pada pandangan pertama?
Dulu Ines menyangkal hal tersebut. Karena mencintai seseorang hanya beberapa detik itu sangat mustahil. Namun sekarang dia percaya. Dia sedang merasakannya saat ini.
Benar-benar gila.
"Kok lu bisa tau nama mereka?" Kevin terkejut dengan yang baru saja terjadi. Begitu juga Ines dan Bella yang mendengar penjelasan dari Kevin.
Apakah perempuan ini seorang peramal? Atau dia memang bisa melihat masa depan? Sangat mengerikan
"Kevin, kenapa si. Dari tadi aneh gitu, kan Tata kangen sama kalian semua, tinggal Erick. Tata belum liat lagi"
Tatapannya berubah teduh. Lebih tepatnya sedih. Mereka tidak tau apa yang terjadi dengan perempuan ini, tapi mereka bisa merasakannya.
"Pasti entar ketemu lagi" Ines menyemangati, seharusnya Ines mengibarkan bendera perang untuk merebutkan laki-laki ini. Namun malah sebaliknya.
Mereka pun mulai mengakrabkan diri. Tak lupa untuk menyesap kopi hangat di tengah cuaca yang dingin. Sangat nikmat.
Cinta, terus menceritakan hal aneh kepada mereka. Hal yang tak pernah mereka alami sebelumnya. Membuat mereka bingung sendiri harus bagaimana menghadapainya.
__ADS_1
"Udah jangan aneh-aneh" komentar Galih tidak membuat Cinta berhenti menceritakan itu semua.
Cinta sangat merindukan moment-momont bersama mereka. Karena tidak akan pernah tergantikan. Cinta sangat bahagia.
"Tata nggak aneh-aneh Galuh, sejak kapan kulkas berjalan jadi crewet kaya gini. Ines suka banget tau sama Galuh yang dingin-dingin manja" Cinta sangat ingin mejaili Ines saat ini.
Dia tau Ines menyukai Galuh sejak lama, hanya saja perempuan itu tidak mengatakan apapun kepadanya dan Bella. Lebih tepatnya Bella yang memberi tahu Cinta akan hal tersebut.
Perkataan Cinta membuat pipi Ines semakin memanas. Bagaimana mungkin perempuan ini tau apa yang dia rasakan, padahal mereka baru bertemu beberapa manit yang lalu. Benar-benar peramal yang hebat.
"Galih" Ucap Galih membenarkan namanya
"Galuh, pokoknya Galuh. Nggak ada Galih" ucap Cinta dengan penekanan diseluruh kalimatnya.
Tatapan Galih tidak terbaca. Dia menatap Cinta lekat-lekat, mengalihkan pandangannya sedikit saja. Dia seperti akan kehilangan perempuan tersebut.
Dia berjanji akan melindungi Cinta selama dia bisa. Itu pasti!
******
Eps kali ini menceritakan Cinta setelah bangun dari koma.
Bonus ini bukan lanjutan dari eps sebelumnya. Ini kaya moment" Cinta setelah koma aja, jadi tidak beraturan.
Yang mau bonus lagi silahkan coment
MY **** GIRL
-Red eyes-
__ADS_1