
Tidak ada yang boleh sentuh milik gue!
~Erick Adyasta
_______________
Sesampainya Erick di kelas, langsung saja Erick menghampiri Bian yang sedang ngobrol dengan teman-teman bangsatnya itu.
Tanpa aba-aba ia langsung saja menberi Bian hantaman yang sangat kuat. Membuat sudut bibir Bian berdarah saat itu juga.
Galuh dan Kevin yang kaget, langsung menarik Erick sekuat tenaga. Erick terus meronta dan ingin terus mendekati Bian.
"Udah ******!" Bentak Galuh
Namun di hiraukan Erick. Dia terus meronta dan ingin terus menghantam Bian berulang kali.
Mereka pun menjadi pusat perhatian saat ini. Banyak yang membicarakan Erick yang tidak baik, dan ada yang membenarkan perbuatannya saat ini. Karena mereka tau bagaimana sifat seorang Bian.
"******! Ngapain lo mukul gue!"
Kesal Bian yang coba untuk menggerakan pipi kirinya yang terasa nyeri cukup dalam. Bagaimana bisa satu pukulan membuat dia seperti ini?
Pertahanan Bian dalam bala diri sangatlah bagus. Dan dia tidak akan mudah untuk di kalahkan. Tapi bagaimana bisa Erick melemahkannya begitu saja?
"Lo mending pergi. Bahaya kalo Erick udah kaya gini, bisa mati sia-sia lo"
__ADS_1
Saran Kevin benar. Mengingat Erick sangat berbahaya jika lepas kendali. Dia bisa berbagai ilmu bela diri, mulai dari taekwondo dan karate. Walau tubuhnya tidak terlihat berotot namun tetap saja itu hal yang sangat berbahaya.
"Jangan sentuh Tata gue *******!" Bentak Erick membara.
Dia sangat marah dengan Bian saat ini. Beraninya dia menjadikan Cinta sebagai mainannya itu. Tentu saja Erick tidak tinggal diam.
Dia akan menggancurkan orang yang berani menyakiti Cinta. Menyentuh Cinta sedikit saja, itu tandanya bermain-main dengan Erick.
"Tata? Cinta? Dia pacar gue sekarang. Bukan milik lo!!" Bian tersenyum remeh ke arah Erick dengan menekan kata pacar dan bukan milik lo
Itu tentu saja membuat emosi Erick semakin tersulut. Beraninya dia meremehkan Erick begitu saja.
"******** lo *******!!!"
"Ta minggir!" Tegas nya
"Erick cowo *******!" Bentaknya dengan sangat polos, mengingat cinta tidak tau arti kata tadi. Dia pun langsung menarik Bian dari kericuhan yang di buat Erick.
Cinta sangat marah saat ini
\=My Lemot Girl\=
"Kamu gak papa? Bibir kamu berdarah, Cinta obatin sini"
Cinta mulai mengobati luka Bian dengan seksama di UKS. Bian menatap Cinta dengan intens, seperti serpesona oleh wajah Cinta untuk persekian detik.
__ADS_1
Mungkin ada sesuatu yang menarik di sana atau karena Cinta lah cewe pertama yang bisa membuat perasaannya seperti ini?
"Udah selesai"
Cinta tersenyum puas, begitu juga dengan Bian. Ini kali pertama ia tersenyum karena seorang cewe.
"Makasih ya sayang" ungkapnya, Cinta hanya mengangguk sebagai jawaban
"Erick itu palyboy, suka mainin hati cewe. Cinta benci banget sama cowo kaya gitu. Cinta minta maaf atas nama dia, kaya gitu dulu dia juga temen Cinta. Maap"
Jelas Cinta dengan raut wajah yang menyesal dengan ke jadian tadi. Bisa-bisanya Erick melakukan hal itu kepada Bian.
"Tadi kamu ngomong ******* kenceng banget loh. Kaget aku, gak nyangka kamu bisa kaya gitu"
"******* itu apa? Sebelumnya Cinta denger Erick ngomong ******* kenceng banget sampe luar. Jadi Cinta ikutan" bingung Cinta
Bian menempelkan jari telunjuknya di bibir Cinta. "Syuuut, jangan ngomong itu lagi. Gak boleh" lebutnya
Cinta mengangguk nurut dengan apa yang di katakan Bian. Sampai akhirnya mereka membolos dan tetap di UKS.
********
See you next time
-Red Eyes
__ADS_1