
Menjadi terkenal memang banyak yang menginginkannya
Tapi terkenal, bukan berarti hal yang menyenangkan
___________________
"Hay gas" Cinta memukul-mukul meja dengan kencangnya. Baru juga Cinta masuk kelas, namun dia sudah membuat bising seisi kelas.
"Guys Cin, bkn gas LPJ" coment Ines
"Apaan dah, brisik Cin" kesal Bella yang merasa terganggu.
"Bodo" Cinta menjulurkan lidahnya mengejek
"Makin jelek lo, kek kutu kudanil"
"Brisik Bell sekolahan" ledek Cinta
"Lo yg bacot mulu dah, cebong dari goa hantu" kesal Bella
"Eh, kulit biawak, diem anjer. Pagi-pagi udah berantem aja" sewot Ines
__ADS_1
Bell masuk pun berbunyi, terasa begitu cepat. Padahal belum lama Cinta duduk di bangkunya dan ingin menceritakan kejadian kemaring dengan teman-temannya.
Ternyata hari ini ada murid baru yang akan masuk di kelas Cinta. Namanya adalah Cantika, seperti namanya dia sangat cantik.
Sangat cantik untuk anak sekolah, bahkan anggun dan rapi. Seperti tanpa celah dan begitu sempurna untuk anak SMA. Bagaimana bisa ada cewe sempurna seperti bidadari ini kecantol di sekolaham yang seperti akan roboh ini.
Sangat mengagumkan dan tidak bisa di logika. Atau mungkin dia adalah peri yang di tugaskan mengawasi anak-anak disini?
Itulah yang saat ini Cinta pikirkan. Seharusnya yang tidak bisa di logika adalah Cinta sendiri. dia selalu berhalusinasi aneh dan tidak masuk akal.
Cantika pasti akan terkenal dalam waktu dekat. Semua orang juga pasti sudah bisa menebak hal tersebut.
Hanya di lakukan oleh orang profesional untuk menatap Cantika, jika tidak hal buruk akan terjadi. Maka waspadalah.
Cinta mencoba tidak perduli, namun dia tetap saja penasaran. Seberapa dekat Cantika dengan Ericknya itu? Sampai memberikan mochi kesayangan Cinta kepadanya. Ini membuatnya makin sebal sendiri.
Tunggu! "Ericknya?" Cinta hanyalah sahabat Erick sedari kecil dan Erick bukanlah hanya miliknya. bagaimana bisa dia mengatakan hal gila itu. Bodoh.
Pelajaran berlangsung seperti biasanya. Cinta mengerti dengan baik. Namun jika sudah sampai rumah seakan semuanya tersapu ombak. Menghilang begitu saja.
Bell istiharat berbunyi. Karena Cinta sedang sebal dengan Erick, ia pun harus bergegas ke kantin secepat mungkin sebelum Erick datang tentunya.
__ADS_1
"Bell gue ikut ke kantin ya" teriak Cantika
"Yok" jawab Bella singkat
Setiap berjalan dengan Cantika, semua cowo diam dan melihat sampai dia benar-benar tidak terlihat. Lebih parahnya, ada yang mempuntuti di belakang atau sekedar basa-basi untuk mengajaknya makan bareng.
Itu membuat Cinta sebal, bukan karena dia iri. Tapi Cinta tidak suka menjadi pusat perhatian. Walaupun bukan Cinta yang di lihat oleh orang-orang. Tetap saja dia merasa risih. Itu mrmbuatnya merasa tidak bebas.
Cinta juga tidak suka di tempat yang ada banyak cowo, kecuali teman-teman Erick yang sudah dekat dengan Cinta.
Dan yang paling Cinta tidak suka adalah di paksa makan yang dia tidak sukai sama sekali. Cinta termasuk suka memilih makanan, tapi jika ia memakan yang ia suka. Dia bisa habis sangat banyak.
Dia tipe yang makan banyak tanpa gemuk. Jadi Cinta sangat menikmati semua makanan tampa memikirkan hal yang tidak perlu.
*********
Jgn lupa vote, like and coment
See you next time
-Red Eyes
__ADS_1