My Lemot Girl

My Lemot Girl
14.1 | Mission 2


__ADS_3

Dugaan


Tidaklah selalu benar


Entah itu menyesatkan atau pun kebahagiaan


_____________________________


Cinta pun pergi meninggalkan restorant tersebut dengan berat hati. Dia sangat tidak tega dengan Bian yang harus mati begitu saja. Dia tidak ingin meninggalkan Bian begitu saja.


Namun berbeda dengan Erick dan ke dua sahabatnya itu. Mereka tersenyum dengan sangat lebar, inilah kemenangan mereka. Sangat tidak memiliki perasaan, bagaimana mungkin ada manusia seperti itu.


"HAHAHAHAHA" batinnya Erick senang


"Rik! Ngalamun trooos" Panggil Kevin, namun Erick tidak menjawab sama sekali.


Orangnya duduk dengan tenang, namun pikiriannya berkeliaran entah kemana. Mengingat ia terus melihat Cinta dan Bian yang tidak lama lagi akan menjadi pasangan baru. Tidak perlu ditanya jika hati Erick menolak hal tersebut.


Hati dan otaknya bekerja sama untuk menolak hal tersebut. Dia sangat sebal melihat pemandangan di depannya ini. Tangannya gatal menahan untuk tidak menonjok muka Bian itu.


Tanpa sepatah katapun Galuh menonyor kepala Erick dengan kerasnya tanpa pikir panjang


"Sakit ****!"


Erick mengelus kepalanya sendiri karena kesakitan. Itu membuat dirinya tersadar dari lamunan yang tidak jelas. Berusaha untuk membunuh Bian.

__ADS_1


"Tinggal tunggu mereka jadian" sindir Kevin


"Bukan urusan kita"


Tidak lama Cinta dan Bian beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju mobil Bian. Sepertinya mereka akan pergi, entah ketempat selanjutnya atau mengantar Cinta pulang.


Cinta merasa sangat senang hari ini. Dia bisa makan banyak dengan berbagai hidangan yang sudah Bian siapkan untuknya.


Mereka berhenti di sebuah taman yang cukup luas. Tidak terlalu ramai, namun tetap menyenangkan. Banyak sekali penjual disini, berbagai makanan dan mainan terjual.


Bian dan Cinta pun berjalan mengelilingi taman. Ketika ada yang menyewakan sepeda, Cinta memaksa ingin mengelilingi taman menggunakan sepeda itu.


Alhasil Bian pun mengayuh sepeda itu dengan Cinta yang membomceng di belakang. Terlihat sederhana namun sangat romantis.


Cinta menunjuk ke arah mainan yang berbahan dasar sabun dan jika di tiup akan menghasilkan gelembung. Bian pun membelikan Cinta mainan tersebut.


Mereka pun melanjutkan mengelilingi taman. Tak lupa Cinta memainkan benda yang tadi Bian belikan. Ia tidak meniupnya, namun mengangkat tangannya keatas agar angin yang meniup nya.


Banyak gelembung yang keluar dan membuat Cinta senang. Menurutnya itu sanag cantik.


"Cinta bahagia banget dah" coment Kevin


Erick hanya bisa diam melihat hal tersebut. Dia memikirkan sesuatu yang dapat menyenangkan Cinta lebih dari ini. Hal yang sederhana namun dapat Cinta ingat selamanya.


"Bi ice cream" pinta Cinta

__ADS_1


Cinta terlihat kecapean. Keringat terus mengalir di pelipis mukus Cinta. Pipinya memerah karena kepanasan.


"Ice cream datang"


Bian datang dengan empat buah Ice cream di tangannya. Ice cream tersebut ada berbagai varian rasa. Ada strowbery, coklat, vanila, durian.


Cinta memilih strowbery, coklat dan vanila dia ingin memakan semuanya dengan rakus. Cinta sangat menyukai ice cream.


Bian memakan ice cream durian kesukaannya. Dia seorang penggila durian. Menurutnya durian adalah buah yang paling enak yang pernah dia makan.


Padahal sebagian orang sangat tidak suka durian karena baunya yang sangat menyengat dan juga tektur durian sendiri sangat lembek.


"Ta. Gue balikin mochi"


Suara itu mengalihkan pandangan Cinta dan Bian secara bersamaan. Namun hal aneh terjadi. Itu sangat memalukan bagi Erick sendiri.


Bagaimana bisa dia melakukan kesalahan seperti ini?


********


Jgn lupa like and coment


See you next time


-Red Eyes

__ADS_1


__ADS_2