My Lemot Girl

My Lemot Girl
33.0 | Selesai


__ADS_3

Perpisahan tidak selamanya buruk


Ada masanya perpisahan menjadi sesuatu yang indah


________________


Seperti biasanya Bian menjemput Cinta. Ekpresi Bian terlihat beda saat ini. Terlihat lebih bahagia di banding dari hari sebelumnya. Dia tampak terus ternyum, hal yang sangat jarang ia lakukan.


"Bi, tumben senyum-senyum terus"


Cinta merasa aneh akan hal tersebut. Dia takut jika Bian menjadi gila. Belum Cinta putusin tapi sudah membuat orang gila. Ini tidak lucu


"Seneng liat kamu pagi-pagi gini. Mood aku naik" Bian terus fokus menyetir dengan kecepatan normal


"Naik?"


Bian hanya menggelengkan kepalanya. Bagaimana ada cewe sepolos Cinta? Benar-benar ajaib. Dan sangat lucu bagi Bian.


"Bi entar makan bareng di kantin ya"


"Iya sayang"


Tidak lama mereka pun sampai di sekolah. Bian mengantar Cinta sampai di kelasnya. Ini sudah bukan hal baru lagi.


Hari ini Cantika tidak ada. Entah ada apa dengannya, tidak ada seorang pun yang tau.


Entahlah namun hari ini tidak ada yang menarik. Sepi, sangat sepi. Terasa sangat membosankan seperti hari-hari biasanya.


Bell istirahat berbunyi. Ini sudah saatnya bagi Cinta menyelesaikan semuanya. Di temani dengan Bella dan Ines tentunya. Mereka ingin menyaksikan betapa kerennya Cinta hari ini

__ADS_1


Bian pun sudah menjemput Cinta. Dia tidak sendiri, ada dua temannya berada di belakang. Seperti bodyguard.


Cinta berbincang-bincang dengan Bian selama menuju ke kantin. Bian sangat berbeda, tidak seperti biasanya. Dia menjadi lebih cerewet di bandingkan dulu yang lebih pendiam.


Membuat Cinta tidak ingin memutuskan Bian. Rasanya tidak tega, pasti Bian akan sakit hati. Tapi Cinta hanyalah mainan Bian bukan?


Lalu kenapa dia memikirkan perasaan Bian?


Sedangkan Bian tidak memikirkan perasaan Cinta dan cewe yang pernah menjadi korban Bian. Kenapa Cinta repot-repot memikirkan perasaan Bian?


"Bi, Cinta mau ke toilet dulu bentar. Kamu kesana aja dulu"


Bian mengangguk dan berlau begitu saja. Bian seperti anak ****** yang sangat menurut. Terlihat lucu


"Ngapain dah tarik-tarik" sewot Bella


"Bian beda gak kaya biasanya. Cinta gak tega"


"Bian gak pernah seceria ini, dia juga jarang banget senyum. Dia gak pernah secerewet ini. Dia udah berubah"


Cinta menunduk, ada rasa yang aneh di dalam dadanya. Rasanya sulit untuk mengatakan putus kepada Bian. Dia tau Bian bukan cowo yang selama ini dia kenal. Tapi entahlah Cinta tidak begitu yakin


"Itu cuma kedok doang. Dia sok gitu aslinya bejat"


Ines setuju dengan apa yang dikatakan Bella. Semuanya hanya drama tidak lebih dari itu. Bagaimana Cinta semudah itu percaya dengan orang yang bahkan belum lama ia kenal.


Cinta pun menurut. Ia harus benar-benar putus dari Bian. Dan dia akan baik-baik saja


Mereka pun memesan makanan yang berbeda-beda tentunya. Tidak memakan waktu lama hanya untuk memakan dan tidak ada percakapan.

__ADS_1


Hanya Bian yang terus mengoceh tidak jelas dan cinta menjawab seperti biasanya. Cinta sangat jago berakting.


"Bi" panggil Cinta lembut


"Iya kenapa sayang" suara Bian terdengar sangat menenangkan dan lembut.


"Kita sampe sini aja" Cinta menunduk


"Hah? Kenapa tiba-tiba?" Kaget Bian.


Padahal dia tidak berfikir untuk memutuskan Cinta dalam waktu dekat ini. Dia masih harus memastikan sesuatu.


"Cinta udah tau semua dan Cinta harap Bian gak ngelakuin kaya gitu lagi. Cinta kecewa sama Bian"


Bian paham dengan topik yang sedang Cinta bahas kali ini. Bian merasa ada yang aneh dengan dirinya. Dia takut jika Cinta tidak bisa ia gapai kembali. Dia kecewa, dia sedih akan dirinya sendiri.


Cinta pergi begitu saja tanpa memperlihatkan mukanya. Dia terus menunduk di sepanjang jalan. Dan Bian hanya diam membeku. Dia pasrah dengan semua ini


Ini konsekuensi yang harus ia terima. Dia tidak bisa menyalahkan siapa pun. Tapi di dalam hatinya yang terdalam, dia merasa sakit. Sakit yang teramat sakit.


Andai kita bertemu lebih cepat


Andai kita mengenal lebih jauh dari siapa pun


Andai gua gak sebejat ini


Apa kahirnya akan sama?


*****

__ADS_1


See you next time


-Red Eyes


__ADS_2