My Lemot Girl

My Lemot Girl
14.0 | Mission 1


__ADS_3

Melihat kamu tertawa karenanya


Ada rasa yang tidak pasti mendominasi dalam hati


_______________________


Hari ini, seperti yang sudah di rencanakan. Cinta akan pergi bersama Bian. Entah mereka akan kemana dan melakukan apa. Cinta terlihat seperti biasa saja, Cantik. Walau tidak berdandan.


Klakson mobil berbunyi nyaring menandakan Cinta harus bergegas keluar rumah. Dia pun lari secepat kilat dan masuk ke dalam mobil tersebut.


Bian tampak keren hari ini. Padahal ia hanya memakai celana hitam dengan sobekan di beberapa tempat dengan kaos oblong berwarnah senada.


Mereka pun beregas menuju ke tempat yang akan mereka datangi. Cinta tersenyum manis karena sangat berantusia untuk jalan-jalan kali ini.


Kevin dan Galuh baru saja sampai di depan rumah Erick. Erick yang keluar dari rumah pun sesekali melirik ke rumah sahabat kecil nya itu.


Cinta memasuki mobil BMW putih, entah milik siapa. Erick yang sangat penasaran pun menyeret Kevin dan Galuh menuju mobil Galuh untuk membuntuti Cinta.


Sudah sekitar 20 menit berjalan. Namun, mobil itu tidak berhenti di suatu tempat. Entah Cinta akan kemana dengan seseorang yang di dalam mobil tersebut.

__ADS_1


"Mau kemana sih tuh orang?" Tanya Erick penasaran


"Kencan atau jalan-jalan" jawab galuh datar


"Kencan juga jalan-jalan ****. Biasanya kalo jalan-jalan sama Erick. Tebakan gue kencan" Jelas Kevin


"Tata gak mungkin kencan. Gue berani jamin. Gak percaya kota taruhan"


"Ok. Yang kalah bagi duit 200 ribu" tantang Kevin


Galuh hanya menyimak dan terus fokus mengikuti mobil yang di naiki Cinta. Tak lama mobil itu berhenti di sebuah restorant mahal. Cinta pasti tidak tau hal tersebut.


"Cantik"


Puji Bian dengan suara yang lembut dengan senyuman manis yang mampu meluluhkan hati para wanita.


"Ini Cinta, bukan Cantika"  kesal Cinta


Setelah agak lama Cinta berbincang dengan Bian. Banyak ekspresi yang tidak terduga dari Cinta sendiri tentunya. Dia tertawa dan tersenyum tanpa henti.

__ADS_1


Meskipun kadang ekspresi khawatir dan kaget membuat Bian terus menggoda Cinta. Karena menurutnya sangat lucu saat Cinta berekspresi seperti itu.


Semakin berjalannya waktu, membuat kecocokan di antara keduanya semakin nampak. Mereka terlihat sangat menikmati moment saat ini. Seperti istilah, "dunia milik kita berdua, yang lain ngekos"


uasana itu berubah menjadi tegang tidak terkendali. Amarah, katakutan, perjuangan, dan emosi menjadi satu. Suara  ledakan di area dalam restorant, suara tembakan menjadi satu pada saat itu juga.


Erick menolong Cinta dengan keadaan Cinta menangis karena ketakutan di bawah kolong meja. Membuat Erick menggendong Cinta ala bridal style dan membawanya ke tempat yang dirasanya cukup aman.


Entah apa yang terjadi pada Bian saat ini. Mungkin dia mati terpanggang karena kedakan tersebut. Erick dan sahabatnya sangat enggan untuk menolong Bian.


Mengingat Bian lah penyebab semua kejadian ini. Restorant tersebut meledak untuk ke dua kalinya, menyebabkan restorant tersebut tidak berbentuk. Bian pun mati di dalam restorant dengan sangat mengenaskan.


Biarkanlah Bian mati untuk menebus dosa-dosanya yang terlalu menumpuk itu. Ia sudah tidak pantas hidup di dunia ini.


*********


Jgn lupa like and coment


See you next time

__ADS_1


-Red Eyes


__ADS_2