My Lemot Girl

My Lemot Girl
S2.01 | Galih Diawang


__ADS_3

Apakah salah mencintai seseorang?


÷÷÷÷÷


Melihat foto dia bersama Cinta saat dia berulang tahun ke 4. Membawanya ke ingatan yang sangat memalukan, mungkin dalam arti dia sangat senang mendapatkan ciuman tersebut. Dia benar-benar sangat senang, walau dia tau saat kanank-kanak kita tidak memikirkan hal yang begitu rumit.


"Tata, main yuk"


Seorang anak laki-laki menyapa anak perempuan yang lebih muda 1 tahun darinya, cantik dan sangat manis. Senyumnya tidak pernah pudar sedikit pun.


Anak tersebut mengangguk tanda setuju. Berjalan bersama dengan bergandengan tangan, mereka pergi menuju taman dekat komplek.


Sedikit bersenandung menyanyikan lagu cicak-cicak di dinding. Ketika lirik berahir di hap, Galih memeluk Cinta. Tanda jika dia baru saja menangkap cicak raksasa.


"Galih chulang!"


Tata berlari menjauh dengan menjulurkan lidahnya, dia ingin Galih mengejarnya dan menangkap Cinta. Namun hal tersebut membuat Cinta terjatuh dan menangis.


"Cup cup cup. Jangan nangit, jadi jelek banet"

__ADS_1


Dengan kalimat yang belum terlalu jelas, Galih mencoba untuk menenangkan Cinta kecil. Dia memeluknya dan mengelus pucuk kepala Cinta.


Hal tersebut berhasil membuat Cinta berhenti menangis. Di lihatnya wajah manis Cinta dan di hapusnya bekas air mata Cinta.


Di ciumnya luka di lutut dan tangan Cinta. Tidak lupa untuk mengucapkan mantra sihir andalan Galih, dan Cinta pun tersenyum kembali.


"Bental lagi sembuh" ucapnya sangat meyakinkan. Cinta mengangguk walau tidak begitu mengerti, namun sepertinya Galih memiliki kekuatan sihir seperti yang ia liat di leptop milik kakaknya.


"Kita balik aja yuk, entar kalo main endak jadi sembuh"


Cinta menurut dan berjalan bergandengan kembali dengan Galih. Lebih baik jika mereka bermain di dalam rumah saja.


Dengan mengambil ranting pohon yang sudah terjatuh, Galih mencoba melawan anak-anak yang berkisaran berumur 8 tahun.


Tidak ada rasa takut, dia hanya ingin terus melindungi Cinta. Dia tidak perduli jika dia akan dalam masalah.


Pukulan ranting tersebut tidak membuat anak-anak itu lari, malah membuat jail kepada Galih lebih kejam. Di tendang, di pukul dan di injak, barulah mereka pergi.


Namun senyum tersebut tidak hilang. Membuat Cinta memeluknya karena ketakutan Galih akan terluka sangat parah. Dia pun mencium luka Galih, berharap jika itu akan bekerja kepada Galih.

__ADS_1


Moment itu tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya. Karena Galih selalu memimpikan kejadian itu setiap mimpinya.


Dia sangat merindukan perempuan tersebut, dia pasti sudah sangat cantik. Dia dari dulu memang sudah sangat cantik, jika di bandingkan dengan sekarang tidak ada perempuan yang bisa menandinginnya.


Sudah saatnya dia kembali bukan?


Untuk memenuhi janjinya saat dia sudah berumur 7 tahun. Dia akan menikahi Cinta dan terus menjaganya, tidak lupa membuat Cintanya bahagia.


Inilah saatnya untuk dia menemui perempuan pujaannya itu. Perasaan itu tidak pernah ngilang sedikit pun, justru terus berkembang di dalam hati Galih.


Karena perasaan sayang dan cinta itu tidak akan pernah habis atau mati. Hanya akan terus berkembang walau orang itu telah tiada.


Hanya hati kita yang dapat menentukannya. Menghilangkan atau membiarkan.


××××××


Yang belun paham silahkan baca kembali MBG yang pertama. Maaf jika banyak kesalahan, Blue belum sempat untuk merevisi. Dan karena masih penulis baru, jadi mohon di maklumi.


see you:)

__ADS_1


__ADS_2