
"Happy ever after"
Itu hanya ada di dongeng
_______________
Setalah Cinta di rawat cukup lama di rumah sakit, akhirnya dia pun kembali kerumahnya dengan sangat senang. Walaupun bekas luka masih terpampang nyata di beberapa bagian tubuh Cinta, namun hal tersebut tidak membuatnya bersedih kembali.
Karena ada banyak orang yang sayang dengan Cinta dan akan menjaganya sepenuh hati. Seperti janji Erick dan Bian, begitu juga dengan kakaknya, Dylan.
Tentu saja Dylan tidak memaafkan Bian begitu saja. Apa lagi dengan Cantika, dia benar-benar ingin membunuh wanita ****** itu. Namun semua sudah terselesaikan, membuat Dylan tenang saat ini.
Cinta agak sebal dengan Dylan yang datang terlambat untuk menjenguk Cinta. Cinta merajuk saat ini, namun Dylan tau apa yang harus ia lakukan untuk membuat adiknya berhenti merajuk.
Seperti saat ini di kamar Cinta sudah sangat banyak barang-barang yang selama ini cewe itu inginkan. Dylan adalah kakak impian bagi semua kaum hawa di dunia ini.
Membuat Cinta sangat senang dan segera memaafkan Kakaknya itu. Dia sangat senang hari ini, mengingat Erick juga melakukan semua hal yang Cinta suruh. Itu sangat lucu, karena Cinta mengerjai Erick tentunya.
Malam berganti pagi, matahari sudah meninggi sejak tadi. Erick dan Cinta sudah pergi jalan-jalan untuk menghabiskan waktu hanya berdua. Hanya berdua saja. Tanpa ada gangguan siapa pun tentunya.
Cinta tampak senang karena bisa berjalan-jalan bersama Erick. Rona pipinya sangat kentara di wajah putih mulus Cinta. Begitu juga Erick yang sedikit aneh, di tampak canggung dan malu-malu serigala.
Walau sebenarnya Cinta agak kesal karena harus duduk di kursi roda saat ini. Padahal dia sudah baik-baik saja, namun Erick tidak memperbolehkan dirinya untuk berjalan. Sangat menyebalkan untuk duduk di benda aneh ini. Pergerakannya menjadi sangat terbatas.
"Rik Ice cream yang banyak. Itu ada yang jual di sebrang jalan"
Cinta menunjuk ke penjual Ice cream keliling tersebut yang tengah duduk dengan santainya. Entah sudah berapa lama Cinta memperhatikan orang tersebut. Tampak tidak ada yang membeli ice miliknya.
Tapi mengingat tempat ini tidak begitu ramai membuat jarang ada yang membeli dagangan miliknya. Itu wajar.
__ADS_1
"Ta tunggu sini, gak boleh kemana-mana pokoknya!"
Tegas Erick agar cewe di depannya ini tidak pergi kemana pun karena benar-benar keras kepala. Erick bergegas membeli beberapa ice cream untuk Cinta.
Cinta tampak sedang bermain ponsel miliknya, sangat lucu dengan ekpresi yang sedikit kesal. Membuat Erick tidak bisa menyembunyikan senyumnya yang tercetak begitu manis di wajah tampan miliknya.
Terbesit dia ingin membelikan hadiah untuk Cinta lebih dari Ice cream. Eeick pun melihat sekeliling dan menemukan toko boneka. Dia ingin membelikan Cinta boneka, cewe itu sangat menyukai benda yang satu ini.
Setelah beberapa menit Erick pun membawa boneka yang lumayan besar untuk Cinta. Boneka berwarna hitam putih, seekor panda yang besar.
Cinta melihat ke arah Eick yang membawakan boneka dan ice cream. Membuat Cinta sangat senang hari ini, dia tidak sabar untuk memeluk boneka barunya itu. Erick pun melambaikan tangannya kearah cinta.
Cinta beranjak dari kursi rodanya dan berlari ke arah Erick. Lari yang tidak begitu cepat, karena bekas luka yang masih linu di tubuh Cinta.
Erick terus melambaikan tangan kearah Cinta. Menyuruh agar cewe itu tetap duduk di kursi roda dan tika mendekat kearahnya. Erick sempat berteriak, namun Cinta tidak mendengarnya sama sekali.
Darah meluncur bebas dari kepala Cinta. Tubuhnya tergeletak di aspalan, tanpa ada tenaga sedikit pun. Baru saja Cinta di tabrak mobil sampai tubuhnya terpental cukup jauh. Membuat Cinta tergeletak tanpa bisa menggerakan tubuhnya sedikitpun.
Erick menjatuhkan bonekanya dan ice cream ke sembarang tempat. Dia berlari kearah Cinta yang sudah tak sadarkan diri. Tanpa sadar air mata mengalir bebas membasahi pipi Erick.
Mengapa dia tidak pernah bisa menjaga Tata-nya itu?
Mengapa dia tidak berguna untuk Tata
Mengapa semua ini menimpa orang yang ia sayangi
Dan dia tidak bisa melakukan apa pun
Cinta pun di bawa ambulace menuju rumah sakit. Detak jantungnya terus melemah, nafasnya mulai menghilang sedikit demi sedikit. Membuat Erick panik sendiri dan tidak tau harus melakukan apa saat ini.
__ADS_1
Cinta dinyatakan koma. Entah kapan cewe itu akan terbangun tidak ada yang tau.
"Sayang bangun. Ada aku disini, semua akan baik-baik aja. Bertahan Ta" bisik Erick sangat pelan
Air mata Erick tak ada hantinya mengalir dan terus mengalir. Hatinya benar-benar hancur melihat keadaan Cinta saat ini. Bukan Bian yang membuat Cinta bahaya, namun dirinyalah yang selalu membuat Cinta dalam keadaan bahaya.
Harusnya Erick sadar lebih cepat. Dia harus menjauhi Cinta bukan?
Agar cewe kesayangannya ini baik-baik saja. Tidak seperti sekarang ini, terbaring lemah dengan beberpaa alat yang melekat di tubuhnya. Erick benar-benar cowo yang tidak berguna sama sekali.
Lebih baik di pergi meninggalkan Cinta saat ini. Dan tidak berharap untuk mendekati Cinta kembali, atau Cinta akan terluka.
"Ta, kalo kangen sama gue. Peluk jashon ya, jangan sedih gue gak ada" Air mata Erick tak henti-hentinya lolos dengan bebas.
"Banyak yang sayang sama Tata, dan akan jagain Tata. Tata gak usah khawatir" lanjutnya
"I love yo so much" bisik Erick dan mengecup kening Cinta secara perlahan.
Entah Cinta mendengarnya atau tidak Erick tidak perduli, namun setetes air mata Cinta mengalir. Entah ini pertanda atau bukan Erick tidak tau. Dia meletakan boneka panda besarnya itu di tempat duduk yang baru saja ia duduki.
Segera dia memanggil dokter untuk mengecek keadaan Cinta. Dia pun melihat dari balik jendela dan pergi seperti bayangan.
Mungkin inilah yang terbaik bagi Cinta.......
****
See you next time
-Red Eyes
__ADS_1