
Episode kali ini mengandung kekerasa yang berlebihan untuk mendramatisir cerita. Bagi para pembaca di bawah umur untuk bijak dalam membaca
⚠××××⚠
Tidak semua orang yang kita perlakukan baik
Juga akan memperlakukan kita sebaliknya
______________________
"Gue suka sama lo. Jadi pacar gue ya"
Cantika terlihat bingung, sebab cowo di depannya ini sudah memiliki pacar. Bagaimana mungkin cowo brengsek ini, menyatakan cinta di depannya tanpa memikirkan perasaan pacarnya.
Ini membuatnya kesal. Tapi bukankah ini hal yang sangat bagus?
Cantika bisa memanfaatkan hal tersebut untuk kepentingannya. Kepentingan untuk menghancurkan seluruh cewe yang mendekati Erick, Cantika tidak akan segan-segan melakukan hal tersebut. Bahkan jika bisa Cantika membunuh mereka.
"Ok"
__ADS_1
Senyum Cantika mengembang sangat cantik di wajahnya. Begitu polos dan bersinar. Tanpa ada yang tau siapa Cantika sebenarnya. Tau, jika Cantika adalah seseorang yang paling berbahaya di atas Bian.
Seseorang yang tidak takut akan apapun itu, bahkan jika sampai membuat dirinya di penjara itu tidak membuat Cantika takut sama sekali. Baginya, itu hal yang menarik membuat keributan yang sangat besar. Sangat menantang.
Cowo di hadapannya saat ini tersenyum lebar mendengar jawaban Cantika yang memuaskan dirinya. Dia tidak menyangka jika Cantika akan menjawab perasaannya secepat ini. Atau mungkin memang Cantika sudah menyukai dirinya sejak lama?
"Tapi ada syaratnya" lanjut Cantika yang masih tersenyum manis
Entahlah pada intinya dia senang saat ini. Walau dia harus menuruti apa yang Cantika minta, mungkin membelanjakannya atau kencan. Ini bukanlah hal buruk.
Dia tidak tau jika hal ini akan membuatnya dalam masalah besar. Masalah yang tidak bisa ia hindari. Bagaimana mungkin dia bisa menyukai wanita iblis seperti Cantika?
\=My Lemot Girl\=
Cantika mulai mendekatkan pisau lipatnya kearah pipi mulus Cinta. Cinta takut, bukannya pisau itu menggores pipinya. Namun menusuk wajahnya. Dia tidak bisa membayangkan hal itu.
Ari mata Cinta tak kunjung berhenti. Begitu juga erangan Cinta yang semakin menjadi. Tangannya benar-benar seakan terbakar dan mulai mati rasa untuk di gerakan.
Ketika pisau lipat itu pun menjauhi wajahnya. Cinta sedikit bersyukur akan hal tersebut, dia bisa bernafas walau hanya sedikit. Namun tetap saja tidak lega.
__ADS_1
Namun, pisau tersebut Cantika dekatkan kearah perut Cinta. Seakan ingin menusuk bagian tersebut dan di koyaknya dengan brutal.
"Gimana kalo puncaknya perut lo aja. Gue keluarin isi perut lo secara perlahan-lahan. Pasti asik" ungkapnya tidak sabaran
Cinta memberontak. Dia mulai merasakan pisau tersebut sudah mulai merobek seragamnya. Dan mulai menyentuh permukaan kulit perut Cinta.
"Semakin lo gerak, pisau akan semakin dalam. Mending diem aja, gue lakuin ati-ati. Gak akan sakit" Cantika tersenyum sangat lebar. Dia menang
Dialah ratunya. Dia yang mengatur semuanya seperti yang ia inginkan. Tidak ada yang boleh menentangnya atau bahkan melawannya. Cantika akan melakukan apa pun demi mendapatkan semunya. Seperti sekarang ini
Pisau itu terus masuk kedalam perut Cinta sedikit demi sedikit. Erangan Cinta semakin kuat, tangisnya semakin pecah dan matanya sudah terlihat bengkak sedikit demi sedikit.
Dia terus berdoa, semoga seseorang menolongnya. Dia sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Sudah tidak dapat tertahankan.
Atau memang tidak ada yang akan menolongnya?
****
See you next time
__ADS_1
-Red Eyes