My Lemot Girl

My Lemot Girl
13.0 | Sial


__ADS_3

Semua prilaku mu selalu membuat hati ku susah


_________________________


Beberapa hari ini Cinta terus melihat Erick bersama Cantika, seperti benar-benar berpacaran. Membuat dia merasa tidak penting lagi untuk Erick. Cinta sudah tidak pernah di anggap hidup oleh Erick.


Apakah memang jika sahabat kita memiliki pacar, dia akan berubah?


Dan lebih baik ia menjauh dan mencari hal yang menarik untuknya saat ini. Ia sangat bosan melakukan hal yang sama. Tidak menarik bagi Cinta


Akhirnya Cinta pun memilih untuk menjauh, dari pada Cantika marah jika Cinta terlalu dekat dengan Erick. Pasti Cantika akan merasa cemburu bukan?


Cinta pun akhir-akhir ini menjadi dekat dengan Bian. Cowo yang menolongnya saat di mall saat itu. Lalu kemarin mengajak Cinta berkeliling stan waktu festival, membuat mereka semakin dekat.


Cinta juga menjadi terfokus ke pada Bian yang sangat baik padanya akhir-akhir ini. Menurutnya menyenangkan bisa mendapatkan teman baru seperti Bian.


Bell istirahat berbunyi menandakan waktu istirahat. Namun tidak biasanya Cinta keluar secepat kilat. Dia pun mengobrol di depan kales dengan cowo asing bagi kedua sahabatnya. Mengingat Cinta tidak pernah bercerita apa pun tentang cowo tersebut.


Tidak lama mereka berdua pergi entar kemana. Tanpa mengatakan apa pun kepada Ines dan Bella. Ini sangat membingungkan.


Erick yang baru saja datang, langsung saja menanyakan keberadaan cewe imut bak boneka Annabelle itu kepada Ines dan Bella.

__ADS_1


"Tata mana? Kok gak ada" Erick mengedarkan pandangannya kesegala arah, namun Cinta tidak terlihat sama sekali.


"Kagak ada masih aja celingukan, muka lo kek monyet lagi ngaca di spion" ejek Bella


"Dih, ganeng gini di bilang monyet. Gue ganteng kan Tik?"


Erick yang mengedipkan sebelah matanya, membuat pipi Cantika merona. Menurut Cantika itu terlihat imut dan lucu.


"Jijik ****" sewot Bella


"Tik tik tik  bunyi hujan...." batin Ines membuatnya terbahak sendiri


"Waras nes? Pantes waktu itu mau di masukin RSJ sama Tata"


Ines pun memukul kepala Erick dengan buka miliknya sendiri. Ia sangat kesal jika harus sekedar mengingat kejadian memalukan waktu itu.


Erick pun mencari Cinta ke semua sudut sekolahan namun belum menemukan sosok yang ia cari. Yang ia dapatkan tidak sesuai apa yang ia cari.


Kenapa setiap mencari Cinta, Erick malah ketemu dengan Cantika lagi dan lagi. Yang membuat dia terhambat untuk terus menelusuri sekolahan mencari Cintanya itu. Jika di bilang Cintanya Erick. Emang Erick siapanya, sampai mengatakan Cinta miliknya?


Cinta dan Bian tengah asik makan bakso bang bambang di kantin. Berhubung Bian membayar semua yang ingin Cinta makan.

__ADS_1


Sekarang Cinta sudah akan habis dua mangkok bakso tentunya. Entah sejak kapan dia mulai gila makan seperti sekarang ini.


"Cin, lo kurus banget dah kaya triplek. Kena angin terbang" ledeknya seraya tertawa sendiri


"Triplek gak idup" datarnya dan melanjutkan makan dengan nikmat.


"Cin, besok jalan yuk. Entar gue jemput. Besok kan libur"


"Iya deh. Tapikan jalannya besok, kenapa di jemputnya entar?"


"Pokoknya gue jemput" tegasnya


Menyebalkan jika harus berdebat dengan Cinta. Cinta sangat lemot untuk mencerna beberapa kalimat yang di anggapnya tidak nyambung.


To the point adalah pilihan yang lebih mudah di mengerti jika mengobrol dengan Cinta. Selamat mencoba.....


********


Jgn lupa vote and coment


See you next time

__ADS_1


-Red Eyes


__ADS_2