
Sahabat?
Mencari yang tulus adalah hal yang sulit
Karena menusuk dari belakang adalah keahlian mereka
°Sang muka dua°
______________________
"Apaan!"
Bentak Erick kesal, orang yang ia paling benci menelfonnya berulang kali. Ini sangat mengganggu aktifitasnya bermain game online bersama Galuh.
Apa lagi ketika dia memakai ponsel Cinta untuk menelfon dirinya, Erick merasa tertipu. Dan bagaimana bisa Cinta meminjamkan ponselnya kepada cowo serigala itu?
"Cinta di rumah sakit medika. Dia..."
Sebelum Bian menyelesaikan kalimatnya, Erick sudah menutup telfonnya begitu saja. Benar-benar kurang ajar. Bendera perang di kibarkan terang-terangan di hadapan Bian.
Benar-benar sangat menyebalkan!
Butuh waktu tiga puluh menit untuk Erick sampai di rumah sakit tersebut. Nafasnya tidak beraturan, terlihat jelas jika dia berlari. Erick memasuki kamar Cinta dan melihat Bian yang sedang mengobrol dengan cewe itu.
Erick datang hanya dengan Galuh, karena Kevin sudah berada di ruangan tersebut dengan Cinta dan Bian. Kevin harus menebus dosanya bukan?
Tanpa aba-aba Erick memukul Bian sekiat tenaga. Terlihat ada darah di sudut bibir Bian, itu sudah hal biasa bagi Bian di pukul Erick.
Membuatnya tidak emosi sama sekali, karena Erick tidak bisa berfikir jernih saat Cinta terluka.
"Bangs*t emang! Ngapain lo selalu sakitin Tata gua anj*ng!" Kesal Erick menggebu-gebu
Erick ingin memukul Bian kembali, namun di cegah oleh Galuh dan Kevin sekuat tenaga. Erick benar-benar tidak tau tempat kondisi dan situasi.
__ADS_1
"Eriiiiick" triak Cinta
Membuat pergerakan Erick terhenti dan menatap Cinta nanar. Bagaimana bisa Cinta terluka parah seperti ini?
Erick benar-benar ingin membunuh Bian saat ini juga. Namun Ekspresi Cinta membuat Erick tidak melakukan apapun. Hanya menatap Cinta dan ingin mendekap cewenya itu.
"Bian yang nolongin Tata. Cantika yang lukain Tata, bukan Bian"
Cinta menunduk tidak berani untuk menatap Erick saat ini. Otaknya membawa Cinta ke memori dimana Cantika melakukan hal yang paling keji dan menakutkan bagi Cinta.
Air matanya mengalir bebas membasahi pipi Cinta. Bagaimana jika dia benar-benar mati di tangan Cantika? Cinta benar-benar sangat takut.
Erick pun mendekap Cinta secara perlahan, di elusnya kepala Cinta. Cinta menangis sejadi-jadinya di pelukan Erick.
"Udah gak papa, Tata udah baik-baik aja. Ada Erick disini. Semua akan baik-baik aja sayang"
Erick terus mengelus kepala Cinta agar cewe itu tenang saat ini. Hati Erick hancur melihat keadaan Cinta, dia tidak pernah bisa menjaga cewenya itu. Cowo macam apa dia, benar-benar tidak berguna.
"Kenapa Erick gak nolongin Tata? Tata takut banget tau!"
"Tata pikir, Tata akan mati. Rasanya sakit banget Rick"
Cinta terus menangis tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Erick gagal menjaga Cinta, apa dia lantas untuk selalu bersama cewe itu?
Erick tidak mengerti sebenarnya apa yang Cinta alami karena Cantika. Namun Erick paham bagaimana terlukanya Cinta karena hal tersebut.
Namun yang paling terluka adalah Bian. Dia harus menyaksikan cewe yang ia sayangi terluka karena adiknya sendiri. Dan begitu pula sekarang, cewe yang dia cintai sedang di peluk oleh musuhnya. Teramat sakit.
Bella dan Ines pun sampai di ruangan Cinta. Galuhlah yang memberi tahu keadaan Cinta yang berada di rumah sakit saat ini.
Mereka berdua menyingkirkan Erick dari Cinta dan memeluknya. Menangis bersama adalah kekompakan mereka bertiga.
"Cantika ngapain Tata?"
__ADS_1
Tanya Erick kepada Bian, tatapan membunuh Erick tidak lepas dari Bian. Walau ia tau Bianlah yang menolong Cinta, tatap saja dia tidak akan membiarkan Bian begitu saja.
Bian pun menceritakan apa yang di lakukan Cantika kepada Cinta. Cewe itu menyayat dan menusuk Cinta di berbagai tempat di tubuh Cinta. Dan keadaan Cinta saat itu tidak bisa di jelaskan, sangat membuat Bian ingin membunuh Cantika.
Bian juga menceritakan tentang Kevin yang sebenarnya, saat ini Kevin bersembunyi di balik Bian. Dia tau jika Erick tidak akan membiarkannya, begitu juga Bella.
"Jadi lo putusin gue karena Cantika? Cowo *******!"
Bella pun memukul-mukul Kevin terus menerus tanpa ada yang melerai kejadian tersebut. Kevin pantas mendapatkannya.
"Bell, terus hajar sampe mampus! Tapi jangan brisik ini rumah sakit bukan area tinju"
Semua menahan tawanya karena apa yang di katakan Ines, bukannya menahan Bella untuk tidak berkelahi malah sebaliknya. Dan Erick akan menyelesaikan masalahnya dengan Kevin nanti saat di luar, dia tidak akan melepaskannya dan Galuh tidak akan menolong Kevin saat ini.
"Cin, sorry. Karena adik gue lo jadi kaya gini"
Kalimat yang terlontar dari mulut Bian sukses membuat semua orang terdiam. Menunggu-nunggu apa yang akan di katakan selanjutnya. Bagaiaman bisa Cantika adalah adik bian, tidak mirip sama sekali.
Cinta mengangguk sebagai jawaban. Hanya saja Cinta masih takut saat ini, dia tidak ingin bertemu dengan Cantika kembali.
"Tenang aja, bokap gue yang urus Cantika. Dia gak akan pernah muncul di hadapan lo lagi, gue janji sama lo"
Cinta bersyukur karena ada Bian di hidupnya. Walau sebentar dia selalu ingin menjaga Cinta, dan begitu juga Erick ataupuj semua teman-temannya yang berada disini. Cinta sangat menyayangi mereka semua. Tidak terkecuali Kevin.
"Ta, sorry gue gak bisa lakuin apa-apa buat lo" Sesal kevin
Cinta tersenyum dengan sangat manis kepada Kevin tanda dia tidak mempermasalahkannya. Itu membuat Kevin di hadiahi tatapan membunuh dari Bian dan Erick.
Inilah akhir dari Cantika. Dia di kirim ke luar negri dan di kurung kedalam ruang isolasi. Tidak ada yang tau Cantika di mana sekarang berada. Bahkan Bian sekalipun.
****
Dikit lagi tamat jadi tunggu terus ya
__ADS_1
See you next time
-Red Eyes