My Lemot Girl

My Lemot Girl
35.0 | Kedua kalinya


__ADS_3

"Semua akan indah pada waktunya"


Apa inilah maksudnya?


____________________


"Pantai?"


Cinta mengedarkan pandangannya kesegala arah. Sangat sejuk dan panas yang sekaan menembus kulit. Tapi melihat keindahannya membuat semua seakan tidak sia-sia


"Krik, ayo buat istana pasir"


Cinta menarik-narik baju Erick agar cowo itu beranjak dari mobilnya. Erick tidak tau jika cuaca akan sepanas ini. Dia sedikit menyesal


Cinta pun mulai membuat istana pasir impiannya. Erick membantu untuk mendirikan dinding yang kokoh tentunya.


Tidak lama istana impian Cinta pun jadi. Hanya kurang bendera di atas menara. Cinta sangat senang, walaupun baju yang ia kenakan kotor saat ini.


Melihat Cinta yang sangat serius. Erick pun menempelkan pasir di pipi mulus Cinta. Membuat Cinta kesal saat itu juga


Cinta pun membalas tidak kalah sengit. Membuat Erick kabur dan Cinta mengejarnya. Aksi kejar-kejaran pun terjadi.


Kebahagiaan seakan menyelimuti mereka berdua. Seakan masalah kemarin hanyalah angin lalu.


Cinta yang kesal tidak dapat menjangkau Erick pun melempar lasir ke arah Erick. Namun ya ia dapat malah sebaliknya. Pasir itu terlempar angin dan masuk kedalam matanya.


"Jangan di kucek"


Cinta pun menurut dan Erick mulai meniup mata Cinta secara perlahan. Kejadian tersebut memakan waktu lama. Cinta terus mengeluh ada sesuatu di matanya.


Setelah selesai mereka pun menuju istana pasir Cinta. Tapi yang mereka lihat hanyalah tumpukan pasir yang tidak berbentuk sedikit pun.


Istana impian Cinta hancur. Cinta diam membatu, dia kecewa. Dia sudah susah payah membuat istana tersebut. Kenapa ombak begitu kejam kepadanya?


Seperti halnya kenangan. Susah payah kita ciptakan dan berharap akan terus ada dalam ingatan kita. Namun berjalannya waktu kita akan lupa hal tersebut.


Kenangan tersebut menjadi buih laut yang tidak pernah akan kita ingat lagi. Semuanya hilang begitu saja.

__ADS_1


Karena kesal, Cinta menendang kaki Erick dengan kuat. Ini balasannya sudah menjahili Cinta dan juga istana Cinta yang hancur. Namun ketika Cinta hendak berlari dia malah terjatuh.


Matanya berkaca-kaca, tanda jika Cinta akan menangis, atau mungkin kaki Cinta lah yang terluka. Ini membuat Erick panik.


"Ta mana yang sakit? Liatin ke gue"


Erick mulai mencari-cari dimana kaki Cinta yang terluka. Dia benar-benar panik saat ini. Bagaiman bisa Erick membuat Cinta terluka begitu saja?


Tiba-tina Cinta memeluk Erick dengan sangat erat. Melonggarkan sedikit saja dia enggan, seakan Erick akan pergi begitu saja jika pelukannya dia longgarkan sedikit saja.


"Pokoknya apa pun yang terjadi Erick gak boleh tinggalin Tata. Erick harus tetep sama Tata terus. Gak boleh pergi!"


Cinta mulai terisak di pelukan Erick. Air matanya terus mengalir dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Erick pun memeluk Cinta dengan sama halnya. Dia takut jika Cintanya itu akan pergi meninggalkan dirinya.


"Erick janji akan jagain Tata terus. Erick gak akan ninggalin Tata apa pun yang terjadi" Erick mengelus rambut Cinta lembut agar cewe itu bisa tenang. Karena memang, dia akan selalu menjaga Cintanya.


"Kalo gitu gendong. Tata males jalan" rengeknya manja


Erick pun menggendong tata di punggungnya. Mereka mulai mengelilingi pantai yang terbilang hanya ada mereka berdua di tempat itu.


Pantai yang masih alami dan tidak terlalu luas. Mungkin karena masih terpencil membuat pantai tersebut tidak di datangi banyak orang.


"Ta, lo sayang gue kan"


"Iya, tapi lebih ke Bian"


Bagaimana bisa Cinta menyebut nama itu? Ini membuat suasana romantis hancur begitu saja. Ingin rasanya Erick meninggalkan Cinta saat ini juga. Tapi dia tetap tidak tega.


"Bian udah berubah tau. Tata yakin, percaya sama Tata"


"Drama queen" kesal Erick


Walaupun begitu Erick tidak menghentikan langkahnya sama sekali. Dia terus berjalan menusuri pantai.


"Tapi Bian ganteng beneran Krik. Jadi deg-degan kalo liat dia"


Ini tidak mungkin bukan jika Cinta mencintai Bian? Bagaimana bisa terjadi begitu cepat? Apa yang harus Erick lakukan saat ini?

__ADS_1


Ini membuatnya kesal pada dirinya sendiri


Erick menurunkan Cinta dari gendongannya. Lalu menatap Cinta dalam-dalam dengan jarak yang begitu dekat. Apakah Cinta tidak merasakan apa pun saat ini?


"Gendong lagi, jangan di turunin" kesal cinta


Erick mengecup bibir Cinta secara tiba-tiba, dia melakukan itu dengan sangat lembut.


Itu terjadi hanya persekian detik. Namun mampu membuat pipi keduanya memanas saat ini. Suhu tubuh mereka pun mulai meningkat.


"Masih lebih sayang Bian?"


Mata Erick sangat tajam saat ini. Membuat Cinta tidak bisa berbohong dan mengelak apa yang ia rasakan. Erick sangat menyebalkan


"Sayang Erick kok"


Cinta memalingkan pandangannya ke arah lain. Entah mengapa dia sangat malu saat ini. Apa yang sebenarnya ia rasakan kali ini. Ia tidak mengerti sama sekali.


"Tapi sayang Bian juga" gumamnya sangat pelan


"Apa?"


"Bukan apa-apa"


Cinta pun kabur menuju mobil Erick. Dia sudah tidak kuat menahan rasa malu ini. Rasanya ingin menghilang saja dari bumi.


Tapi entahlah wajah Bian pun ikut terbayang di benak Cinta. Dia merasa sangat aneh saat ini. Begitu aneh sampai tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.


"Taaa, kita pacaran! Titik!"  teriak Erick sekuat tenaga


Mengapa dia merasa begitu sesenang ini. Sangat senang dan bahagia. Dia tidak ingin hal seperti ini berakhir begitu cepat.


*****


Tinggal beberapa eps lg selesai...


Ingat! ini bukan akhir dari segalanya, masih banyak kejutan yg menanti kalian para pembaca:)

__ADS_1


See you next time


-Red Eyes


__ADS_2