
Berdekatan denganmu bagaikan mimpi
Pencapai mu adalah misi
Menjadi milikku, itulah takdir
_______________________
Seperti biasa jika sahabat Erick dan Cinta menginap. Mereka pasti akan joging dari rumah sampai taman dekat komplek. Entah sejak kapan hal tersebut menjadi kebiasaan mereka saat ini.
Tapi kali ini mereka tidak melakukannya bersama. Melainkan kelompok Erick lah yang pergi terlebih dahulu.
Kaki terus melangkah bersama. Detak jantung semakin cepat dan nafas mulai memburu. Mereka sudah tidak sanggup melakukan hal ini lagi. Ingin rasanya mereka berendam di air yang sejuk. Pasti sangat menyenagkan
Bella dan Ines duduk di depan Alfamart dengan kursi yang sudah tersedia. Mereka sangat lelah. Mengingat sudah sangat lama mereka tidak melakukan hal tersebut dalam waktu dekat.
Cinta saat ini berada di dalam Alfamart membelikan teman-temannya minuman. Begitu pula minuman untuk Erick, Kevin dan Galuh.
Kemudian Cantika mengatakan jika ingin menunggu mereka di taman. Dia ingin segera sampai di tempat itu sekarang juga. Itulah yang Cantika katakan.
"Bell lo sama Kevin ada masalah?" Tanya Ines yang mulai serius
Bella hanya terdiam membisu. Dia tidak tau harus mengatakan apa pada Ines. Sebab dia sendiri tidak tau ada apa dengan Kevin. Akhir-akhir ini dia sangat aneh bagi Bella.
__ADS_1
Mulai dari tidak ingin jalan bareng atau sekedar ketemu di kelasnya. Kevin selalu menghindar dari Bella. Bahkan Kevin tidak membalas chat dan telfon. Ini membuat Bella frustasi
"Lo harus selesain masalah lo entar di taman. Gak suka gue liat lo kaya gini dari kemaren"
Memang, beberapa hari ini Bella terlihat lebih murung dari biasanya yang selalu koar-koar dan bar-bar. Dia lebih pendiam dan suka melamun. Entah apa yang sedang ia pikirkan saat itu
Cantika saat ini terus berlari kecil ke arah Erick berada. Dia ingin segera bertemu Erick, dia sangat merindukan sosok itu.
"Medusa"
Erick pun sepontan melirik ke arah yang sedang Galuh perhatikan. Tampak Cinta sedang menuju kesini dengan nafas yang tidak beraturan.
Entah lah perasaan Erick sedang tidak enak saat ini. Apakah akan ada hal buruk yang menimpanya?
Tentu saja Erick tidak bisa menolak jika ada cewe melakukan hal seperti ini. Jika ia menolak seorang cewe pasti akan malu bukan?
Cinta, Ines dan Bella pun sampai di tempat Erick saat ini. Mereka menyerahkan minuman kepada teman-temannya tersebut. Bella dan Kevin memilih untuk sedikit menjauh dadi sahabatnya.
Entah apa yang sedang mereka katakan. Namun melihat Ekpresi dari Bella, semua tidak baik-baik saja. Ines tau akan hal tersebut.
Ini sangat buruk
\=My Lemot Girl\=
__ADS_1
Mengingat Cantika yang jatuh dan kakinya kesleo. Saat akan pulang menuju rumahnya masing-masing. Terpaksa lah Erick mengantarkan Cantika
Membuat Erick harus menggendong Cantika di punggungnya. Tentu saja orang-orang akan berfikir jika mereka sudah menjadi sepasang kekasih.
Namun sebelum sampai di rumah Cantik dengan mobil yang Erick kendarai. Cantika yang kelaparan meminta Erick untuk berhenti di tempat makan.
"Jaga diri yang bener. Croboh banget sih jadi cewe. Gue balik"
Erick mengacak pucuk kepala Cantika yang membuat rambutnya berantakan. Sepertinya kemajuan yang bagus bagi Cantika
"Iya, besok pagi jemput gue yaaaa" manjanya
Erick mengangguk tanda setuju dan dia pun meninggalkan rumah Cantika. Terlihat jelas kebahagiaan yang di dapat Cantika hari ini. Mungkin bisa sampai terbawa mimpi saking senangnya.
Apa lagi perlakuan Erick sangat berbeda waktu ada Cinta. Dia berubah cuek jika ada Cinta. Itu hal yang paling tidak di sukai Cantika
*****
Jgn lupa like and coment
See you next time
-Red Eyes
__ADS_1