
Percaya adalah perkara mudah
Namun sekalinya kecewa
Semua musnah
_______________________
Cinta di panggil ke ruang BP bersama dengan Erick yang menemani. Mengingat Erick yang berbincang petugas Ambulans itu sampai mereka memaklumi kejadian tersebut.
Untung saja tidak terjadi masalah yang lebih besar lagi. Jika itu sampai terjadi. Entah apa yang akan Cinta alami dan sekolahan mereka pasti akan tercoreng karena ngeprank petugas ambulan.
"Awas kalian mengulangi kejadian memalukan ini lagi!!" Tegas guru BP
Erick yang merasa jengah meninggalkan Cinta sendiri. Cinta pun pergi kekelasnya, saat sampainya di kelas Cinta tertawa terbahak bahak yang di ikuti siswa lainnya.
Karena Ines pun baru memasuki ruang kelas. Setelah ia memantapkan diri untuk masuk dan keadaan yang begitu memalukan. Seperti singa yang baru saja bangun dari tidurnya.
"DIEM!!" Bentak Ines cukup keras.
Ia pun menyisir rambutnya dengan jari. Rambutnya menjadi acak-acakan sudah mirip orang gila beneran. Cinta pun duduk di samping Ines. Dengan perasaan yang bersalah.
Dia meminta maaf dengan tulus. Ia pikir yang Bella katakan itu benar apa adanya. Dia tidak ingin memiliki sahabat gila, dan sebagai sahabat yang baik, Cinta ingin menyembuhkan Ines.
__ADS_1
"Jadi gini, 3 hari lagi sekolah kita bakalan di adakan Festival tahunan, dan pertama kalinya di buka untuk umum" jelas Ines dengan ekspresi centilnya
"Trus?" Jawab Cantika cuek
Sedangkan Cinta yang sedang sibuk dengan menggambar karakter imut di buku miliknya dan Bella yang asik mengotak atik penda pipih di tangannya kembali.
Benar-benar dunia Bella hanyalah ponsel miliknya itu.
Mereka sangatlah malas mendengarkan. Itu kegiatan yang tidak begitu menyenangkan. Lebih baik libur dan tidur dirumah. Itu lah yang saat ini Cinta pikirkan.
Dasar kaum rebahan
"Kita harus buat sesuatu yang menarik perhatian. Tapi apa? "
Itu baru mantap
Hening. Tidak ada yang memiliki ide sama sekali. Dan malas untuk melakukan hal menyusahkan seperti itu. Hanya ingin rebahan
Mereka memikirkan diri sendiri. Seperti halnya Cantika yang ingin dekat dengan Erick. Cinta yang ingin tidur panjang, namun makan banyak terlebih dahulu. Dan Bella yang menginginkan libur, lalu berkencan dengan Kevin. Itu hal yang menyenangkan.
Ines tiba-tiba menggebrak meja di depannya dengan sangat kuat dan menjadi pusat perhatian di dalam kelas. Mungkin dia mendapatkan ide yang cukup gila saat ini.
"Apaan ****** ngagetin gue. Hp gue jatoh bjir, untung kagak lecet" cecer Bella
__ADS_1
"Dapet ide Nes?" Tanya Cantika srius
"Kagak" Ines nyengir kuda
"Minta di tampol nih bocah" batin Bella kesal
Cantika mulai berfikir sesuatu yang akan membuat dia di untungkan dalam festival tersebut, namun apa?
Setelah lama berfikir akhirnya Cantika mendapatkan ide yg membuat dirinya menarik perhatian Erick.
"Besok libur dateng ke rumah gue. Kagak usah banyak tanya"
Cantika pasti akan berhasil kali ini. Ia sangat berpengalaman di bidang ini. Dia juga sudah sangat ahli. Jadi Erick pasti akan terkesan.
Ini tidak akan sulit baginya hanya untuk mendekati Erick. Walau tidak mudah, namun ia akan berusaha sebisanya. Hanya untuk mendapatkan Erick.
******
Jgn lupa like and coment
See you next time
-Red Eyes
__ADS_1