
Hanya bisa menjaga
Tanpa bisa MEMILIKI
____________________
"Rick! apa-apaan si pukul Bian sembarangan!" Bentak Cinta sangat marah
"Dia kurang ajar sama lo Ta" Jelas Erick
"Bian gak ngapa-ngapain Tata. Bian cowo yang baik!"
"Lo belom tau aja sifat asli dia Ta. Dia cowo yang gak bener, percaya sama gue Ta"
"Tata gak percaya sama Erick. Mending Erick pergi dari rumah Tata sekarang!"
Cinta dan Erick terus berdebat walau sudah di cegah oleh Bian. Namun Cinta tetap saja sebal dengan tingkah Erick yang selalu saja memukul Bian. Jelas-jelas Bian tidak malakukan apa pun, namun kenapa Erick terus memukuli pacarnya itu
Ayu yang merasa terganggu sedang nonton sinetron azab pun menuju ruang tamu. Tempat dimana Erick dan Cinta bertengkar.
"Udah-udah. Kenapa kalian bertengkar? Terus ini kenapa pipi Bian biru dan bibirnya berdarah?"
__ADS_1
Bingung Ayu melihat Bian yang datang sehat dan dalam waktu 15 menit menjadi babak belur. Tidak mungkin Cinta melakukan hal tersebut kepada Bian.
"Itu ma Erick pukul Bian" Cinta melipat tanyannya di depan perut dan enggan untuk wajah melihat Erick sedikit pun.
"Betul itu Erick?" Tanya Ayu untuk meyakinkan
"Iya ma. Tadi Bian kurang ajar sama Tata, makanya Erick pukul" jelas Erick
"Gue gak ngapa-ngapain Cinta. Tanya tuh Cintanya, lo aja yang emang gak suka sama gue. Ini kedua kalinya lo pukul gue tanpa alasan" sinis Bian.
Erick hanya memalingkan mukanya. Sudah jelas alasan dia untuk tidak segan-segan mrmukul Bian. Bagaimana bisa cowo itu sok polos? Tukang drama
"Bian cuma tiup mata Tata. Biar Tata bangun, itu aja ma. Gak aneh-aneh kok"
Cinta menggeleng sebagai jawaban. Dan memang benar Bian hanya meniup mata Cinta agar cewe itu bangun dari tidurnya.
Terlebih lagi bian menggelitik telinga Cinta dengan rambut milik cewe itu. Membuat Cinta bangun saat itu juga.
Namun berbeda dengan sudut pandang Erick. Bian seakan sedang mencium Cinta yang sedang tertidur pulas. Itu lah yang membuat Erick sangat marah.
"Sekarang udah jelas kan Erick, lain kali di pastikan dulu. Baru main pukul, minta maaf ke Bian"
__ADS_1
"Maafin Erick udah buat keributan. Sorry Bi gue pukul lo. Tapi kalo suatu hari lo sakitin Tata. Gue, Erick menyatakan perang dan maju paling depan buat musnahin cowo kaya lo!" Tegasnya
Setelah kejadian itu Cinta mengusir Erick dari rumahnya. Dia sangat kesal pagi-pagi sudah membuat keributan di rumah orang. Tidak lupa ia mengobati luka Bian dengan telaten. Kasian Bian di amuk Erick terus-menerus.
"By makasih udah di obatin, langsung sembuh kalo yang obatin kaya kamu gini" gombal Bian
"Gak ngaruh tau, pinter-pinter yang ngobatin aja itu Bi"
Suasana tiba-tiba menjadi canggung. Cinta bingung harus melakukan apa sekarang, dia tidak tau cara berpacaran dengan benar. Mengingat ini pertama kali dia pacaran.
"Bi, mandi gih trus dandan yang cantik. Kita jalan-jalan, muka kamu kaya masih sebel banget" Bian mengelus-elus pucuk rambut Cinta dengan lembut
"Dadakan banget ih, kan jadi gugup" Cinta mengerucutkan bibirnya itu
"Aku udah chat tadi, tapi gak di bales. Ya udah langsung ke sini aja, eh kamunya belum bangun. Masih bau iler tuh" Bian tertawa kecil untuk meledek Cinta
"Ya udah iya. Enggak bau iler kok" Cinta memukul-mukul lengan Bian sebal
*******
See you next time
__ADS_1
-Red Eyes