My Lemot Girl

My Lemot Girl
32.2 | why? #2


__ADS_3

Memaafkan bukanlah akhir dari semuanya


Tapi merupakan awal dari kisah yang akan datang


__________________


Jika bukan karena Dylan, Cinta sangat malas untuk bertemu dengan Erick saat ini. Sangat menyebalkan


Dan bagaimana bisa Dylan meninggalkan Cinta dan Erick hanya berdua saja di dalam bianglala? Ini membuat Cinta sangat kesal.


"Erick udah denger semua dari Dylan"


Ketika Erick sudah memanggil dirinya menggunakan namanya sendiri, ini lah tingkat yang sangat serius di antara mereka.


Erick memang memanggil Dylan tidak menggunakan kak. Karena sejak kecil dia sudah memanggil Dylan hanya dengan nama. Dan dia sudah terbiasa akan hal itu.


"Terserah Tata mau percaya atau gak sama Erick. Tapi Erick bukan tipe cowo yang Tata pikir. Tata tau sendiri gimana Erick, Tata tau semuanya"


"Gak ada yang Erick tutup-tutipin dari dulu. Erick selalu sayang sama Tata, dan itu gak berkurang sedikit pun. Masih 100% buat Tata"


Lanjut Erick dengan keyakinan penuh. Dan yang Erick katakan memanglah sejujurnya. Bahkan rasa sayangnya ke Cinta lebih besar dari yang Cinta pikirkan.


Cinta terdiam. Dia salah, seharusnya dia membicarakan ini dengan Erick terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

__ADS_1


"Maap, Tata salah"


Cinta menundukan kepalanya. Dia malu, dia merasa bersalah, dia takut. Takut jika Erick akan menjahinya. Takut jika Erick akan meninggalkan Cinta. Dia sangat takut dengan hal tersebut.


"Maafin Erick, udah bentak Tata waktu itu"


Erick pun ikut menunduk. Rasanya sangat canggung saat ini. Bahkan untuk bernafas saja sudah sangat aneh. Hanya bisa diam membatu.


Sedetik kemudian mereka tertawa bersama. Entah apa yang mereka tertawakan. Tapi terlihat percikan kebahagiaan di raut wajah mereka.


"Ta kalo ada apa-apa cerita sama gue. Wajib! Paham?"


Cinta mengangguk sebagai jawaban. Mereka pun turun dari bianglala dengan rasa senang. Pemandangan yang sangat indah jika di lihat dari tempat yang tinggi.


Dia sempat menggoyangkan-goyangkan tempat yang mereka naiki. Membuat Erick pusing dan ingin muntah. Untung saja Erick bisa menahan itu semua. Hanya untuk Tatanya


Cinta dan Erick menunggu Dylan di stan ice cream. Cinta selalu ingin memakan ice cream. Tidak butuh waktu lama untuk menunggu Dylan.


"Udah kelar?" Tanyanya


Mereka berdua pun mengangguk secara bersamaan. Sangat lucu. Tidak lupa Cinta menyuruh Erick memakai bando telinga ****. Sedangkan Cinta memakai telinga kucing.


Dia juga menyiapkan bando untuk kakaknya yaitu bando iblis. Sangat cocok untuk mereka. Namun Erick terus protes karena hal tersebut. Dan Dylan tidak coment apa pun.

__ADS_1


"Lo cocok pake itu. Mirip" ejek Dylan


"Gue cogan ****, kagak cocok. Gue kek malaikat bukan ****" kesalnya


"Krik trima nasib aja. Mirip itu" ejek Cinta dengan tertawa kecil


"Kakak sama adek kagak ada bedanya"


Erick pun berjalan lebih dulu karena sudah tau akan pergi kemana selanjutnya. Namun Cinta dan Dylan putar balik. Membuat Erick semakin kesal


"Kak, Cinta mau putus sama Bian" tegas Cinta


Dia sudah yakin akan keputusan tersebut. Dan seperti yang sahabatnya katakan, tak lupa Dylan juga menegaskan. Jika Bian berbahaya, itu bisa mengancam keamanan Cinta.


Dylan mengangguk setuju. Sedangkan Erick tersenyum sangat bahagia mendengar kabar ini. Mengingat Cinta yang mengatakan hal tersebut di depan mata Erick.


Ini lah saatnya....


Tapi bagaimana dengan dendam Dylan kepada Bian? Akankah terhenti begitu saja?


*****


See you next time

__ADS_1


-Red Eyes


__ADS_2