My Lemot Girl

My Lemot Girl
36.0 | Lemot 13


__ADS_3

Kebahagiaan seseorang terletak dari diri sendiri


Kita hanya perlu bersyukur


______________________


Seperti biasanya Cinta berangkat sekolah dengan Erick. Rasanya sudah lama sekali tidak seperti ini lagi. Mereka merindukan moment seperti ini. Sangat, rindu.


"Ta, di belakang ada barang. Buat lo aja" Erick masih terus fokus menyetir


Cinta pun mengambil kotak tersebut. Tak disangka berisi coklat yang sangat banyak. Cinta sangat senang, dia memang sedang menginginkan makanan tersebut.


Tidak lama mereka sampai di sekolahan. Dan Cinta menyuruh Erock tidak usah mengantarkan Cinta ke dalam kelasnya. Di bukan akan kecil lagi.


"Bein!" Panggil Cinta


Bella dan Ines pun menengok ke arah Cinta dengan tatapan yang aneh. Dan sebenarnya siapa yang dia panggil?


"Bella, Ines. Jangan diem aja, sambut princess Cinta dong" kesalnya


"Najis putri" sewot Bella


"Putri kodok" celetuk Ines


"Enggak di sambut enggak Cinta kasih coklat nih. Tadi Erick bagi-bagi coklat banyaaaak banget. Gak mau ya udah. Cinta makan sendiri"


Cinta menunjukan kotak berukuran sedang yang berisi banyak coklat. Dia pun membuka tutupnya dan memamerkannya kepada kedua sahabatnya.


Bella dan Ines pun mulai tergiur. Dan bagaimana bisa cewe ini yang baru saja putus cinta tidak galau sama sekali. Dia malah terlihat sangat senang. Dasar.

__ADS_1


"Princess Cinta sini duduk. Mau di kipasin?"


Ines mulai memanjakan Cinta. Dan berharap ia mendapat bagian coklatnya itu. Ines juga ingin memakannya.


"Cinta bercanda"


Cinta pun membagi coklat miliknya. Masing-masing mendapat dua bagian. Bella dan Ines pun merasa senang.


"Hidup princess Cinta" seru Ines berlebihan


Itu membuat Cinta malu. Cinta hanya menganggap bercandaan. Bagaimana bisa Ines melakukan hal memalukan seperti itu.


Bella masih terlihat murung tentunya. Entah ini sudah berapa hari berlangsung, namun tidak ada perubahan sedikit pun. Dia bahkan tidak menceritakan kepada kedua sahabatnya itu.


"Tik, ini coklat buat lo. Yang lain juga udah dapet"


Bella yang melihat kejadian tersebut pun ingin mengamuk rasanya. Namun di tahan oleh Ines. Mereka tidak usah memperdulikan medusa kembali bukan. Walau begitu Cinta masih tersenyum.


Dia menceritakan apa yang kemarin terjadi saat di pantai dan begitu juga saat di bianglala. Dia sangat senang. Kakaknya juga membelikan banyak barang untuk Cinta seperti perkataannya waktu itu.


Dia senang memiliki sahabat dan juga kakak seperti mereka. Dia sangat bersyukur saat ini. Tidak ada yang lebih baik dari pada ini semua. Ini sudah lebih dari cukup menurutnya.


\=My Lemot Girl\=


Matahari sudah mulai bersembunyi. Sekolahan sidah mulai sepi, dan sedikitnya sedang mengerjakan tugas atau ektrakulikuler.


Cinta melihat Bian sedang bermain basket dengan tim nya. Dia sangat tampan, apa lagi dengan keringat yang bercucuran. M3nambah efek kadar kegantengan Bian.


"Cin, belom pulang?"

__ADS_1


Bian mendekat kearah Cinta dan duduk di samping cewe itu. Dia merindukan Cintanya. Dia merindukan keseharian bersama Cinta.


"Belum entar ada ektra lukis. 10 menit lagi masuk" jelas Cinta


Dia pun meminum minuman yang dia beli sendiri. Dan Bian terus memandangi dirinya. Cinta pun memberikan minuman yang masih setengah itu kepads Bian.


Sepertinya Bian sangat lelah dan membutuhkan minum. Tidak lupa ia memberikan coklat kepada bian dua bungkus. 


"Cin, lo udah tau semua tentang gue. Tapi kenapa lo kaya gini? Gak takut sama gue?"


Bian menunduk. Dia menyesal terlah berbuat seperti itu dulu. Dia tidak ada bermaksud lain. Dia hanya melampiaskan semua emosinya saat itu.


"Enggak, Cinta tau Bian udah berubah. Cinta yakin. Kita masih bisa sahabatan" jelas Cinta


Dia pun beranjak dan pamit kepada Bian jika dirinya akan memasuki kelas. Ini sudah waktunya.


Cinta pun pergi menjauh dari lapangan basket. Dia terus berjalan tanpa berhenti dan melihat Bian kembali.


Bian pun melanjutkan aktifitasnya. Dia terus berlatih basket untuk melampiaskan amarahnya. Dia sangat bodoh. Bagaimana bisa di mempermainkan cewe sebaik Cinta. Dia menyesal.


Terlihat Cantika berjalan melewati lapangan basket dengan tenangnya. Dia terlihat sangat senang. Entah dia akan kemana. Tidak ada yang tau


Mungkin hak buruk akan terjadi....


*****


See you next time


-Red Eyes

__ADS_1


__ADS_2