My Lemot Girl

My Lemot Girl
25.0 | Amukan


__ADS_3

Kita siapa?


Sampai mempunyai hak untuk cemburu


__________________________


》Bian Gabrian♡ 《


Syg hari ini sibuk g? Keluar kuy


Terlihat notice dari Bian namun Cinta masih terlelap dengan sangat pulas. Dan mungkin enggan untuk bangun, mengingat ia begadang membaca webtoon. Memang ini hari minggu dan terlebih lagi ia tidak ada janji dengan siapa pun.


Mengingat dan menimbang, akhirnya dia putuskan untuk tidur panjang hari ini. Itu ide yang sangat brilian. Hibernasi adalah pilihan yang tepat.


Karena sudah cukup lama Bian menunggu balasan dari Cinta. Dan tidak seperi biasanya Cinta membalas chatnya selama ini. Iapum memutuskan untuk langsung pergi ke rumah Cinta.


Ketika ia sampai di rumahnya ternyata Cinta belum juga bangun tidur. Padahal ini sudah terbilang sangat siang. Namun cewe itu benar-benar tidak ingin bangun sepertinya. Heran Bian.


"Sebaiknya kamu bangunkan saja Bi" saran Ayu ibunda Cinta

__ADS_1


"Boleh tante?" Tanya Bian memastikan


Ayu hanya mengangguk pasti sebagai jawaban. Bian pun pergi ke kamar Cinta untuk membangunkan pacarnya itu.


Saat melihat pintu berwarna putih di depannya saat ini, Bian cukup ragu apakah Cinta tidak akan marah jika Bian masuk begitu saja? Walau ibunda Cinta mengijinkannya tapi tetap saja dia merasa tidak enak.


Jadi dia mengetuk pintu terlebih dahulu dan meninta izin samar-samar, dan sangat tidak mungkin Cinta mendengar itu. Setelah masuk ke dalam kamar tersebut, Bian syok.


"Kamar atau kandang" batin Bian


Bian pun mulai mendekati Cinta dan menyingkirkan barang-barang yang menghalanginya itu sedikit demi sedikit, namun tidak pasti. Sebab dia hanya melempar barang-barang yang ringan ke segala arah.


Bian pun membangunkan Cinta dengan mencolek bahunya dan membuka selimut yang menutupi tubuh Cinta. Namun cewe itu benar-benar seperti sudah mati, dia tidak bergeming sedikit pun.


"Cinta sayang bangun. Cinta bangun sayang. Cinta!" Namun tidak ada respon dari Cinta


Cinta tidur dengan membelakangi Bian yang sedang duduk. Mungkin dengan cara lain Cinta bisa bangun. Bian pun mulai berfikir keras kali ini.


Bian pun sempat berfikir mencium Cinta seperti di cartoon disney. Bian mulai berfikir aneh, entah lah otaknya mulai tidak bekerja. Dia tidak tau harus melakukan apa saat ini.

__ADS_1


Akhirnya pun Bian memutuskan apa yang akan ia lakukan untuk membangunkan Cinta. Tentu saja Bian tidak berani melakukan hal yang tidak-tidak. Bisa-bisa ia di bunuh keluarga Cinta. Saat sedang melakukan aksinya.


Erick datang dengan saat yang tidak tepat tentunya. Membuat situasi semakin memanas.


"********! Lo mau ngapain Tata berengsek!" Erick langsung menyeret Bian keluar dari kamar Cinta.


Cinta yang sudah terbangun pun mengikuti Erick yang menyeret Bian. Dan mencoba menghentikan Erick yang sangat marah. Terlihat dari wajahnya memerah dan sangat kesal.


"Erick apaan si?" Bentak Cinta, namun di hiraukan oleh Erick


Cinta menarik-narik tangan Erick, semoga saja Erick mau melepaskan Bian. Dan benar saja Erick melepaskan Bian. Ketika Cinta akan membuka suaranya untuk memarahi Erick.


Erick sudah terlebih dahulu memukul wajah Bian dengan sekuat tenaga. Membuat Bian tersungkur di lantai, dan berdarah di sudut kiri bibirnya. Bian pun meringis kesakitan dan ikut kesal kali ini, dia tidak akan tinggal diam!


*******


See you next time


-Red Eyes

__ADS_1


__ADS_2