My Lemot Girl

My Lemot Girl
30.0 | Yakin?


__ADS_3

Ketidak pastian selalu menakutkan


___________________


"Kok kalian ada disini?" Bingung Cinta


Ketika Cinta membuka rumahnya. Sahabatnya sedang berada di ruang tamu menanti dirinya. Mata Ines dan Bella terlihat sembab akibat menangis.


Mereka pun memeluk Cinta dengan air mata yang menetes. Bagaimana jika Cinta benar-benar hilang karena di culik?


Sungguh tidak lucu


Mereka menyayangi Cinta dan tidak mau jika Cinta terluka sedikit pun. Walau pun mereka jahil tatap saja Cinta sudah seperti saudara mereka.


"Kita takut lo kenapa-kenapa Ta" tangis mereka pun pecah kembali


"Yang kecelakaan Bian bukan Tata. Kalian aneh, kesambet apa?"


Cinta sangat bersyukur memiliki sahabat seperi mereka. Menyebalkan nanun sangat perhatian. Cinta sayang mereka


Tiba-tiba bunyi perut Cinta membuat seisi ruangan tertawa. Mereka pun menarik Cinta kedalam ruang makan. Ternyata banyak makanan sudah tersedia di sana.


Mereka sudah menyiapkan semuanya untuk Cintanya. Dan yang paling menarik adalah kakak Cinta berada di rumah. Itu membuat Cinta sangat senang.


Dia pun memeluk kakaknya dengan sayang. Tidak ingin melepaskan pelukan tersebut. Karena hal tersebut Dylan pun menggelitik adiknya agar melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Umur mereka hanya terpaut 2 tahun saja. Membuat mereka bisa mengerti satu sama lain. Dan akrab seperti sebaya.


"Kak" panggil Cinta dengan manja, tak lupa bibirnya di majukan


"Makan dulu. Entar kakak turutin semuanya"


Cinta pun duduk di meja makan dan memakan banyak makanan. Semua sahabat Cinta pun turut makan bersama. Tapi Cinta agak kesal karena ada Erick di sini.


Membuat mood Cinta memburuk. Dengan sengaja Cinta menendang dan menginjak kaki Erick dengan sekuat tenaga.


Erick pun meringis kesakitan dan mengelus kakinya sendiri. Sedangkan Cinta berpura-pura tidak tau apa pun dan terus makan dengan nikmatnya.


Erick pun membalas Cinta. Dia menendang-nendang kaki Cinta namun pelan. Pasti itu akan mengusik Cinta.


Semua orang pun memandang kearah Cinta. Erick yang tengah asik memakan makanannya dan tidak bersuara sama sekali. Menurut mereka itu aneh.


"Hah? Gue gak boleh makan?" Tanyanya polos


"Bodo. Tata pundung"


Padahal Cinta sudah marah sejak kemarin. Lalu kenapa dia baru mengatakannya sekarang? Sunggung cewe ajaib


Mereka pun kembali makan dengan tenang. Dylan merasakan sesuatu yang tidak bisa disini. Dia harus meluruskan sesuatu.


"Cin, kuy nonton film di kamar lo" ajak Ines

__ADS_1


Mereka pun menonton film di kamar Cinta, dan itu hanya Bella dan Ines. Sedangkan Erick, Kevin dan Galuh bermain bersama Dylan. Sepertinya mereka akan memulai konspirasi wahyudi seperti biasanya.


Film pun di mulai. Mereka belum sempat menonton film ini secara bersam. Membuat tidak ada yang mengalihkan pandangan mereka dari televisi.


"Cin" panggil Bella


Cinta tidak menoleh dia hanya berdehem sebagai jawaban. Dia sangat fokus melihat film kali ini. Itu membuat Ines menghentikan film tersebut.


"Lo yakin sama bian?" Tanya Bella srius


"Ngapain?"


Cinta tidak paham sama sekali apa yang di maksud Bella. Dia dan Bian saat ini baik-baik saja.


"Gue udah denger semua Bian itu gimana aslinya. Ines juga udah tau. Lo belum tau soal ini" jelas Bella


"Cin, kita bukannya mau rusak hubungan lo sama Bian. Dan kita bukannya mau jelek-jelekin Bian. Tapi lo harus tau"


Bella pun mengangguk setuju dengan apa yang Ines katakan. Cinta harus tau ini semua. Tapi Cinta pasti akan sakit hati bukan?


*****


See you next time


-Red Eyes

__ADS_1


__ADS_2