
Sedikit sentuhan saja membuat semua seakan indah
__________________
Erick tertidur dengan lelapnya di kamar miliknya. Entah sudah berapa lama Erick tertidur di ranjang kamar. Sepertinya dia benar-benar tidak baik saat ini.
Dan bagaimana mungkin dia bisa bertahan sejauh ini
Tampak seorang cewe tengah terduduk di bawah kolong meja belajar milik Erick. Entah apa yang sedang cewe itu pikirkan untuk tidur di bawah meja tersebut.
Atau mungkin dia merasa nyaman berada di situ. Tak lupa cewe itu memeluk kedua boneka putih dan merah muda berbentuk kelinci.
Mereka adalah boneka yang Erick belikan untuk cewe itu. Dia namai sedemikian rupa dengan sangat anehnya.
Erick membuka matanya perlahan, dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Menerka-nerka dia sedang berada di mana saat ini.
Dia mulai mengingat apa yang sebenarnya terjadi hari ini. Bagaimana bisa dia tertidur di kamar miliknya. Semua seakan tidak terduga dan susah untuk di pahami
Dia pun ingat jika tadi pagi, badan dia memang sudah agak panas. Terlebih lagi dia mengikuti Cinta yang tengah kencan dengan Bian. Cowo yang akhir-akhir ini ia lihat bersama Cintanya itu.
\=My Lemot Girl\=
"Ta. Gue balikin mochi"
Suara itu mengalihkan pandangan Cinta dan Bian secara bersamaan. Mereka tampak bingung dengan kedatangan Erick yang begitu tiba-tiba. Atau mungkin memang sedari tadi Erick memang mengikuti mereka berdua.
__ADS_1
Cinta mengambil mochi miliknya itu. Dia tau jika mochi yang sedang ia pegang bukanlah mochi yang waktu itu Erick belikan. Ini Mochi yang baru
Entahlah namun Cinta tidak begitu senang dengan Mochi tersebut. Ada semburat aneh di hatinya yang tidak dapat ia mengerti.
Rasa aneh yang tak pernah di rasakan
Seakan kian menjadi
Tabu untuk di mengerti dan sulit untuk di pahami
Membuat hati gelisah tidak menentu
Akan kisah ini
Mereka hanya terdiam membisu tanpa sepatah kata pun. Canggung. Sangat canggung saat ini. Bagamana mungkin Erick merusak suasana mereka begitu saja?
Seakan hanya sekedar mengontrol dirinya sendiri saja dia tidak bisa. Erick terlalu egois dengan semua hal yang ada di genggamannya.
Dia ingin semua berjalan menurut kehendaknya sendiri. Tanpa ada yang menghalangi dirinya.
Tidak lama Erick terjatuh begitu saja. Gelap dan sedikit bising yang ia dengar. Tubuhnya seakan kaku untuk di gerakan. Erick ingat jika dia sudah tidak enak badan sejak tadi pagi.
Membuatnya pingsan di depan Cinta saat ini. Adalah tindakan yang ceroboh dan sangat memalukan.
\=My Lemot Girl\=
__ADS_1
Erick menyadari jika ada sesuatu di dahinya. Ia pun mencoba untuk merubah posisinya menjadi duduk. Di lihatnya cewe yang tertidur dengan lelap di kolong meja tersebut.
Karena tidak tega, ia pun bangkit untuk mengendong cewe itu ala bridal style. Di taruhnya di ranjang bekas iya tiduri tadi.
Matanya membuka perlahan. Sepertinya dia terganggu oleh aktivitas yang di lakukan Erick barusan.
"Sorry... gue gak bermaksud bangunin lo. Tadi lo...."
Sebelum Erick menyelesaikan kalimatnya. Cinta menarik Erick lebih dekat dengan tubuhnya. Tatapan mereka bertemu. Diam, mereka bungkam seribu bahasa.
Tanpa pikir panjang langsung saja Cinta mengecup lembut bibir Erick. Tidak ada yang bergerak sama sekali. Erick melotot karena tidak peracaya apa yang baru saja Cinta lakukan kepada dirinya.
Jantung Erick ingin loncat dari tempatnya. Bingung dengan apa yang akan ia lakukan saat ini. Ini sangat membingungkan baginya
Rasa ini semakin membelenggu
Sulit untuk di tolak dan sangat menyiksa
Berada di dekatmu merupakan kebahagiaan
Namun berada jauh darimu merupakan mimpi buruk bagiku.
*******
Jgn lupa like and coment
__ADS_1
See you next time
-Red Eyes