
Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini
_______________
"Iya ada apa ya mam?"
"Bisa tolong cariin Cinta? Dia dari jam 7 belum pulang. Tadi pergi sama Bian, tapi udah malam gini belum pulang. Mama khawatir terjadi apa-apa" jelas Ayu ibunda Cinta
"Iya mam, pasti Erick cari sampai ketemu. Mama tenang aja di rumah"
Telpon pun segera Erick matikan dan mencoba menghubungi teman-teman Bian atau apa pun yang berhubungan dengan cowo itu tentunya.
Kevin dan Galuh pun bingung melihat kelakuan Erick seperti cacing kepanasan. Mondar mandir melihat ponselnya, dan terus menelfon seseorang yang tidak jelas entah siapa.
"Lo berdua bantuin gue pea!" Kesalnya
"Cinta di bawa kabur Bian?" Tanya Galuh tepat sasaran
Setidaknya itu yang saat ini Erick pikirkan tentang Cinta. Dia takut cewe yang selalu ia jaga mengalami hal yang bahkan tidak bisa Erick bayangkan. Dia tidak akan membiarkan Cinta terluka seujung kuku pun!
__ADS_1
"Cari tau Bian di mana sekarang sampe ketemu!" Perintah Erick saat ini mutlak
"Kalian berdua pulang duluan. Gue penenin taksi online" jelas Kevin
Kelemahan Erick ketika ia panik, begonya keluar. Bahkan untuk mengontrol emosi saja dia sudah tidak bisa, mengingat ini tentang Cinta.
Dan yang paling parah, Galuh itu hacker yang terbilang sudah sangat pro. Untuk melacak seseorang sangat lah mudah baginya.
Setelah menemukan lokasi yang Galuh sebutkan tadi. Mereka pun meluncur ketempat tersebut dan mencari sedetail mungkin.
Setelah melakukan penelusuran. Erick menemukan sosok cewe dengan gaun putih yang sedang terisak, apa mungkin itu Cinta? Kenapa dia di tempat bekas orang baru saja kecelakaan? Atau jangan-jangan Bian...
Erick pun mencoba mendekatinya perlahan dan menepuk pundak cewe itu. Namun setelah menengok Erick langsung kabur sekuat tenanga.
Mereka pun menancap gas meninggalkan tempat tersebut. Hari ini benar-benar sangat sial, bukannya menemukan Cinta yang cantik jelita malah bertemu kuntilanak. Apes-apes!
"Eh itu kaya Cinta, ngapain dia sendirian disitu?" Kevin mulai menerka-nerka apakah yang di lihatnya benar Cinta atau bukan. Jika kuntilanak lagi bukankah tidak lucu?
Erick pun memantapkan hati untuk mendekati cewe itu. Dan benar saja Cinta sedang jongkok dan terisak seperti menunggu sesuatu seorang diri.
__ADS_1
Dibawah lampu jalan yang terbilang tempat sangat sepi. Untung saja tidak ada seseorang yang berniat jahat kepadanya.
"Tata, pulang yuk. Mama khawatir sama Tata" ragu Erick mencoba melakukan pendekatan dengan Cinta. Mengingat Cinta masih sangat marah terakhir mereka bertemu.
"Krik... Bi...Bian kecelakaan.., ke rumah sakit sekarang! Ayooo!..."
Tangis Cinta semakin pecah dan memeluk Erick secara spontan. Melihat Cinta menangis membuat Erick seakan gagal melindungi Cintanya itu.
"Apa benar Cinta memiliki rasa lebih pada Bian? Kenapa Cinta sampai seperti ini hanya karena Bian cowo brengsek itu?" Batin Erick
Ini bukan waktunya untuk memikirkan hal konyol seperti itu. Akhirnya Erick mengantarkan Cinta bertemu dengan Bian dengan rumah sakit yang Cinta beritahukan.
Tidak lupa ia memberitahu Ayu jika Cinta sudah ketemu dan sedang berada disisinya.
Walau ia harus merasakan sesak di dadanya saat ini, asal Cintanya itu bahagia ia rela melakukan apa pun demi Cinta. Bucin? Dia hanya ingin memastikan Cintanya itu selalu baik-baik saja.
Entah bagaimana keadaan Bian, pada intinya Cinta benar-benar khawatir saat ini. Dan Erick hanya diam dan tidak berani untuk mengintrogasi Cinta, melihat keadaan Cewe itu sangat parah dalan hal emosional.
*****
__ADS_1
See you next time
-Red Eyes