My Lemot Girl

My Lemot Girl
18.0 | Sebuah Janji


__ADS_3

Janji adalah sebuah kata yang manis


Sangat manis sampai terasa pahit


__________________


Kevin terdiam. Dia hanya bisa mengalihkan pandangannya dari Bella yang sedari tadi memandanginya tanpa jeda. Entah sudah berapa lama mereka terdiam dengan posisi yang tidak berubah sama sekali.


Kevin mendengus kasar. Dia sudah tidak tahan dengan keadaan yang canggung seperti saat ini. Dia pun mulai membuka suara dengan sedikit ragu.


"Kenapa?" Cueknya tanpa melihat kearah Bella sedikit pun


"Jelasin semuanya. Lo berubah!" Suara lembut Bella sekaan sedikit bergetar


"Gak ada yang perlu di jelasin. Semua udah jelas dan kita udaha aja. Kita lebih cocok jadi temen doang, gak lebih!" Kevin pergi meninggalkan Bella den menuju sahabatnya


Seperti bukan Kevin yang Bella kenal. Dia sudah sangat berubah jauh dari bayangan Bella. Dan lagi setiap bertemu di sekolah, Kevin hanya memandangai Cantika. Begitu pula dengan hari ini


Membuat hati Bella tertusuk ribuan jarum tak kasat mata. Sangat perih dan begitu menyesakan. Seperti semua hal yang ia impikan hancur begitu saja.


Lalu bagaimana janji mereka yang akan terus bersama?


Janji bahwa mereka akan terus terikat tanpa ada suatu penghalang apa pun. Dan bahkan tidak ada yang bisa menghentikan mereka.


Semua hanya omong kosong yang tidak dapat di pertanggung jawabkan. Mungkin memang benar.


Janji ada untuk di ingkari


"Bulshit sialan!" Makinya dalam hati


\=My Lemot Girl\=


Hari ini Bella sudah ada janji dengan Kevin. Sudah sejak minggu lalu mereka merencanakan ini semua. Dan Bella tentu saja sangat menantikan hal tersebut.


Bella pun sudah berdandan sedemikian rupa. Agar dia terlihat cantik di depan Kevin. Mungkin membuat Kevin tergila-gila adalah misinya saat ini.


Entah sudah berapa kali Bella mencoba menelfon Kevin. Bahan spam chat saja Kevin tidak membalasnya. Entah apa yang sedang Kevin lakukan ini, membuat Bella khawatir dengan keadaan cowo tersebut.


Butuh waktu 5 menit akhirnya Kevin mengetikan sesuatu dalam aplikasi chattingan tersebut. Namun hal yang Kevin ketikan bukanlah hal yang Bell tunggu-tunggu selama ini.


Dia kecewa tapi harus bagaiman lagi?

__ADS_1


|Kevin♡


Sorry gw ada acara mendadak


Entr gw kabarin lg


|Bella


Ok. Ati"


Padahal Bella sudah sangat cantik saat ini. Tapi ternyata kencannya gagal. Entah acara apa yang sangat penting itu dari pada Bella.


Begitu pula hari selanjutnya. Kevin hanya membalas chat Bella dengan lama dan sangat singkat. Seperti tidak tertarik untuk chattingan dengannya.


Ini semakin membuatnya kesal. Tapi entahlah Bella hanya diam, dia tidak ingin mengganggu Kevin. Mungkin Kevin sedang sibuk bukan?


Itulah yang terlintas di fikiran Bella. Dia harus berfikir positif, ini lebih baik.


\=My Lemot Girl\=


Bella terisak di dalam kamarnya. Rasanya begitu menyakitkan. Sangat sakit sampai tak bisa di jabarkan. Bagaiman bisa hal ini terjadi?


Bella sangat tidak paham dengan apa yang Kevin fikirkan. Apa yang membuat bella tidak pantas bersanding dengannya?


Bagaimana dengan janjinya dulu?


Bella terus terisak. Air matanya selalu lolos membanjiri pipinya itu. Suara isakan tertahan dengan bantal di depan wajahnya. Dia tidak ingin ada yang mendengar hal tersebut.


Bella mulai menerka-nerka kejadian dulu waktu janji itu di ucapkan. Begitu biasa dan sederhana. Namun sangat berkesan di dalam relung hati.


"By mau kemana?"


Kevin hanya terus menggenggam tangan Bella karena keadaan sangat ramai di tempat itu. Dia tidak mengatakan apa pun dan terus menarik Bella ke tempat yang ingin Kevin tuju.


Saat ini mereka berada di taman. Ramai oleh ibu dan para lansia untuk melakukan senam seperti biasanya. Tak lupa anak-anak pun banyak yang sedang bermain kesana kemari.


Kevin memakaikan Bella seperti mahkota dari bunga plastik yang indah. Berwarna pink dan ungu yang berpadu menjadi satu.


"Kaya bocah" rajuknya


"Lucu jadi makin manis" Bella yang mendengar itu pun merona tak tertahankan

__ADS_1


Kevin pun menyodorkan satu tangkai mawar merah plastik dan beberapa coklat kepada Bella. Jika kalian bertanya kenapa bunya palstik?


Karena Bella alergi dengan bunga. Membuat Kevin ingin menunjukan keromantisannya dengan hanya sekedar bunga plastik.


Bella pun menerima bunga dan coklat tersebut dengan senang hati. Dia sangat senang di beri hadiah seperti ini.


"Bell. Janji gak akan pernah ninggalin aku"


Kevin mengacungkan jari kelingkingnya berharap di sambut baik oleh Bella


"Janji. Kamu janji ya gak boleh ninggalin Bella"


Jari kelingking mereka pun berpadu menjadi satu. Dengan janji yang sudah terikat dengan manisnya. Bagi Bella, ekpresi dan suara itu tak akan pernah terlupa. Selalu tersimpan di dalam hati dan otaknya.


Dan begitu pun janji-janji berikutnya. Bella selalu percaya kepada Kevin. Tapi apa?


Bella merasa terhianati. Janji bodoh dan omong kosong belaka. Bagaimana bisa dia percaya semudah itu?


Benar-benar bodoh!


Isakannya semakin menjadi. Semua kenangannya bersama Kevin terus berputar di otaknya. Terus berputar entah kapan akan berhenti. Membuat Bella semakin sakit.


Sakit bila terus menahan


Dan sakit saat melepaskan


Hanya waktu yang dapat mengobati


*****


●| Bella Micellasia



●| Kevin Rendrata



See you next time


-Red Eyes

__ADS_1


__ADS_2