My Lemot Girl

My Lemot Girl
7.0 | Jantung Sialan


__ADS_3

Melihatmu sudah lebih dari cukup


Karena hanya untuk mendekat pun


Jantung ini tidak sanggup


______________


Di mading terlihat sangat ramai siswa siswai yang sedang membaca sesuatu yang tidak pasti, seperti hati Ines yang selalu digantung.


Atau hanya dia yang merasakan semua ini.


Merasakan rasa yang cukup rumit, dan dan menyesakan sewaktu-waktu. Mungkin dia tidak merasakan hal yang sama, seperti yang Ines rasakan.


Siswa siswi semakin banyak berkumpul di papan pengumuman, membuat Ines semakin penasaran.


Entah apa itu, apakah akan ada perubahan di masa mendatang? tidak ada yang tau. Ines mencoba untuk bisa melihatnya dengan jelas.


Ia mulai mendesak perlahan untuk semakin dekat dengan papan pengumuman tersebut. Tapi sangat sulit.


Sesulit mendapatkan dia T_T

__ADS_1


Berkali-kali Ines terus terdorong kebelakang. Namun Ines harus yerus berusaha, ia harus bisa membaca pengumuman itu. Sepertinya itu hal yang luar biasa akan terjadi.


Andai saja yang akan terjadi adalah Ines dapat menakhlukan hatinya. Itu sudah sangat menguntungkan baginya.


Seperti pangeran berkuda putih yang datang menjemput Ines ke surga dunia. Itulah impian Ines saat ini.


Cowo tinggi itu, membukakan jalan untuk Ines. Tanpa sepatah katapun. Namun Ines mengerti apa yang dia maksud. Ines pun membaca dengan tenang dan seteliti mungkin.


Setelah sudah membacanya selesai, Ines berteriak sangat kencang. Itu membuat yang berada di sampingnya berteriak sebal dan mendorong- dorong Ines sampai tersungkur di lantai.


Seseorang cowo tinggi tadi menolongnya. Hanya  dia cowo yang mampu membuat jantung Ines lari maraton. Ines tidak kuat untuk terus di zona ini.


Sangat berbahaya.


Mengingat wajahnya sudah mulai memanas. Pipinya merona semerah tomat. Dia sudah tidak kuat menahannya. Ines harus kabur secepat the flash.


Bella yang kaget karena Ines tiba-tiba berada di depannya pun meledek Ines dengan sengaja. "Apaan dah, di kejar setan?"


Pipi Ines semakin merona dan gelagapan di tanyai seperti itu. Mengingat Ines belum pernah cerita tentang perasaannya kepada kedua sehabatnya. Ini sangat memalukan.


"Ka...kagak papa, gue...gue cuma.... cuma olahraga" gugupnya dengan menunjukan gaya pemanasan.

__ADS_1


Ines pun duduk dengan santai dan mengatur nafasnya. Wajahnya terlihat lelah dan dia kehausan. Mencoba meminta minum, namun Bella tidak membawa botol minum.


Cinta tipe yang tidak suka terlalu banyak minum. Meminta padanya adalah hal bodoh. Namun tetap lebih pintar Ines dari pada Cinta, itu sudah terlihat dari sisi mana pun.


"Nih minum. Gantungan tas lo copot tadi copot"


Cowo itu memberikan botol minumnya begitu saja. Melihat Ines kecapean membuatnya tidak tega. Dia juga memberikan gantungan doraemon yang terjatuh di depan papan pengumuman.


Ines tidak menyadari jika gantungan kesahangannya ini jatuh. Untunglah dia menemukannya. 


Namun Ines diam membatu dengan pipi yang merona kembali menatap cowo tersebut. Jantungnya tidak bisa tenang barang satu detik saja.


Berdebar semakin keras dan tubuhnya panas dingin sekarang. Bahkan Ines menahan nafasnya saat ini. Mungkin jika ia bernafas seakan sesuatu yang di depannya ini akan lenyap begitu saja. Seperti debu.


Untuk mengucapkan "Terimakasih" saja suara Ines tidak keluar. Seperti tertahan oleh sesuatu yang tidak dia mengerti. Ini membuat dia gila.


********


Napa jadi bucin gini:v


See you next time

__ADS_1


-Red Eyes


__ADS_2