My Little Hero

My Little Hero
10


__ADS_3

Kedatangan Aldan yang secara tiba-tiba membuat Aulina dan Juju terlonjak kaget dengan tergesa-gesa mereka mengubah ekspresi mereka seakan tidak terjadi apa-apa.


"Ada apa ini,"curiganya.


"Bukan apa-apa,"


"Benarkah,"


"Tentu saja,bagaimana operasinya?,"


Berjalan masuk dan membuka baju satu persatu di depan Aulina. "Berjalan lancar," sudah telanjang dada.


Glek Aulina menelan saliva nya ,mata nya menilik setiap jengkal tubuh Aldan yang masih terlihat masih bugar,mungkin menjadi sangat bugar dari sebelumnya. Aldan bersmirk ria mendapati ekspresi mantan istrinya.


"Apa kamu mau?,"tanya nya berjalan mendekat kearah Aulina.


Aulina masih terdiam dan masih terpaku melihat bentuk tubuh mantan suaminya.


awww, Aulina merintih kesakitan,tangan nya dicubit keras oleh Juju. ia kemudian tersadar.


"Kenapa?,"


"Apa kamu mau?,"


"Mau apa?," perlahan berjalan mundur hingga tubuhnya menabrak dinding. Aldan tak menjawab dan masih meneruskan melangkahkan langkahnya hingga jarak mereka bersisa beberapa sentimeter saja. "A-apa yang mau kamu lakukan?,a-ada anak kita," cicitnya.


"Lalu memangnya kenapa?,"


"Apa kamu tidak tahu malu?, ada anak kita disini,"


"Kenapa harus malu?,"


"A-apa ka...," Aldan meraih tangannya dan menaruh sepotong coklat di telapak tangannya, ia tertegun pipinya menjadi merah karena malu.


"Aku hanya memberimu coklat, kenapa harus malu?, apa kamu berpikir aku..."


"Bukan apa-apa," selanya lalu memasukan coklat pemberian Aldan kedalam mulutnya, cap cap cap mulutnya menguyah kasar coklat itu. Ia kesal karena sudah dipermainkan oleh mantan suaminya. sedangkan Aldan tersenyum puas karena sudah berhasil menjahili mantan istrinya.


Ekhemm Aldan berdeham,sudah berpakaian rapih.


"Ayo pergi,"


"Kemana?,"jawabnya ketus,masih merasa kesal.

__ADS_1


"Aku minta maaf,tolong jangan lah marah. Aku hanya bercanda,"


Cih, "ok, tapi ada syaratnya,"


"Apa itu?,"


"Aku mau Juju kembali bersamaku,".


Aldan terdiam lalu mengabaikan permintaan Aulina dengan menggendong Juju dan membawanya pergi keluar,mulut nya menganga lebar tak percaya dengan sikap mantan suaminya yang baru saja mengabaikannya begitu saja. Ia berlari menyusul mantan suaminya dan anaknya.


"memangnya kita mau kemana?,".


Aldan meliriknya sebentar lalu mengabaikannya lagi dengan melanjutkan langkahnya. Kakinya ia hentakkan kelantai merasa kesal dengan sikap mantan suaminya yang tak biasa.


Terdengar jeritan yang memekikkan telinga,orang- orang tersenyum ceria melihat tingkah para badut. Aulina ingat,dulu ia pernah membawa mantan suaminya ke taman bermain ini untuk sekedar menghiburnya yang waktu itu sedang bersedih karena dia tak bisa menyelamatkan seorang pasien yang sedang ditanganinya. Netra nya menatap punggung mantan suaminya,hatinya merasa bahagia karena mantan suaminya masih mengingat kenangan bersamanya.


"Ayo!" ajaknya,mengulurkan tangan kearah Aulina. Aulina menatap tangan itu dan meraihnya. Sepanjang hari mereka menghabiskan waktu di taman bermain dengan menaiki berbagai wahana seperti Bianglala,Komedi putar,


bahkan mereka menonton pertunjukan sulap yang sedang berlangsung disana. Aulina sangat bahagia ia merasa seperti keluarga kecilnya bersatu,apa lagi melihat anaknya yang anehnya sangat bahagia dan antusias memainkan berbagai permainan. Padahal anaknya sangat tak menyukai berkeringat.


Juju sudah tertidur lelap di kursi belakang dengan sangat terlelap,mungkin karena terlalu lelah bermain. Aldan memberikan jaketnya untuk dijadikan selimut untuk anaknya.


"Terima kasih,"


"Untuk apa?,"


"Kamu tak perlu berterima kasih,sudah tugas ku sebagai ayahnya untuk membahagiakan nya...mungkin hal ini tidak sepadan untuk mengisi waktunya yang sudah berlalu,"


Aulina menggelengkan kepala,"bagi Juju,mungkin ini lebih dari pada cukup...oh iya Aldan,bisa kah kamu mempertimbangkan tentang yang kita bicarakan?, kita bisa membagi waktu untuk Juju, saat malam biarkan Juju bersama ku dan saat pagi dia bersamamu,bagaimana?,"


"Bukankah itu rumit?,harus membuatnya pergii ke sana kemari,apa kamu tak kasihan?,Juju masih kecil,dan fisiknya tidak akan kuat jika harus ke sana kemari,"


Aulina terdiam mendengar perkataan Aldan yang ada benarnya,ia terlalu mementingkan perasaannya sendiri dan melupakan tentang anaknya.


"Aku punya saran yang lebih baik,"


Aulina mendongkakkan kepalanya dan melirik Aldan dengan wajah penasaran.


"Ayo kita rujuk," ajaknya serius, mata mereka saling bertemu.


"A-aku..."


"Kamu tak perlu menjawabnya sekarang,aku akan sabar menunggumu,dan jangan lupa pikirkan juga anak kita,..dan juga izinkan aku untuk menginap,"

__ADS_1


Matanya mengerjap berkali-kali seakan -akan perkataan mantan suaminya sangat sulit di pahami olehnya.


"Apa tak boleh?,..ini sudah larut,dan aku sudah lelah untuk menyetir sampai rumah,jika kamu keberatan aku bisa tinggal di hotel dekat si..."


"Tentu saja boleh,"selanya."kamu bisa tidur di kamar tamu,sedangkan aku dan Juju akan tidur bersama,"


"Terima kasih,"


Mereka akhirnya sampai ke rumah,Aldan membopong Juju yang masih tertidur lelap dan membawanya kedalam kamar.


"Ganti lah baju mu,masih ada baju mu yang masih tersisa di sini,maaf aku meletakkan nya di lemari kamar tamu,sebab aku belum membeli lemari baru untuk Juju.jadi..."


" Tak apa-apa,terima kasih" ucapnya."Oh iya Lina dimana kamu meletakkan seprai,dan...bisakah kamu membantu ku memakaikannya?,"


"Tentu,"Aulina mengangguk,berjalan ke arah lemari lalu mengambil seprai cadangan dan memasangkannya bersama Aldan.


"Sudah sel..." Bruk, Aulina terjatuh diatas kasur dengan Aldan yang berada diatasnya. matanya terbeliak kaget."Apa yang kamu la...."


"Sssstt," Aldan menaruh jari telunjuknya di bibir Aulina."Kamu tak ingin membangunkan Juju bukan,"


Glek, Aulina menelan saliva nya gugup, mata mereka saling terkunci,detak jantungnya berdegup kencang, perlahan wajah Aldan mendekat kearahnya,matanya mulai terpejam menunggu tindakan Aldan selanjutnya,tapi tak terjadi apapun. Ia mengintip dengan matanya sebelah dan mendapatinya sudah bangkit.


"Apa kamu begitu sibuk?, hingga tak sempat membersihkan kamar ini,lihat!,begitu banyak kecoa berterbangan untung saja aku sigap mengusirnya dari kepalamu,"


Aulina bangkit dan bergegas pergi dengan perasaan kesal,sudah 2 kali mantan suaminya mempermainkannya hari ini,


"Tunggu,kenapa kamu terlihat marah?,bukankah kamu seharusnya berterima kasih padaku?,"


"Terima kasih," ucapnya,wajahnya memperlihatkan sebuah senyuman yang dipaksakan.


"Mengapa kamu begitu kesal padaku?,apa aku melakukan suatu yang salah,"


"Tidak!"


"Lalu kenapa ka...apa kamu tadi berpikir kita akan ..."


"Diam,"ketusnya,berjalan meninggalkan Aldan.


"Lina,"serunya.


"Apa?!"


"Selamat malam,mimpi indah," ucapnya tulus.

__ADS_1


"Mmm selamat malam," balasnya,lalu pergi.


Aldan menghela nafas,"untung saja,"leganya,"bodoh,untung saja tadi ada kecoa jika tidak habislah aku,"


__ADS_2