My Little Hero

My Little Hero
14


__ADS_3

Meski video itu sudah berhasil di hapus oleh Bantuan Bagas yang memiliki teman seorang peretas, namun video itu ternyata sudah sampai kepada tangan Direktur rumah sakit. Begitu melihat isi video itu sang Direktur langsung tertarik kepada kejeniusan anak Aldan.


Ia kemudian memanggil Aldan beserta anaknya Juju keruangan pribadinya.


Di ruangan Sang Direktur. Mereka bertiga duduk diatas sofa.


"Siapa namamu?,"


"Arjuna Lasmana Pratama, namun orang-orang memanggilku dengan panggilan Juju,"


Sang Direktur tersenyum melihat sikap Juju.


" Lalu berapa umur mu?,"


"6 tahun"


Sang Direktur mengangguk-anggukan kepalanya.


"Apa kamu menyukai pelajaran sains?"


Juju menoleh kearah ayahnya, Aldan mengangguk tersenyum


"iya,"


"Lalu bidang apa yang kamu sukai?,"


Juju kembali menoleh kearah Ayahnya.


"Apa kamu merasa tidak nyaman bersama paman dokter?,"


Juju terdiam.


" Kamu tak perlu takut pada paman dokter. Paman dokter berjanji tak akan melukai mu, jika kamu tak percaya kamu bisa tanyakan pada ayahmu?," katanya. menunjuk kearah Aldan yang berada disampingnya.


Juju kembali melirik ayahnya, Aldan mengangguk kembali seraya tersenyum. Walau sebenarnya iatak punya pilihan karena ia tak mungkin menolak permintaan langsung dari sang Direktur.


"Jadi apa yang kamu sukai dari ilmu sains? "


" Karena menurutku itu menarik, apalagi tentang struktur tubuh pada manusia, "


"Benarkah?, Lalu bagian apa yang kamu sukai?,"


"Otak,"


"Mengapa kamu menyukai bagian itu?,"


"Karena otak seperti remote kontrol yang mengatur semua bagian tubuh,"


"Apalagi yang kamu sukai dari bagian itu?,"


Juju terdiam , jarinya ia simpan di dagu seraya berfikir, Sang Direktur dan Aldan tersenyum gemas melihat tingkahnya, mereka ikut terdiam menunggu jawaban darinya.


"Otak adalah salah satu organ yang paling kompleks dalam tubuh manusia. Organ ini tersusun dari sejumlah jaringan pendukung dan miliaran sel saraf yang saling terhubung. Otak dilindungi oleh lapisan pembungkus yang disebut selaput otak atau biasa disebut juga dengan meninges dan tulang tengkorak,"

__ADS_1


Sang Direktur tertegun melihat dan mendengar sendiri kejeniusannya yang sangat menakjubkan.


plok plok plok sang direktur memberi tepuk tangan kepada Juju, Ia merasa seperti melihat anak Dewa yang turun dari langit.


Berjalan menghampiri Juju. berjongkok dihadapannya.


"Juju!" panggilnya. "Maukah kamu belajar sains dengan paman dokter?,"


Juju kembali menoleh kearah ayahnya untuk meminta pendapat.


Aldan kembali menganggukkan kepala


Menurutnya ini adalah sebuah momen langka yang tak boleh anaknya lewatkan. Apalagi sang Direktur merupakan salah satu dokter terbaik di negara ini, bahkan beliau memiliki banyak penghargaan atas prestasi yang ia raih selama ini.


Juju mengangguk kan kepala, menyetujui permintaan sang Direktur.


Sang Direktur sangat bahagia karena mendapatkan jawaban yang sesuai dengan keinginannya.


Setelah itu Juju menghabiskan waktunya bersama sang Direktur, ia diajari berbagai macam ilmu sains terutama dalam bidang otak. Tak sampai disana ia menjadi lebih rajin membaca buku yang Diberikan oleh sang Direktur. Karena kesibukannya ia lupa memberitahukan kepada Bubunya membuat sang ibu salah paham.


Aulina merasa heran dengan sikap anaknya akhir- akhir ini yang lebih sering menghabiskan waktunya untuk membaca saking sering nya ia bahkan melupakan jam makan. melihat hal tersebut Aulina menjadi penasaran sekaligus marah, dengan sikap anaknya yang selalu melupakan jam makan, Namun ia juga merasa penasaran dengan sikap anaknya yang semakin rajin membaca buku.


tring sebuah notifikasi muncul ke hp-nya. ia mengambil hp-nya lalu mengecek sebuah notif dari nomor yang tak dikenal.


Ia tertegun sekaligus curiga karena nomor itu mengirim sebuah video, penasaran. Aulina mengklik video itu, detik pertama, video itu menampilkan seorang bocah yang terkena serpihan kaca, Namun di detik berikutnya ia melihat dua sosok yang ia kenali. ia tertegun


tring , sebuah notif baru masuk ke hp-nya , sebuah pesan dari nomor yang sama. Ia mengklik isi pesan tersebut matanya terbeliak. ia kemudian memanggil omor itu namun nomor itu langsung tak aktif. Perasaan nya menjadi resah tak karuan.


tuuuut tuuuuut terdengar nada sambung


" Iya halo, ada apa?, " jawab pria disebrang telpon.


" Ada yang harus kita bicarakan, bisakah kamu datang kemari?, "


" Baiklah aku akan segera ke sana ,". jawab pria disebrang telpon lalu menutup panggilan dari Aulina.


Beberapa menit kemudian .


ting tong bel pintu berbunyi.


Aulina bergegas menghampiri pintu, lalu membuka kan pintu dan menampakkan Aldan yang terlihat kelelahan, nafasnya tersenggal-senggal.


" Ada apa?, " tanya Aldan dengan wajah cemas.


" Masuklah dulu ," jawabnya dingin.


Aldan tertegun melihat sikap mantan istrinya yang menjadi dingin terhadapnya.


Mereka sedang berhadapan diruang tamu. Aldan yang masih kebingungan hanya bisa terdiam menunggu penjelasan dari mantan istrinya.


Aulina menyerahkan telpon genggam nya pada Aldan.


Aldan meraih benda itu, mata nya terbeliak melihatnya isinya.

__ADS_1


" Dari mana kamu mendapatkan video ini?,"


Aulina mendengus.


" Kamu tak perlu tahu dari mana aku mendapat video ini, yang penting sekarang, mengapa kamu tak memberi tahuku? bukankah kamu yang bilang untuk saling terbuka? lantas mengapa kamu menyembunyikannya dariku ? inikah alasan Juju yang selalu mengurung diri di dalam kamar hingga ia lupa jam makan!!" teriaknya marah.


"Lina, dengarkan aku ... ini tak seperti yang kamu bayangkan dan aku bukannya tak mau bilang hanya saja, kamu tahu aku sibuk?"


" sibuk? sesibuk itukah hingga kamu tak bisa memberi tahuku? "


"Lina , ku mohon tenangkan lah dirimu,"


"Tenang? BAGAIMANA AKU TENANG?" teriak nya.


Tiba- tiba Juju keluar dari dalam kamarnya ,karena mendengar Bubunya berteriak, " kenapa Bubu berteriak? " tanya nya heran, matanya tak sengaja menangkap sosok ayahnya , " sejak kapan ayah disini? ... oh iya ayah ada beberapa hal yang ingin aku...


"Juju, lebih baik kamu kembali ke kamar mu,"


" Kenapa? apa ada yang salah?,"


" Bubu bilang, Kembali ke kamar mu SEKARANG!!!"


Ia tersentak mendengar perkataan Bubunya. ia melirik ke arah ayahnya , ayahnya mengangguk. ia pun hanya bisa pasrah dan masuk kembali kedalam kamarnya.


" Mulai hari ini, Juju tak akan pergi kerumah sakit lagi," finalnya.


" Lina ada apa dengan mu? apa perlu semarah itu hanya karena sebuah video,"


"Hanya kamu bilang,"


Aldan gelagapan melihat respon mantan istrinya.


" Lina bisakah kamu menjelaskannya?, jika kamu terus begini, bagaimana aku bisa mengerti?, "


" Aku tak ingin menjelaskannya,"


" Lina, Bukankah kamu terlalu egois? ... kamu menuntut penjelasan padaku namun kamu sendiri tak bisa memberiku sedikit pun penjelasan padaku,"


"Kamu tak mengerti"


Brak!! Aldan memukul meja keras


"BAGAIMANA AKU BISA MENGERTI JIKA KAMU TERUS MENYEMBUNYIKAN NYA. KAU PIKIR AKU INI SEORANG DEWA!! marahnya.


Aulina terlonjak kaget melihat Aldan yang marah.


Aldan menghembuskan nafasnya berkali- kali.


"Tak ada gunanya kita terus bertengkar ... lebih baik kita dinginkan kepala, lalu kita bicarakan kembali," katanya lalu pamit.


Blam !! Bunyi pintu di tutup keras.


Setelah kepergian mantan suaminya, Aulina menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


__ADS_2