
Setelah mengetahui kebenaran di balik rasa benci Thedy pada bubunya, membuat Juju menjadi anak yang lebih pendiam dari biasnya, bahkan setelah sang ibu di nyatakan sembuh oleh sang ayah, ia menjadi enggan untuk menatap wajah sang ibu, ia juga sering menghindari interaksi langsung dengan sang ibu, bahkan sikap dinginnya juga di tunjukan pada Om nya, membuat semua orang bertanya-tanya ada apa dengan sikapnya?
Jika di tanya alasan kenapa dia bersikap seperti itu dia hanya akan menjawab dengan wajah datar nya " Kenapa? bukankah dari dulu aku sudah seperti ini? "
Tak peduli bagaimana mereka menjelaskan tentang perubahan sikapnya, dia hanya akan menjawab hal yang sama, membuat mereka tak bisa berkata-kata lagi dan membiarkan sikapnya seperti itu, mungkin saja dia berada di masa berontak, jika di paksa takut membuatnya berbuat yang tidak-tidak.
Di sisi lain Thedy tersenyum penuh kemenangan, taktik nya kali ini berhasil, menguras hartanya saja tak cukup, ia berharap bahwa Aulina bisa lebih menderita lagi, " sekarang bagaimana rasanya di campakkan oleh anak mu sendiri? sakit bukan? " ucapnya pada diri sendiri seraya menatap pemandangan kota dari balik kaca kantornya, dengan segelas Wine di tangannya. " dulu kamu selalu mencampakkan ku, dan memilih untuk bersama Aldan, bahkan kamu membuat adik ku menjadi sengsara, maka dari itu terimalah karma mu. " sambungnya
Dia tak menyangka, bahwa kata-katanya bisa mempengaruhi sikap seorang anak kecil, meski semua yang di katakan nya adalah kebenaran, namun ada satu fakta yang tak di katakan nya, yaitu bahwa dirinya mencintai Aulina sejak dulu . Maka dari itu dia sangat marah ketika dirinya mengetahui bahwa sang pujaan hatinya sudah menikah dengan orang lain, hatinya terasa sakit nan perih, namun, dia tak bisa menyerah begitu saja, dia pun akhirnya menggunakan sang adik untuk mendekati Zaki, agar dia bisa meruntuhkan perusahaan keluarganya, tak hanya itu dia juga menciptakan retakan dalam rumah tangganya, dan berharap sang pujaan akan berlari padanya dan meminta bantuan padanya.
Semua rencana berjalan sesuai dengan rencananya, akhirnya sang pujaan hati meninggalkan suaminya, akan tetapi ia tak menyangka bahwa dia juga akan meninggalkan nya juga, dan menghilang tanpa jejak.
Setelah empat tahun lamanya mencari, akhirnya dia menemukan titik terang, menemukan gadis pujaan nya, namun hatinya kembali sakit, mengetahui bahwa Aulina ternyata memiliki anak dengan mantan suaminya, membuatnya kembali marah. Meski begitu ia memutuskan untuk memantau kehidupan mereka, ia juga sudah mengetahui jika anaknya memiliki kepintaran di atas rata-rata sama hal nya dengan sang keponakannya.
" Bos, semua sudah siap, "
Lamunannya buyar ketika bawahannya masuk kedalam kantornya dan memberi laporan padanya.
" Kerja bagus. "
Di tempat lain
Sama hal nya di rumah, di sekolah pun Juju menjadi pendiam, bahkan guyonan Lingga pun tak ia gubris sedikit pun, membuat teman nya itu terheran-heran, setiap kali dia ingin bertanya, Juju akan langsung menghilang bagaikan angin.
Demi kebaikan Lingga, Juju memilih untuk menghindari kontak fisik dengannya, menyendiri di atap sekolah, kini menjadi kegiatan favorite bagi dirinya.
" Makanlah. "
Kepalnya mendongkak, dan mendapati Kayla tengah berdiri di depannya, serta mengulurkan satu buah permen ke hadapannya.
__ADS_1
" Kenapa? "
" Sebagai ungkapan terima kasih karena tidak memberi tahu siapa pun tentang di ruangan seni. "
" Tak perlu, lagi pula aku bukan lah orang yang suka banyak bicara. "
" Makanan manis bisa menghilangkan rasa sedih. "
Juju menulikan pendengarannya. Kepalanya kembali tertunduk, memejamkan kedua matanya. Menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya.
Kesal, Kayla pun menarik tangan Juju dengan paksa dan menaruh permen itu di atas telapak tangannya. " Setidaknya, jangan buat diriku malu. " ucapnya, seraya mendudukkan dirinya di samping Juju.
Mau tak mau Juju pun menerima permen itu, " Aku dengar kamu tak bisa lagi bernyanyi dan memutuskan untuk berhenti, " tanya nya memecah keheningan.
Kayla mengangguk kan kepalanya, membenarkan perkataan dari Juju.
Kayla terdiam sejenak, lalu menghela nafas, kedua matanya menatap langit biru. " Sejujurnya aku tak ingin berhenti, tapi apalah daya, radang dalam tenggorokan ku semakin parah, jadi aku memutuskan untuk berhenti. sebelum orang lain mengetahui kebenarannya. "
" Kenapa orang lain tidak boleh mengetahuinya? "
" Aku tak suka memperlihatkan sisi lemah ku pada siapa pun. "
" Lalu bagaimana dengan ku? "
" Entah lah rasanya nyaman jika berbicara dengan mu. "
Ungkapan terakhir Kayla membawa mereka kembali dalam keheningan.
" Bagaimana dengan mu? ku lihat akhir-akhir ini kamu menjadi pendiam, apa ada sesuatu? "
__ADS_1
" Tidak ada, aku hanya sedang mode ingin menyendiri saja. "
Kayla mengernyitkan alisnya. " Kamu aneh. "
" Terima kasih. "
Mereka kembali bungkam di temani semilir angin yang menerpa wajah mereka berdua, meski bel sudah berbunyi, akan tetapi mereka berdua tak sedikit pun beranjak, seakan ada magnet yang menahan mereka untuk tidak pergi ke kelas, untuk pertama kalinya Kayla dan Juju bolos sekolah.
*
" Guru mu bilang bahwa kamu bolos sekolah, Apa itu benar? "
" mmm. "
Aulina kembali menghela nafas, meski baru di nyatakan sembuh oleh sang suami, namun dia bersikeras untuk menjemput putranya, karena dirinya menyadari bahwa hubungan antara anak dan ibu terasa semakin renggang. " Sayang, ada apa dengan mu? kenapa kamu bersikap dingin pada bubu? " tanya nya beruntun, namun seakan menjadi bisu dan tuli, Juju tak menggubris perkataan dari ibunya. " Okeh mungkin bubu punya salah sama kamu yang tidak bubu sadari, jadi tolong maafkan bubu okeh? "
" Jika tak tahu kesalahan sendiri, kenapa harus meminta maaf? "
" Juju, jangan menguji kesabaran bubu mu ini, jika tidak? " Ancamnya yang mulai jengah dengan sikap putranya.
" Jika tidak apa? " tantangnya.
" Lebih baik kamu KELUAR DARI MOBIL. "
Juju terdiam sejenak, menatap dingin sang ibu. " Baik, jika itu yang bubu inginkan." ia pun membawa kakinya melangkah keluar dari dalam mobil, meninggalkan sang ibu yang terkejut dengan sikapnya, awalnya sang ibu hanya ingin mengancam anaknya yang keras kepal, namun tanpa di duga, dia benar-benar pergi.
" JUJU KEMBALI KE SINI! " teriak sang ibu, namun Juju tak menggubris teriakan sang ibu dengan terus menobros air hujan.
Aulina yang ingin menyusul gagal, akibat bunyi klakson yang terus berbunyi, membuatnya mau tak mau harus melajukan kendaraannya.
__ADS_1