My Little Hero

My Little Hero
06


__ADS_3

Sejak pertemuannya dengan mantan istrinya,Aulina,membuat Aldan menjadi galau sekaligus sakit hati,bagaimana tidak?,dirinya disini mencari Aulina seperti orang gila,tapi setelah kembali bertemu dengan Aulina,ia harus menelan pil pahit mendapati Aulina yang sudah bersama pria lain bahkan sudah memiliki seorang putra.


"Apa karena aku miskin?, jadi dia pergi meninggalkan ku dan mencari yang lebih kaya,lalu kenapa dulu dia mengejarku dan sekarang malah mengabaikan ku?,aku tak mengerti jalan pikir seorang wanita,"gerutunya.


'tok tok tok' suara pintu diketuk ,Aldan mendongkakkan kepala nya dan mendapati Bagas yang sedang menatapnya miris.


"Lo masih ngegalauin mantan istri?,"tanya


"...."


"Menurut gue,ada baiknya jika lo minta penjelasan pada Lina terlebih dahulu,siapa tahu lo cuman salah paham?,emang lo nggak penasaran kenapa dia tiba-tiba menghilang begitu saja?,"sarannya.


"..."


Bagas menghela nafas."Dari pada lo galau di sini,ada baiknya jika lo bantuin gue ambilkan dokumen di bandara hari ini,"pintanya.


Aldan menuruti permintaan Bagas dan bergegas pergi. Setelah dipikir kembali perkataan Bagas ada benarnya,ia seharusnya meminta penjelasannya terlebih dahulu dan jangan menilai dari sudut pandangnya sendiri.


Aldan sedang berada di sebuah bandara, ia sedang mengambil sebuah dokumen yang di bicarakan Bagas,setelah mengambil dokumen itu Aldan berencana untuk kembali kerumah sakit hingga...


"Aldan!,"Panggil seorang, langkahnya terhenti,ia menoleh kebelakang dan mendapati salah satu orang yang Aldan cari ketika Aulina menghilang yaitu kakaknya Aulina,Zaki, Zaki berjalan menghampirinya dengan koper ditangannya.


"Apa kabar?,"sapa nya.


"Baik,"jawab Aldan singkat.


"Selamat sudah mendapat gelar profesor,"Ucap Zaki mengulurkan tangannya pada Aldan,Aldan membalas jabat tangan itu dengan canggung.


"Terima kasih,"ucap Aldan.


"Apa kamu sudah..


"Om Zaki!"panggil seorang anak kecil yang menyela pembicaraan mereka,Zaki dan Aldan menoleh bersama dan mendapati Juju yang berlari kearah mereka,dengan Andri di belakangnya.


"Juju,"seru Zaki merentangkan tangannya menunggu kedatangan Juju,'grep' Zaki memeluk Juju erat lalu kemudian menggendongnya.


"wah baru berpisah sebentar dengan Om,kamu sudah makin besar saja."

__ADS_1


"Tentu saja,karna Juju makan yang banyak agar cepat dewasa,"jawab polos Juju.


"Benarkah?,"


"Tentu saja,"


"Oh iya perkenalkan ini Aldan,ayah kamu,"ungkap Zaki.


"Benarkah?,"wajah nya sumringah seakan-akan baru mengetahui fakta bahwa Aldan adalah ayahnya,berbeda dengan Andri yang sudah mengetahui kebenarannya hanya bisa memutar bola matanya malas, merasa salut dengan Akting Juju yang sempurna dan cocok mendapatkan penghargaan,sedangkan Aldan hanya tertegun dan berusaha mencerna perkataan Zaki


"Tunggu, kamu bilang apa?,"tanya Aldan,"Aku ayah Juju,"sambungnya.


"Tentu saja.apa kamu tak tahu,bahkan dilihat dari sekilas pun orang-orang akan tahu kalau kalian adalah ayah dan anak,"


"Bukan kah dia bilang dia ayah nya Juju?," menunjuk kearah Andri, Zaki mengerutkan alisnya heran dan melirik Andri yang sudah banyak berkeringat.


"Kenapa jadi dia?,"


"Bukankah waktu itu dia bilang...


Disebuah Kafe yang terletak tak jauh dari bandara mereka berempat duduk saling berhadapan,Zaki kemudian menjelaskan semuanya pada Aldan tentang kepergian keluarganya,Aldan menatap Andri intens karena sudah membohonginya ,Andri berpura-pura sibuk dengan dunianya sendiri dengan menikmati makanan nya.


"Jadi kalian meninggalkan ku karena perusahaan kalian bangkrut,Aulina yang merasa tak enak membebaniku memutuskan untuk pergi dariku lalu tanpa mengetahui bahwa dia ternyata sedang mengandung , dan dia menjadi ayah baptisnya"simpulya menunjuk malas pada Andri. melihat sikap Aldan membuatnya menyadari bahwa sikap Juju ternyata perpaduan antara ayah dan ibunya.


Zaki mengangguk membenarkan perkataan Aldan,Aldan mendesah merasa bersalah karena sudah menuduhnya berselingkuh darinya,tatapan Aldan jatuh pada Juju yang sedang menikmati es krin matcha kesukaannya. Benar kata Zaki, Jika dilihat kembali Juju sangatlah mirip dengan nya saat masih anak-anak,'Aldan kamu begitu bodoh sehingga tak mengenali anak mu sendiri,'rutuk nya dalam hati.


"Tapi kenapa kalian tak mengabari ku sama sekali?,kalian tahu aku mencari kalian seperti orang gila?!,"


"Karena waktu itu Aulina tidak tahu harus berbuat apa,sebab Aulina lah yang pertama kali memutuskan untuk meninggalkan mu,bukan kah aneh jika dia menghubungi mu kembali dan memberitahukan bahwa dirinya sedang mengandung anak mu, dan apakah kamu akan percaya kalau anak yang di kandungnya adalah anakmu?,"


Aldan hanya bisa terdiam tak tahu harus memberi respon apa? Zaki benar jika Aulina menghubunginya dan mengatakan kalau dia sedang hamil,ia pasti akan ragu. Aldan menghampiri Juju dan memeluknya.


"Maaf kan ayah ,karena tak bisa mengenalimu sejak awal,"sesalnya."setelah menghabiskan makanan,ayo kita pulang bersama,"ajaknya pada Juju


.Juju mengangguk antusias,perasaannya sangat bahagia karena usahanya tak sia-sia membawa Om nya dari luar Negeri ke sini,ia mengacungkan jempol untuk Om nya di bawah meja dan di balas oleh Zaki dengan memberi kembali acungan jempol padanya,kini ia tinggal menjalankan misi selanjutnya.


Aulina merasa kalau pekerjaan nya hari ini sangat menguras tenaga. Beruntungnya ia memiliki Juju sebagai pengisi kembali energinya

__ADS_1


"Juju!,Bubu pulang,"serunya berjalan gontai masuk kedalam rumah


Bruk ia terlonjak kaget ketika mendapati Aldan sedang bermain dengan Juju sampai membuatnya terjatuh ke lantai. Aldan menatap lekat padanya. Glek ia meneguk air liurnya. Setelah mengantar Juju tidur Aulina dan Aldan duduk saling berhadapan,Aulina merasa gugup tangan nya gemetar.


"Jadi kamu sudah tahu,kalau Juju adalah anak mu,"cicit Aulina.


"iya,"


"Bagaimana bisa kamu tahu?,"


"Apa kamu berpikir aku terlalu bodoh karena tidak menyadari bahwa Juju adalah anak ku sendiri?,"


Aulina menggeleng keras.keduanya saling terdiam hingga Aldan mengutarakan perasaanya.


"Maaf kan aku,"ucapnya tulus.


"Kenapa kamu meminta maaf?,seharusnya aku yang meminta maaf padamu karena sudah meninggalkan mu,tanpa memberitahumu apa-apa,"


"Kita semua bersalah,andai saja waktu itu kita saling jujur.mungkin keadaan kita tak akan seperti ini,mungkin juga ini sudah jalan takdir kita,"


Meereka kembali saling terdiam merenungkan kesalahan mereka masing-masing


"Besok,aku ingin membawa Juju menemui ibuku,"ungkapnya tiba-tiba.


Aulina mendongkakkan kepala matanya membulat lebar.


"Apa?!"teriaknya terkejut mendengar perkataan Aldan yang tiba-tiba itu.


"Kenapa?,apa kamu akan melarangnya menemui neneknya sendiri?".


"Bukan seperti itu, hanya saja ini terlalu mendadak,"


"Bagiku ini tidak mendadak,"


Aulina terdiam


"Aku anggap kamu sudah setuju,kalau begitu aku pulang,"pamitnya pergi tanpa mendengar penjelasan Aulina.

__ADS_1


__ADS_2