My Little Hero

My Little Hero
43


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


Setelah berhasil melewati masa kritis, Juju pun akhirnya tersadar dari komanya, kedua matanya terbuka dan mendapati Bubu nya yang tengah tertidur di sampingnya.


" Bubu, " panggilnya lirih.


Aulina pun terperanjat bangun, kedua bola matanya membesar, tangannya buru-buru menekan sebuah tombol yang berada di ruangan itu untuk memanggil dokter.


Tak lama kemudian suaminya, Aldan datang tergesa-gesa dengan perasaan campur aduk. Dia pun langsung memeriksa kondisi tubuh dari anaknya.


" Bagaimana? " tanyanya penuh penasaran.


Aldan pun hanya tersenyum simpul. " Dia baik-baik saja. "


Aulina menghela nafas lega, " syukurlah. " meski begitu, rasa khawatirnya tak pernah hilang sama sekali, Seakan rumah sakit itu menjadi rumah kedua bagi mereka, setiap pagi mereka akan melakukan sarapan bersama, sesekali Paman Dokter dan Andri akan mengunjunginya untuk sekedar menghubunginya.


Berkat mereka berdua, Juju dapat menikmati pasilitas dan layanan VIP, meski fasilitas yang di berikan rumah sakit itu sangat hebat, namun Juju tetap merindukan rumahnya.


" Aku baik-baik saja, bolehkah aku pulang? "


Setiap Juju mengatakan itu, ibunya akan tiba-tiba menjadi tuli, atau pun berpura-pura sibuk, Juju sebenarnya tahu, bahwa racun dalam tubuhnya tak bisa di keluarkan atau pun di sembuhkan, dan hanya ada satu-satunya cara adalah memperlambat racun dalam tubuhnya dengan menyuntikkan sebuah obat kimia yang dibuat khusus untuk memperlambat racun itu.


Dan pada akhirnya membuatnya menjadi penghuni tetap rumah sakit, tak hanya itu ia bahkan di larang untuk banyak bergerak, menghabiskan waktu dengan membaca buku, terkadang. Lingga, Kayla, Zaydan dan Diandra, sesekali menjenguknya dengan membawa camilan seraya bersenda gurau.


Setidaknya dengan kehadiran mereka, hidupnya di rumah sakit tak seburuk yang di bayangkanya.


Seiring berjalannya waktu, racun itu terus menggerogoti tubuhnya secara perlahan, dan membuat tubuhnya mulai semakin lemas dari hari ke hari, membuat kedua orang tuanya semakin over protective terhadapnya.


Kini indera perasa nya juga sudah mulai menghilang, meski begitu ia tak pernah memperlihat kan sisi lemahnya atau pun mengeluh pada siapapun termasuk pada Aulina, sang ibu yang perutnya kini sudah mulai membesar.


Sesekali Juju akan mengajak kedua adiknya berbicara, bahkan menceritakan beberapa dongeng anak, raut wajahnya yang menjadi ceria membuat Aulina terkejut dengan perubahan sikapnya yang sangat drastis, membuatnya semakin ketakutan, karena pada dasarnya umur putranya memang sudah tak lama lagi.

__ADS_1


Setelah kematian Thedy, Zaki pun memutuskan untuk mengurus Yuda, putranya, sebagai semestinya seorang ayah.


Setelah mendapat penanganan yang benar, akhirnya Casandra pun perlahan pulih dengan sendirinya, meski terkesan tak tahu diri, akan tetapi Zaki tak peduli, ia berjanji pada dirinya bahwa ia tak akan pernah menyentuh harta Yuda sepeser pun ataupun mengecewakan mereka untuk kedua kalinya.


Karena Yuda tak memiliki siapa pun lagi di sisinya, Zaki pun memutuskan untuk mengambil alih sementara perusahaan C Company. sampai Yuda mencapai usia matang, setelah itu perusahaan akan kembali ke tangan Yuda sepenuhnya.


Bagaimana dengan Yuda sendiri? tentunya ia tak mau menerima kehadiran Zaki yang tiba-tiba masuk kedalam hidupnya begitu saja, meski jauh di dalam hatinya ia sangat senang bisa memiliki keluarga lengkap yang sangat diharapkan nya sejak lama.


Kesembuhan ibunya yang perlahan membaik membuatnya sangat bahagia. Akan tetapi tak membuat sikap dingin dan kasar terhadap Ayahnya menghilang begitu saja.


Zaki pun hanya bisa pasrah menerimanya karena ia sadar bahwa semua yang di lakukan pada anak dan kekasihnya belum lah sebanding dengan perlakuan sang putra terhadapnya yang sudah pergi menelantarkan keluarganya tanpa melakukan apa pun.


*


Di setiap malam tanpa di sadari oleh siapa pun, Juju selalu termenung sendiri di atas atap rumah sakit, menatap langit yang penuh bintang, berharap bahwa racun dalam tubuhnya hanyalah sebuah mimpi, meski ia selalu bersikap biasa, atau pun bersikap seolah-olah dirinya tak perlu di kasihani, namun jauh di dalam lubuk hatinya ia sangat menderita, kehidupan yang sangat di idamkan kini hilang sepenuhnya.


Di detik-detik terakhir masa hidupnya, Bubunya yang tengah berjuang melahirkan si kembar, dan tanpa di duga di waktu yang sama, Yuda dan Zaki mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kerusakan pada jantung Yuda yang terkena oleh serpihan dari kaca jendela mobil.


Sedangkan Zaki mengalami luka berat, dan membuatnya koma.


" Tidak, dan tidak akan pernah. "


" Apa bubu akan membiarkannya mati? "


" Tapi sayang. . .


" Hidup ku sudah tak lama lagi, lagi pula aku merasa bahagia jika di sisa akhir hidup ku, aku bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Tolong izinkan aku menjadi pahlawan di sisa akhir hidupku? "


Keduanya terdiam lalu saling bertukar pandang, di satu sisi mereka tak ingin kehilangan begitu cepat putra sulungnya, di sisi lain mereka pun tak tega jika harus melihat sang putra yang terus menderita.


" Jika itu keinginan mu, apa boleh buat. Tapi apa kamu serius sayang? setidaknya, kami bisa membuat mu bertahan selama setahun lagi. " ungkap Aldan.

__ADS_1


Juju menggelengkan kepalanya. " Tidak, jika harus jujur sebenarnya aku sudah lelah dengan semua pengobatan ini, " menatap si kembar yang tengah tertidur pulas. " tapi karena keinginan ku untuk bertemu dengan si kembar membuatku bertahan untuk menjalani perawatan itu. Dan kini aku sudah bertemu dengan mereka, bagiku ini sudah lebih dari cukup. "


Kedua orang tuanya kembali terdiam.


" Sebagai permintaan terakhir ku, aku ingin kalian menjaga mereka dan berikan kehidupan yang tak akan pernah kalian berikan pada ku lagi. "


Tak kuasa menahan tangis, Aulina pun merengkuh tubuh putra nya yang sudah lemah dan tak berdaya. " Maaf membuat mu mengalami semua ini, Bubu berjanji tak akan membuat mereka berakhir seperti mu, maaf sudah menjadi orang tua yang buruk. "


" Itu tidak benar, bagi ku kalian adalah orang tua yang paling hebat, aku lah yang seharusnya meminta maaf karena tak pernah terbuka dengan kalian. "


Mereka bertiga pun saling berpelukan untuk terakhir kalinya, seakan tahu bahwa kakak mereka akan pergi selamanya, si kembar Alressa dan Alreska pun ikut menangis.


Tujuh belas tahun kemudian.


Alreska tumbuh menjadi seorang pria yang periang seperti ibunya bahkan mengikuti jejak sang ibu menjadi seorang Designer sedang kan Alressa tumbuh sebagai seorang wanita yang cantik dan pintar, namun sedikit pendiam seperti ayahnya dan almarhum kakaknya. Juju, bahkan kesukaan mereka sangatlah sama, seakan menjadi penerus cita-cita sang kakak, Alressa pun memutuskan untuk menginjakkan kakinya di dunia medis, bahkan dengan kemampuan dan kepintarannya dalam dunia medis, ia berhasil mendapat gelar profesor di usianya yang baru menginjakan di usia 17 tahun.


Sedangkan Aldan berhasil menjadi kepala rumah sakit yang baru dan Aulina sendiri menikmati masa tuanya dengan mengabiskan waktunya dengan mengenang putra kesayangannya. Sesekali ia akan pergi ke makam putra nya seorang diri dan menceritakan bagaimana kehidupan yang tengah mereka jalani saat ini? sesuai dengan permintaan terakhir sang putra, ia pun memberikan kehidupan yang tak pernah mereka berikan padanya.


Lalu bagaimana dengan teman-teman Juju? tentunya Lingga berhasil menjadikan perusahaan yang ayah nya pimpin menjadi perusahaan game raksasa terbesar di dunia.


Zaydan sendiri berhasil membuat perusahaan pembuatan manga dan juga serial anime, dan semua karya yang di hasilkan oleh perusahaannya menjadi favorite di segala kalangan.


Ada pula Diandra yang menjadi seniman terkenal di dunia, bahkan ia sudah menggelar pameran lukisan dengan pendapatan yang bernilai fantastis.


Dan Juga Kayla, seperti yang di katakan Juju, ia pun tak menyerah dengan cita-citanya, dan sekarang dia berhasil menjadi penyanyi klasik tingkat internasional.


Dan terakhir Yuda. Setelah mengalami kecelakaan itu, ia pun sadar sebulan kemudian, beruntung nyawa ayahnya Zaki masih bisa di selamatkan meski pun harus mengalami koma selama satu tahun.


Yuda sendiri tahu bahwa jantungnya adalah milik seseorang yang telah ia khianati sebelumnya , itu pun dirinya tak sengaja mendengar perkataan para suster yang tengah bergunjing, setelah mengetahui hal tersebut, ia marah, bingung, sekaligus tak menyangka bagaimana bisa seseorang yang telah di khianatinya mendonorkan jantungnya untuk menyelamatkan dirinya? Yuda pun menangis semalaman menyesali perbuatan nya pada Juju.


Kini tujuh belas tahun telah berlalu, namun rasa penyesalan itu tak pernah hilang dari dalam lubuk hatinya, setiap hari sebelum dirinya pergi bekerja, Yuda akan mendatangi makam Juju, dengan membawa semangkuk kare buatannya yang sangat di sukai oleh Juju selama dirinya tinggal bersamanya.

__ADS_1


" Kau tahu? jika saja paman ku dan keluarga mu tak pernah berselisih, mungkin kita akan menjadi saudara yang sangat serasi. Namun nyatanya takdir berkata lain, mungkin apa yang aku lakukan setiap hari ini tak akan bisa membayar semua kesalahan ku padamu, tapi aku akan selalu mengenang mu selamanya sebagai pahlawan kecil ku. " ucapnya.


~ ***Tamat*** ~


__ADS_2