My Little Hero

My Little Hero
07


__ADS_3

"Aku pulang,"kata Aldan berjalan masuk kedalam rumah.


"Selamat datang,Aldan kenapa ke-marin,"jeda ibu Aldan mendapati Aldan yang sedang membawa seorang anak kecil yang kalau diperhatikan anak itu sangat mirip dengan Aldan waktu kecil.


"Kamu bawa anak siapa?,"selidik Ibu Aldan seraya matanya tak henti memandang anak itu dari atas sampai kebawah.


"Dia anak ku,"jawab santai Aldan.


'Bruk' ibu Aldan menjatuhkan keranjang yang berisikan sayuran


.


"A-apa kamu bilang barusan?,"tanya ibu Aldan tak percaya.


Tak lama kemudian Nenek dan adik perempuan Aldan keluar dari kamar masing-masing setelah mendengar kegaduhan yang dibuat ibu Aldan membuat mereka penasaran.tapi setelah melihat Aldan yang membawa seorang anak kecil yang mirip dengannya membuat mereka berdua sama-sama tertegun.


Kini Ibu,Nenek,dan Adik Aldan tengah mengintrogasi Aldan dan Juju diruang tamu,mereka bertiga saling bertukar pandang kemudian kembali menatap Aldan dan anaknya.


"Jadi ketika Lina pergi keluar Negeri,dia tak menyadari bahwa dirinya sedang hamil,lalu karena bingung Lina memutuskan untuk tidak memberitahumu dan membesarkan nya seorang diri. Dan kamu baru mengetahui dia adalah anak mu ketika kakak Lina bilang padamu saat bertemu di bandara,begitu,"Terang Adik Lina,Aldan mengangguk sebagai jawaban,Adik dan Nenek Aldan kompak menutup mulutnya dengan tangan nya tak percaya dengan apa yang mereka dengar ini,berbeda dengan Ibu Aldan yang merasa gelisah.


"Kenapa Bu?,"Tanya Aldan.


"Maafkan Ibu,Aldan, Jika saja ibu tak menemui dan memohon padanya agar kamu mau melanjutkan pendidikan mu,mungkin kalian tidak akan seperti ini,dan juga anakmu tak akan terlahir tanpa sosok ayahnya,"sesal Ibu Aldan.


Aldan mendekat dan menggenggam tangan ibunya."Yang lalu biar lah berlalu,yang terpenting kita bisa bertemu kembali,"


"Tapi bagaimana dengan istri mu,pasti dia tidak akan memaafkan ibu,"


"Ibu..."


Ahhhhhhh

__ADS_1


Tiba-tiba Juju berteriak membuat Aldan,Ibu,Nenek,dan Adik Aldan terkejut yang kemudian melirik Juju serempak.


Sebelumnya...


"Juju dengarkan Bubu ya,saat sudah sampai disana,ingat lah untuk lakukan tiga hal.Pertama, berteriaklah sekeras mungkin.Kedua bertingkah nakal seperti mengacak-acak barang.Ke tiga tolak semua makanan yang mereka tawarkan,mengerti?,"pesan Aulina sungguh-sungguh,Juju mengerutkan dahinya,"Bubu,apa kamu yakin?,menyuruhku melakukan hal seperti itu,bukan kah aku terlihat seperti anak nakal?"heran nya "Bubu tidak berencana untuk menyesatkan ku bukan?,"tanyanya penuh selidik.


" Tentu saja tidak,"tampik Aulina,"percayalah pada Bubu,Juju tak mau kan kalau nanti Nenek Buyut tahu kalau kamu berbeda dari yang lain,Nenek buyut mu sudah sangat tua,jantungnya sudah sangat lemah,jika nenek buyut mu tahu dia bisa saja terkena serangan jantung,Juju tak mau hal itu terjadi bukan?,". Juju menggelengkan kepalanya,"maka dari itu lakukanlah seperti yang Bubu katakan tadi,pokoknya Bubu jamin mereka pasti akan menyukainya,"yakin Aulina,Juju menyipitkan matanya menyelidik apakah dia berbohong atau tidak?,"Baiklah kali ini Juju percaya pada Bubu,"putus Juju karena tak menemukan jejak kebohongan pada mata Bubunya.


Ting tong bunyi bel pintu


"Itu ayah mu sudah datang,ingat harus lakukan apa?,"ingat Aulina.


"3 hal,pertama berteriak,kedua bertingkah nakal seperti mengacak -acak buku,ketiga menolak semua makanan yang mereka tawarkan,"ulang Juju.


"Anak pintar,"puji Aulina,"pergilah jangan biarkan ayah menunggu terlalu lama,dan bersenang-senanglah,"teriak Aulina."Semoga mereka tak menyukai Juju,"harapnya.


Ahhhh


"Kenapa?,Apa Juju merasakan sakit?," dimana?,"tanya cemas Aldan seraya meraba-raba tubuh Juju.


"Mereka bertiga sangat cantik," celetuk Juju, lalu kemudian mereka tertawa dengan tingkah Juju yang lucu. Aldan hanya bisa tersenyum melihat tingkah anaknha


"Aldan,bukankah dia sangat mirip dengan mu saat masih kecil,"


"Benar,dia sangat mirip dengan kakak,jadi nama mu Juju?,"tanya Adik Aldan,Juju mengangguk mengiyakan.


"Nama yang bagus,apa kak Lina yang memberikan mu nama?,"


Juju kembali mengangguk-anggukkan kepalanya.


Melihat respon mereka yang baik,membuat Juju berpikir bahwa perkataan Bubunya benar 'baiklah kalau begitu akan kulakukan semua perkataan Bubu,'batin Juju

__ADS_1


Setelah itu Juju melakukan semua yang dikatakan Bubunya dari mengacak-acak buku yang di simpan di atas meja tapi beberapa menit kemudian dirapihkan nya kembali, mereka tertegun sekaligus dibuat gemas dengan tingkahnya.


Makan malam pun tiba,sesuai dengan yang dikatakan Aulina,Juju menolak semua makanan yang mereka tawar kan,dirinya meminta makanan cepat saji,seperti burger dan pizza.


"Ayo coba buka mulut mu,"


"Nggak mau,Juju mau nya burger," kukuh nya ,melipat kedua tangannya di dada dan memajukan bibirnya.


"Makanan cepat saji tak baik untuk kesehatan,makan lah sayur ini,kemudian Juju bisa makan burgernya,"


"Nggak mau,pokoknya aku mau makan burger titik,"


"Juju,makan lah sayur ini,Ayah membuatkan nya khusus untukmu," menyodorkan satu sendok yang berisikan sayuran.


"Benarkah?,"


"Tentu saja,Juju tak mau kan buat ayah kecewa,"


"Baiklah,"pasrah nya dan memakan makanan yang di sodorkan ayahnya.


"Bagaimana rasanya?,apa enak?,"


Juju mengangguk-anggukkan kepalanya dan memberi ayahnya sebuah acungan jempol. Mereka tertawa kembali dengan sikap Juju dan semakin menyukainya.


Disisi lain Aulina merasa gelisah,berjalan bolak-balik seraya mengigit ibu jarinya menunggu sebuah panggilan yang tak kunjung datang membuatnya harap-harap cemas.


"Apa Juju melakukan nya dengan benar?,...tapi kenapa Aldan tak menghubungiku sampai saat ini,"gerutunya.


Sejak Aldan membawanya,Aulina mulai merasa tak tenang sekaligus rindu dengan anaknya. Pertama kalinya ia berpisah dengan anaknya sejak ia melahirkannya. Malam pun berlalu berganti pagi namun tak ada satupun panggilan atau pesan yang masuk kedalam telpon genggamnya membuatnya semakin resah. Sebenarnya apa yang dilakukan Juju disana?,mengapa Aldan belum mengembalikan anaknya padanya?,bagai mana bisa mereka tahan dengan sikap Juju yang seperti itu?,seharusnya mereka tak tahan lalu mengantarkan nya kembali padanya,tapi mengapa mereka masih belum mengembalikan anaknya?,sepertinya ada yang tidak beres.


Brak!Aulina memukul meja dengan keras.

__ADS_1


"Baiklah jika dia tak mau mengembalikan Juju,maka aku yang akan menjemputnya sendiri,"putusnya kemudian bergegas pergi menghampiri anaknya


__ADS_2