My Little Hero

My Little Hero
27


__ADS_3

Suasana kelas itu begitu ricuh, ada yang saling bertukar kata, bersenda gurau, tertidur, atau pun saling melemparkan kertas pada satu sama lain. Guru yang seharusnya mengajar mendadak tak masuk oleh sebab yang tidak di ketahui. Di waktu yang sama pada lorong sekolah tengah terdengar suara dua langkah kaki yang berbeda yang satu berasal dari seorang guru wanita paruh baya dan yang satunya lagi adalah seorang siswa murid baru yang akan memulai harinya di sekolah.


Pintu di geser, seorang guru melangkah masuk, dibelakangnya seorang murid mengekornya, dengan tas gendong hitam di pundaknya.


" Tolong harap diam anak-anak! " seru guru itu. " Hari ini kita kedatangan seorang murid baru," melirik anak baru, " nah sekarang perkenalkan dirimu. "


Siswa itu mengangguk. Suasana kelas seketika menjadi hening, siswa itu menatap datar, sedikit membungkuk. " Halo perkenalkan nama ku Arjuna Lasmana Pratama, kalian bisa memanggil ku Juju dan. .


" Oh Juju! " seru salah satu siswa, Semua mata tertuju padanya termasuk Juju, " Ini Aku. " serunya lagi, menajamkan tatapannya, seketika matanya terbeliak mengenali sang siswa. " Lingga? " gumamnya.


" Lingga! " sang guru berkacak pinggang, " bukankah ibu guru sudah bilang, jangan berisik di kelas , "


Lingga cengengesan. " Maaf bu, sudah bawaan lahir. "


Seisi kelas tergelak mendengar perkataannya.Kepala guru itu geleng-geleng melihatnya, " sudah sudah, kalian juga jangan ikut-ikutan Lingga, " ucap bu guru, melirik Juju. " Sampai mana kita? "


" Oh a--


Salah satu siswa yang duduk di bangku barisan ke tiga jajaran kedua mengangkat satu nya di udara. " Bu guru! "


" Iya Darwin, ada apa? "


" Apa dia anak tunggal? " Tanya Darwin.


" Iya, anak tunggal. "


" Bu guru? " kini salah satu tangan siswi terangkat di udara


" Iya Tasya. "


" Berapa tingginya? "


Juju menjawabnya netral. " 100 cm. "


" Bu guru! "


" Ada apa Raki? " jawab bu guru yang mulai jenuh.


" Berapa berat badannya? "


" Bu guru! "


Brak, sang guru memukul meja, karena mulai kesal. " Sudah! jangan ada lagi yang bertanya, jika ada yang ingin kalian tanyakan pada Arjuna, setelah kelas usai kalian boleh menanyakannya secara pribadi. "


Seketika seisi kelas menjadi hening.


" Arjuna? "


" Iya bu. "

__ADS_1


" Sekarang kamu bisa duduk di samping Lingga, karena guru piket hari ini tak hadir, kamu bisa meminta Lingga untuk menemani mu berkeliling sekolah. "


Juju pun menganggukkan kepala, berjalan menuju tempat duduknya.


Di sebelah bangkunya ,Lingga tengah menunggu kedatangannya seraya tersenyum berseri memperlihatkan deretan gigi putihnya.


Sebelumnya.


" Kami pulang. "


Juju yang tengah menonton sebuah acara berita lokal menoleh ketika mendapat suara kedua orang tua, membuatnya sedikit heran, " bukan kah kalian pergi berkencan? kenapa hanya sebentar? kemana saja kalian seharian ini? "


Keduanya saling bertukar pandang, lalu menatap wajahnya seraya tersenyum penuh arti.


Mengerutkan alis, " ada apa? kenapa kalian menatap ku seperti itu?


Aulina berjalan menghampirinya, " coba kamu tebak? " Juju memicingkan matanya, " tapi bubu ingatkan ,ini bukan tentang adik mu, "


" Lalu tentang apa? "


" Coba kamu tebak? "


" Jika tak ingin memberitahu ku, maka lupakan saja. " timpalnya, kembali menonton televisi.


Aulina tercengang dengan sikap yang di berikan anaknya, sedangkan Aldan terkekeh, padahal sebelumnya dia sudah mengatakan kalau anak mereka tak suka hal-hal seperti itu, karena sifatnya lebih mirip dengannya tapi Aulina tak akan percaya sebelum mencobanya.


Hening sesaat, Juju menatap Aulina, tangannya memangku dagu " jika bubu mengatakan kalau adik ku sudah siap, mungkin aku akan memberikan respon yang bubu inginkan. "


" Sudahlah lupakan saja," Aulina menyerah, tangannya merogoh sesuatu dari dalam tas belanja, " Ta-da ," mengeluarkan satu set seragam sekolah


Juju kembali menoleh, alisnya naik sebelah " Seragam? "


" Bagaimana menurut mu? "


" Lumayan. "


" Respon mu Begitu lagi. " duduk di samping Juju. " Juju ku sayang, kenapa respon mu begitu netral? seharusnya kamu bilang dengan sorot mata yang berkilauan, seperti ini, ' wah bubu seragam siapa itu? dari sekolah mana? ah aku sangat menginginkannya. Begitu seharusnya " ucapnya seraya memperagakan berbagai gestur tubuh. Juju mengerutkan alis seraya menatapnya heran, Aldan ikut duduk di sampingnya.


" Ayah, ada apa dengan bubu? apa ada yang salah dengannya? "


Aldan tersenyum tangannya terulur mengelus puncak kepalanya, " Bubu mu hanya ingin memberimu kejutan. "


menaikkan alis sebelah. " Kejutan? kejutan apa? "


" Coba kamu tanyakan padanya? "


Juju menoleh, Aulina membuang muka kedua tangannya di lipat di dada


Menghela nafas," Baiklah akan aku tebak, sebenarnya aku sudah tahu, seragam itu berasal dari SK school kan? "

__ADS_1


Aulina tertegun. " Bagaimana kamu bisa mengetahuinya? "


" Tentu saja aku tahu, lambang itu. " menunjuk kesebuah tulisan berinisial SK HIGH SCHOOL yang berada dibagian depan seragam itu.


Aulina terdiam sesaat, tertawa canggung, menatap kosong kedepan. " Apa-apaan ini kenapa jadi aku yang terkejut? "


" Bukankah aku sudah bilang padamu sebelumnya? " Aldan berkata seraya menatap layar televisi.


" Sejak kapan kalian mendaftarkan ku di sekolah SK high school? "


" Kamu pikirkan saja sendiri, aku mau pergi memasak saja. " katanya seraya melenggang pergi ke arah dapur


" Bubu mu marah. " kata Aldan.


" Mmm aku tahu, " melirik Aldan, " jadi kenapa kalian tiba-tiba mendaftarkan ku ke sekolah? "


" Karena kami tahu, kamu pasti kesepian, maka dari itu kami mendaftarkan mu ke sekolah, lagi pula sekolah ini menerima murid yang memiliki kelebihan seperti mu, dan juga kamu bisa menambah seorang teman selain Lingga. "


" Kenapa ayah tahu? "


" Bubu mu yang bilang, pergilah meminta maaf, kamu tahu? dia sangat berusaha keras untuk membuat mu bahagia. "


Juju terdiam, menatap punggung Aulina yang berkutat di dapur, jika di pikir kembali, Bubu nya memang selalu mengutamakan kebahagiaanya dari siapa pun.


Berjalan menghampiri Aulina yang berkutat dengan pisan dan sayuran, Juju pun merentangkan tangannya dan memeluk Aulina dari belakang. " Maaf kan aku. "


Aulina menoleh. " Maaf kenapa? kesalahan apa yang kamu perbuat? " kembali memotong sayuran.


" Maaf karena sudah berkata kasar, seharusnya aku menghargai perjuangan bubu, aku bersalah. "


Aulina menghentikan aktivitasnya sejenak lalu menyamankan tingginya dengan anaknya, " Bubu maafkan, tapi apa kamu senang? jika tidak maka bubu akan membatalkan pendaftaran mu. "


Kepala Juju menggeleng. " Aku sangat senang, jadi jangan membatalkan nya. "


Aulina memicingkan mata. " Tapi kenapa bubu lihat kamu tidak senang? jika kamu senang, seharusnya kamu tersenyum lebar seperti ini " seraya menarik bibirnya ke atas, kedua nya tergelak.


" Sini peluk bubu dulu dong. "


Juju pun merentangkan tangannya dan memeluk Aulina.


" Besok, bubu dan ayah akan mengantar di hari pertama sekolah mu. "


" Memangnya kalian tidak sibuk? "


" Libur sehari tak akan membuat kita mati kelaparan. "


" ya sudah, terserah pada kalian saja. "


" Anak pintar, " pujinya seraya mengelus puncak kepalanya

__ADS_1


__ADS_2