My Little Hero

My Little Hero
15


__ADS_3

Juju terdiam di balik pintu kamar nya. di balik pintu itu ia mendengarkan pertengkaran antata kedua orang tuanya , air matanya meluncur di kedua pipinya. ia merasa menyesal telah menerima tawaran dari paman dokter itu, andai saja ia menolaknya mungkin mereka tak akan bertengkar hebat karena nya, tangan nya memukul mukul tubuhnya.


" Juju kamu sangat bodoh, seharusnya kamu tolak saja," makinya pada dirinya sendiri.


Brak!!! suara meja yang dipukul dengan sangat keras


ia terlonjak kaget. tak lama kemudian ia mendengar teriakan ayahnya di ikuti suara pintu yang ditutup keras. terdengar pula suara isak tangis dari ibunya.


Ia hanya bisa meringkuk, kedua tangannya memeluk kedua lututnya.


Matahari telah terbit dari barat namun ia masih mendengar isak tangis dari Bubunya dari balik pintu. Perlahan ia membuka pintu kamarnya. ia melihat mata ibunya yang terlihat sangat sembab.


" Bubu!" panggilnya.


Aulina mengabaikannya. ia melangkah kan kakinya ke arah dapur. Tubuhnya lemas matanya sembab dan pandangan nya tak fokus sama sekali, beberapa kali Aulina melakukan kesalahan seperti saat ini ia berniat membuat telur mata sapi namun yang ia masak bukan lah telurnya melainkan cangkang nya.


Juju hanya bisa memperhatikannya dari jauh tak berani mendekat.


prang!! Aulina jatuh pingsan.


" Bubu!!" pekiknya. Ia bergegas lari kearah Bubu nya dengan cemas, dengan sigap ia mematikan kompor terlebih dahulu. tangannya menggoyang -goyangkan tubuhnya beberapa kali.


"Bubu bangunlah," panggilnya, air matanya mengalir. tangan kecil nya tak henti- henti mengguncang tubuh Aulina yang masih tak sadarkan diri.


ia kemudian teringat sesuatu, kakinya membawa tubuhnya keruang tengah , jari-jari kecilnya mencoba menekan sebuah nomor dengan tangan yang masih bergetar hebat.


Ia melingkarkan kedua tangannya pada tubuhnya. kemudian menepuk- nepuk nya secara perlahan


"tenangkan lah dirimu Juju, Bubu mu butuh pertolongan yang tepat," ucapnya menenangkan diri sendiri. Berkat aksinya ia berhasil menenangkan dirinya, tangannya dengan gesit menekan sebuah nomor.


*tuuuut tuuut tuuuut suara nada telpon tersambung.


"halo*," jawab pria di sebrang sana.


" Ayah!! tolong aku," pekiknya.


" Ada apa Juju?"


" Kumohon hiks datang lah hiks kesini dengan cepat, Bubu pingsan hiks,'


" Juju tenang kan dirimu, atur lah nafas mu terlebih dahulu,"


ia dengan patuh mendengar perkataan ayahnya.

__ADS_1


" Coba kamu jelaskan kembali secara perlahan , biar ayah bisa mengerti,"


" Semalaman Bubu menangis hingga pagi, lalu barusan dia mencoba memasak telur lalu kemudian dia jatuh pingsan, "


" Baiklah kalau begitu, kamu tenang kan dirimu,ayah sekarang sedang bergegas menuju ke sana,"


Juju mengangguk kepalanya, meski ayah nya tak melihatnya.


" Kalau begitu ayah tutup telponnya, kamu pergilah temani ibumu, sebentar lagi ayah akan sampai disana,"


Juju kembali menganggukkan kepalanya. Menutup telpon lalu bergegas kembali menghampiri Bubunya yang masih tergeletak tak sadarkan diri.


beberapa saat kemudian ayahnya datang .


Aldan langsung masuk kedalam rumah wajah nya di selimuti perasaaan bersalah dan cemas, matanya terbeliak melihat kondisi mantan istrinya , ia dengan sigap membopong tubuhnya lalu membawanya pergi kerumah sakit.


" Juju tolong bawakan tas dan hp Bubu mu "


Juju mengangguk , tangan nya dengan telaten merapihkan tas Bubunya, lalu menyusul ayah nya dari belakang.


Sesampainya disana , mereka dengan sigap membawa Aulina ke ruang UGD untuk melakukan pemeriksaan.


Juju hanya bisa menunggu hasilnya diruang tunggu seorang diri, tiba- tiba seorang pria yang tak asing baginya mendekatinya.


Juju terdiam, mengabaikan rentetan pertanyaan pria itu.


Sejujurnya ia tak ingin berurusan lagi dengan pria itu. Pria itu adalah orang yang sama dengan pria yang memperlihatkan videonya. meski waktu itu dia hanya mengajak nya berbicara santai dan tak melakukan sesuatu yang mencurigakan dan aneh, namun entah mengapa Juju merasakan aura gelap yang keluar dari tubuh pria itu membuatnya takut jika berada di sampingnya.


" Ku pikir kita sudah akrab,namun sepertinya aku salah paham ," kata pria itu


Juju hanya terdiam mengabaikan nya


Pria itu tiba- tiba terkekeh, Juju terlonjak kaget dengan sikap pria itu, kedua alis Juju mengkerut lalu menatap aneh pria itu.


" Tak apa jika kamu tak ingin berteman dengan ku,"


Juju kembali terdiam.


" Apa kamu tertarik dengan sebuah ramalan? aku bisa meramalkannya untukmu,"


Juju pura-pura tuli


Pria itu kembali terkekeh

__ADS_1


"suatu hari nanti kita akan sering bertemu Arjuna Lasmana Pratama," ucapnya lalu pergi, sosoknya menghilang di koridor di rumah sakit.


Juju menyipitkan kedua matanya, memandang koridor yang kosong.


"Juju!,"


Ia terlonjak mendengar suara ayahnya.


" Ada apa disana? apa ada sesuatu?,"


Juju menggelengkan kepala.


" Bagaimana dengan Bubu? dia baik- baik saja kan?,"


Aldan berjongkok menyamakan tingginya dengan anaknya. tangannya mengelus puncak kepala putranya.


" Ibu mu baik-baik saja, kamu tak perlu khawatir?,"


Juju menghela nafas lega


kruyuk~ perutnya berbunyi.


Aldan terkekeh


" Apa kamu lapar, makanan di sini sangat enak, apa kamu mau mencobanya? "


Juju terdiam


" Bagaimana dengan Bubu?,"


Aldan tersenyum ,


" Kamu tak perlu khawatir, lagi pula ada perawat yang menjaganya, jadi kamu santai saja, yang penting sekarang kamu harus makan dan mengisi energi terlebih dahulu, kamu tak mau kan membuat Bubu mu sedih,"


Juju menggelengkan kepala.


" Kalau begitu ikutlah bersama ayah, kita pergi sarapan,"


Aldan mengulurkan tangannya pada Juju, Juju pun meraih tangan ayahnya lalu pergi ke area kantin, namun matanya sesekali melirik lorong tempat pria itu menghilang. Ia merasa penasaran dengan sosoknya.


Juju menggelengkan kepalanya, Ia harus fokus pasa ayah dan Bubunya.


ditempat lain seorang pria sedang menonton rekaman CCTV yang memperlihatkan Juju yang sedang menyantap sarapan pagi bersama ayahnya.

__ADS_1


Pria itu tersenyum menakutkan, ia begitu terobsesi dengan Juju. matanya tak lepas dari layar yang terus menampakan sosok Juju . Pria itu terkekeh menatap layar


__ADS_2